CHEL

CHEL
Bab 53



"Lari lah yang jauh. Kau kira aku tidak bisa menemukan kau? Lain kali kau tidak akan lolos." gumam Anjas tersenyum lebar.


Lalu dia melihat ke arah Chan Bee. Wanita itu masih pingsan. Padahal dia adalah petarung yang handal. Tapi dia langsung pingsan hanya dengan satu pukulan di tengkuknya.


Anjas menancapkan satu jarumnya pada lengan Chan Bee. Agar wanita itu tidak bisa bergerak lagi karena efek dari racun pelumpuh Anjas. Memiliki waktu lama agar bisa pulih.


Lalu Anjas menelpon Justin untuk menjemputnya di pelabuhan Tanjung Priok. Sebenarnya dia bisa mengganti ban mobilnya tapi saat dicek ternyata tidak ada ban pengganti. Anjas lupa kalau ini mobil bekas yang belum dia lengkapi.


Setengah jam kemudian Justin datang. Dia melihat kondisi mobil Anjas. Lalu Justin menelpon seseorang yang dia kenal dan memiliki sebuah bengkel mobil. Semua sparepart mobil sangat lengkap di bengkel itu. Entah itu mobil biasa atau sport pasti ada.


Mereka harus menunggu lagi. Sambil menunggu Justin bertanya siapa wanita yang terbaring di tanah sebelah Anjas.


"Ah dia adalah seorang pembunuh bayaran yang baru saja aku lumpuhkan." jawab Anjas santai. Anjas mengangkat Chan Bee dan memasukkannya ke dalam mobil.


Lalu Anjas balas bertanya. "Bagaimana dengan keadaan gedung sekarang?" tanya Anjas duduk di cup mesin mobil.


"Semua sudah terkendali. Tyo dan istrinya sedang mengurus semuanya di kantor polisi bersama Beno. Mungkin kita akan mengalami kerugian beberapa puluh juta. Beberapa orang bawahan Herino ditahan polisi. Namun Herino masih bisa lolos." jelas Justin.


Sepuluh menit kemudian sebuah mobil derek datang. Seorang wanita turun dari mobil itu. Wanita itu menyapa Justin.


"Hei Justin. Ban serep sudah aku bawa. Apa kau yang pasang atau aku saja?" ucap wanita itu.


"Ah maaf merepotkan kau Carol. Mobil temanku sedikit bermasalah." balas Justin.


"Biar aku yang pasang. Namaku Anjas Rahadi teman Justin." potong Anjas menyambut baik Carol.


"Carolina Utina. Panggil saja Carol." balas Carol sedikit tersenyum manis.


Tidak sampai 5 menit proses ganti ban mobil selesai. Anjas dengan cepat melakukan semuanya dengan profesional. Seperti sudah sering melakukan hal itu.


Setelah melakukan pembayaran untuk biaya sparepart mobil. Carol pergi meninggalkan mereka. Tidak lupa Anjas meminta nomor kontak Carol.


Selanjutnya mereka pergi dari tempat itu. Kembali ke markas geng The FALCON. Jam menunjukkan pukul 1 siang. Lumayan lama juga Anjas meladeni Yana dan Chan Bee.


Karena kekacauan yang dilakukan Herino Anjas sampai lupa dengan rencananya hari ini. Tapi dia masih memiliki waktu. Sehingga setelah sampai markas Anjas langsung membersihkan diri. Lalu keluar lagi menuju ke Mall Ciputra.


Tujuannya sekarang pergi ke toko boneka. Dia mengingat bahwa Anin sangat suka boneka Teddy bear. Jadi dia membeli dua boneka beruang sebesar bayi itu dengan berbeda warna yaitu pink dan putih.


Kedua boneka itu dibungkus seperti bingkisan seperti permintaan Anjas. Lalu membawa pulang hadiah itu.


Kembali ke markas geng. Anjas melihat Anin yang baru saja pulang dari sekolah. Dia pulang dengan ojek online.


Anjas mengambil bingkisan yang dia bawa. Lalu mencegat Anin yang ingin masuk ke markas.


"Selamat Ulang Tahun adikku sayang!" ucap Anjas sambil menyerahkan bingkisan.


"Wah! Boneka Teddy bear! Lucu banget! Makasih kakak sayang!" Anin tersenyum senang. Dia tidak berekspektasi kakaknya akan membelikan boneka yang sangat dia inginkan.


"Iya sama sama. Tapi kok udah pulang? Kan biasanya pulang jam tiga. Kamu bolos yah?" Anjas bertanya tapi itu hanya bercanda.


