
Merasa bahwa lawannya sudah berkurang Anjas pun masuk menyerang. Pria bertopeng yang ingin memeriksa temannya tiba-tiba mendapat tendangan keras tepat di wajahnya. Tidak sampai di situ, Anjas menendang perut dan dua bola lato-lato pria itu. Lalu Anjas masuk ke ruang tamu di mana pak Burhan dan istrinya disekap.
Melihat ada tiga orang di sana Anjas mengambil sebuah pas bunga di dekatnya. Melempar pas bunga sambil maju menerjang para perampok itu. Satu orang terkena pas bunga. Menyadari ada serangan dua orang lainnya sigap ingin menyerang Anjas. Tapi sayang tendangan karate Anjas sudah kena telak di leher pria bertopeng coklat. Sedikit memutar badan pukulan sikut bersarang di dada pria bertopeng lain.
Mereka dibiarkan mengerang kesakitan. Untuk memancing keluar pemimpin mereka. Tidak lama memang Charles dan Davis keluar dari sebuah kamar. Mereka baru saja ingin melepas kaos untuk menikmati momen indah bersama gadis yang adalah anak dari korbannya.
"Ada apa ini ribut-ribut!?" teriak Charles. Namun sesaat kemudian dia terdiam semua anak buahnya sudah terkapar kesakitan.
"Siapa kamu!?" tanya Davis sedikit panik.
"Aku? Tentunya aku warga negara yang baik dan bukan perampok." jawab Anjas perlahan mendekati mereka berdua.
Charles yang merasa tertantang pun maju. Mereka berdua maju saling serang dengan cepat. Anjas dan Charles saling memberikan tinju mereka. Duag! Suara dua tinju saling bertemu.
Krakk! Namun sesaat kemudian terdengar suara retakan yang cukup kuat. "Aaaarrrgghh!!!" jeritan Charles menggema.
Itu disebabkan oleh lengan kekarnya patah. Tulang patah itu keluar merobek daging. Dia tidak menyangka bahwa baru saja dia merasakan tinjunya seperti mengenai tembok batu yang sangat keras.
Tidak sampai di situ Anjas langsung melakukan tendangan memutar ke wajah Charles. Sehingga Charles tumbang entah pingsan atau apa.
Melihat temannya yang sering dia lihat bertarung melawan banyak orang tumbang dengan mudah Davis mundur perlahan. Tubuh Charles yang kekar saja bisa tumbang apalagi dia yang kurus. Saking ketakutannya Davis tidak sadar celananya sudah basah.
"Percuma kau kabur. Di luar ada warga dan polisi yang sudah menunggu kalian." benar saja. Baru saja Anjas mengatakan itu suara sirine polisi terdengar mendekat.
"Ampun... ampun... saya menyerah... saya menyerah..." Davis berlutut di depan Anjas.
Namun sikap Davis tidak dihiraukan Anjas. Dia hanya berbalik badan dan melepas ikatan tali pada pak Burhan dan istrinya.
"Terimakasih nak. Kamu sudah menyelamatkan kami. Kami sungguh berhutang nyawa padamu nak." kata pak Burhan saat sadar dari keterkejutan.
"Sama-sama pak. Ini juga karena kerja sama para keamanan lingkungan. Ini sudah jadi tugas semua warga juga.
"Iya sekali lagi terimakasih nak." timpal pak Burhan
"Ma cepat lihat keadaan Bella. Papa khawatir dia terluka." lanjut pak Burhan.
Dengan bergegas istri pak Burhan langsung pergi ke kamar yang mana adalah kamar tamu. Sesaat kemudian ibu dan anaknya keluar dari kamar. Mereka belum sempat melakukan hal tercela itu.
Sesaat kemudian keadaan rumah kembali kondusif. Polisi menangkap delapan orang perampok itu. Tiga mobil polisi membawa mereka. Mobil Van mereka juga disita. Semua harta yang dikuras pun kembali ke tempatnya.
Polisi melakukan penyelidikan terkait kasus itu. Anjas menjadi saksi dan diminta keterangan.
Saat dia hendak pulang. Notifikasi sistem muncul.
[Bing! Misi sistem selesai.]
[Selamat anda mendapatkan 1 kotak Platina, 1 kotak Normal, +70 exp dan 100 poin sistem.]
Senyuman Anjas melengkung sangat lebar. Dia hadiah yang dia dapatkan lumayan banyak. Apalagi kotak Platina yang belum dia buka. Membuat penasaran dengan isi kotak Platina itu.
Saat hampir sampai di pos kamling Anjas dicegat oleh seseorang. Dia adalah Mang Romi si Intel yang menyamar sebagai tukang bakso. Anjas tersenyum lalu berkata.
"Saya hanya membantu pak. Anda tidak perlu berterima kasih." ujar Anjas santai.
"Apakah kamu sudah tahu dari awal kalau aku adalah polisi yang bertugas?" tanya Romi.
"Saya baru saja bertemu dengan Mang Farid kemarin. Namun saya tidak pernah mendengar dia menyinggung pulang kampung. Jadi saya rasa ada yang janggal." jawab Anjas sedikit berkelit.
"Kamu lumayan juga. Kamu mengalahkan mereka juga hanya sendiri. Kamu berlatih bela diri apa?" tanya Romi penasaran.
"Saya hanya mendalami Karate dan Muaythai saja pak." jawab Anjas mantap.
"Lumayan juga. Timku sedang mencari anggota baru dari kalangan orang biasa. Dengan kemampuanmu kamu bisa bergabung dengan kami. Itu jika kamu mau." tawar Romi pada Anjas. Dia ingin merekrut Anjas.
"Saya tidak bisa menerima tawaran itu. Saya hanya ingin membantu saja." timpal Anjas.
"Tidak perlu terburu-buru. Aku akan memberikan waktu. Ini nomor kontak milikku. Kamu bisa meminta bantuan dariku. Anggap saja itu balas budi." Romi memberikan sebuah kertas kecil yang dilipat.
Anjas mengambil dan mengantongi kertas itu. Dia tidak akan menolak yang namanya bantuan.
"Kalau begitu saya pergi dulu. Selamat malam." Romi berbalik badan, udah ada mobil di balik pohon yang menunggu Romi. Romi pergi dengan mobil itu.
Keesokan harinya. Anjas sudah bangun pagi. Karena ini hari Minggu jadi dia berniat untuk joging. Sebelum keluar rumah dia memeriksa status sistem.
"Buka status."
\[Nama \=\> Anjas Rahadi \]
\[Kesehatan \=\> 100% (Sehat)\]
\[Keahlian \=\> Karate Legendaris, Muaythai Legendaris\]
\[Kekuatan \=\> 120\]
\[Kecepatan \=\> 90\]
\[Ketahanan \=\> 120\]
\[Kecerdasan \=\> 90\]
\[Mental \=\> 100% (Sehat)\]
\[Saldo rekening \=\> Rp.1.051.102.797.000\]
\[Poin Sistem \=\> 10.700\]
\[Status Hubungan \=\> Jomblo Akut\]
\[Inventori \=\> Berisi barang kebutuhan pemilik sistem.\]
\[Tiket lotre \=\> 2 Tiket Lotre \]
\[Tugas atau Misi \=\> - Misi: Selesai \]
\[Shop \=\> Shop terbuka setelah menyelesaikan 2 misi sistem.\]
"*Sistem kenapa kekuatan, kecepatan dan ketahanan ku naik? Apakah ini karena pil Penguat Sumsum Tulang*? " tanya Anjas yang merasa ada perubahan di statusnya.
\[Benar. Khasiat dari pil Penguat Sumsum Tulang bisa menambah kekuatan tulang dan ketahanan tubuh. Serta tulang menjadi lebih ringan dan bertumbuh.\] jawab sistem.
"*Uangku* **juga** *sudah sebanyak ini. Apa yang harus aku lakukan dengan uang ini*? " gumam Anjas berpikir. Lalu dia terpikir sebuah ide.
Dia berencana untuk joging menuju Toserba. Dia ke sana bukan untuk kerja. Karena di hari Minggu Toko itu dijaga oleh pak Umar dari pagi. Dia hanya ingin meminta izin untuk tidak masuk kerja dua hari kedepannya. Ada yang ingin dia lakukan dua hari itu.
Dia pamit pada Anin dan mengatakan bahwa dia akan menginap di rumah temannya. Jadi akan pulang besoknya. Dia memulai joging dari rumah.
Ketahanan fisik Anjas sudah melebihi batas normal. Dia bisa berlari sejauh 1 kilometer tanpa merasa kelelahan. Seperti yang dia lakukan sekarang. Menuju Toserba yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari rumah. Bahkan kaosnya tidak berkeringat sama sekali.
Sesampainya di Toko Anjas melihat bahwa toko itu tutup. Tidak biasanya toko tutup. Toko itu selalu buka setiap hari. Anjas melihat jam.
"Hmm mungkin pak Umar belum datang." jam menunjukkan pukul 06.30. Masih pagi sekali.
"Woi kau.!!" Suara seruan yang terdengar di belakang Anjas.