"Oh soal itu karena para guru sedang rapat kak. Mungkin karena ujian Nasional kelas tiga." jawab Anin. Hanya dibalas anggukan Anjas.


Mereka lalu masuk ke markas. Sempat Anjas kepikiran untuk segera mencari rumah baru sebelumnya. Juga ingin memindahkan markas geng The FALCON.


Lalu dia memanggil Opan. Memerintahkan Opan untuk mengawasi rumah Anjas yang dulu. Jika sudah aman Anjas ingin mengambil beberapa barang di sana lalu pindah ke rumah baru nanti. Dengan segera Opan pergi. Dengan motor Vixion dia pergi meninggalkan markas.


Anjas juga memerintahkan beberapa anggota geng The FALCON untuk menyekap Chan Bee di ruangan belakang markas geng. Tanpa diketahui oleh keluarganya.



"Bos. Aku gagal. Dia tidak bisa dibunuh dengan kemampuanku. Jarum beracunku tidak bisa menyentuhnya. Bahkan Chan Bee ditahan oleh target." jelas Yana pada Kong.



"Hanya satu hukuman jika ada yang gagal membunuh target. Dia harus mati." ujar Kong yang langsung menutup telepon.



"Bos aku mohon beri..." Yana ingin meminta kesempatan lagi. Tapi terlambat dia sudah menjadi target sekarang. Mungkin sekarang ini Kong sudah memerintah seseorang dalam organisasi Black Mamba untuk mengeksekusi dirinya nanti.



Yana jelas tidak bisa kabur. Sekarang dia terlihat panik dan ketakutan. Dia berpikir untuk mencoba sekali lagi membunuh Anjas juga menyelamatkan Anjas.



Tapi Yana mengurungkan niatnya. Dia akan gagal lagi karena kemampuan khusus Anjas. Yana yang mulai frustasi mengambil keputusan untuk pergi dari hotel itu.


Kembali ke Anjas. Sekarang Anjas sedang merayakan pesta ulang tahun Anin. Mereka sedang makan siang bersama di markas. Yang dihadiri oleh hampir semua anggota geng The FALCON.


Mereka terlihat sangat senang. Demikian membuat Anjas tersenyum bahagia. Anjas baru bisa senyum dari keluarga yang telah merawat dia sejak kecil. Selama ini mereka merasa sangat susah untuk mendapatkan penghasilan. Sehingga mereka tidak terlihat bahagia.


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk keluarga ini." gumam Anjas tersenyum.


Sedang enak-enakan makan. Telepon Anjas berbunyi. Melihat nomor yang tertera adalah nama Rahmi. Anjas langsung mengangkat telepon itu.


"Halo Rahmi. Ada apa kau menelpon?" tanya Anjas sedikit menjauh dari keluarganya.


"Anjas tolong aku. Aku dikejar beberapa orang. Tidak tahu mereka siapa." ucap Rahmi di seberang telepon dengan panik.


"Kau di mana sekarang?" tanya Anjas lagi.


"Untungnya aku sudah sampai di kost. Tapi mereka masih ada di luar kost dan mengawasi." jawab Rahmi.


"Tunggu aku di sana. Aku segera ke sana sekarang." ujar Anjas.


Setelah menutup telepon. Anjas pamit pada keluarganya. Dengan alasan ada urusan mendadak. Untungnya Anin pengertian. Jadi dia tidak kecewa dengan Anjas yang ingin pamit.


Selanjutnya Anjas sudah menginjak gas. Memacu mobilnya ke arah kost Rahmi.



Sementara itu di kost Rahmi. Ternyata Rahmi sudah disekap di dalam kamarnya. Di kost itu sangat sepi sehingga terlihat tidak ada orang sama sekali.



Padahal sebenarnya sudah ada beberapa orang pria yang sudah menunggu di sana. Salah satunya adalah Jakson Geraldo. Dia sudah mengetahui bahwa ada yang merekam kejadian saat dia menabrak orang.



Jakson mendapatkan info bahwa seorang Youtuber memiliki rekaman itu. Saat dia mendapatkan Rahmi. Ternyata Rahmi sudah tidak memiliki bukti itu. Sekarang mereka ingin menjebak orang yang memiliki rekaman itu. Dengan memanfaatkan Rahmi mereka meminta untuk menelpon Anjas untuk datang ke kostnya. Agar bisa mereka menjebak Anjas dan merebut rekaman tersebut.