Between You and Your Father

Between You and Your Father
Bab 13 Aku Ikut!!



Vivianne menghampiri Alex dan menatapnya tajam. Alex yang ditatap jadi gelagapan.Selain ditatap wajah cantik tapi tatapannya yang tajam layaknya polisi. Dia merasa sedang dimintai pertanggung jawaban sekarang. Layaknya sedang di interogasi! "Ih,ngeri banget ini cewek!" Alex merasa sedikit takut karenanya.


" Kak! Aku bilang, tunggu! Berhenti disana!" ujar Vivianne ketika tak mendapatkan response dari Alex.


Dia sedikit mendengarkan ucapan Bryan dengan Alex ketika mau mengetuk pintu kamar Bryan setelah mengambil sendok dan perlengkapan makan lainnya di dapur rumah sakit setelah bertanya dengan petugas di sana tadi.


" Maksud lo, apa? Memberhentikan gue? Gue buru-buru ini! Gue harus pergi sekarang!" ujar Alex yang terpaksa dengan pasrah menatapnya juga.


" Tidak sebelum kamu, jelaskan apa yang terjadi sebenarnya dengan Andrew! Kenapa dengan,Dia?" ujar Vivianne berjalan ke arah Alex dan menghalangi di depan pintu.


" Ini nggak ada hubungannya sama Lo! Ini urusan laki-laki! Anak gadis nggak perlu tahu! Lo ga akan paham!" ujar Alex dengan gusar.


" Kalau begitu jelaskan! Biar aku paham! Atau kamu memang tidak paham cara menjelaskan sesuatu? Dan asal kamu tahu, mungkin ini ada hubungannya sama aku!" ujar Vivianne menunduk.


" Maksud lo, apa cewek? Apa maksudnya gue nggak bisa menjelaskan? Gue cuma bingung. Gimana bisa ada hubungannya sama Lo? Memangnya Lo kenal Tommy apa? Dia tuh, nggak bakal nyerah, sebelum mencelakai Andrew! Nah itu informasi yang gue terima tadi! Mereka mau celaka-kan Andrew dan membuatnya mendekam dipenjara! Itu rencana Tommy!" Alex yang mudah dipancing malah mengungkapkan segalanya di hadapan Vivianne dan menutup mulutnya ketika tersadar.


Bryan yang mendengarnya hanya menepuk jidatnya perlahan dan mengeluh kesakitan sesudahnya karena dia lupa saat ini kepalanya sakit.


" Alex!!" teriak Bryan kesal dan melotot ke arahnya.


" Sorry, bro! Abis ini anak mancingnya pinter bener! Kan gue bilang, gue paling nggak bisa dipancing! Apalagi sama cewek pintar dan cantik! Duh lemah banget gue tuh, sama dua hal itu! Makanya gue males berhubungan sama cewek pinter! Kan Lo tahu! Kenapa nggak Lo tolongin gue sih, tadi? Duh, bisa digorok Andrew nih gue!" ujar Alex semakin kebingungan.


" Lo aja, yang lemah orang dia nggak mancing Lo kok! Lo aja yang gampangan! Dahlah! Urus aja lah sendiri gue nggak mau tahu!" ujar Bryan kesal dan berbalik membelakangi mereka.


" Yah, jangan gitu dong, bro! Lagian ini cewek rese banget sih? Pake bilang ada hubungannya sama Lo segala? Itu maksudnya apa, coba?" ketus Alex.


Vivianne menatapnya dengan air mata di ujung matanya yang mulai keluar. Dia jadi teringat pertengkaran dia sama Andrew.


Andrew salah paham kepadanya, Andrew mungkin berpikir bahwa Vivianne menaruh hati kepada Bryan dan dirinya juga. Yang artinya dia mempermainkan mereka berdua, padahal kenyataannya tidak! Justru dia mati-matian mencari Andrew bahkan melibatkan Bryan untuk meminta maaf atas semuanya, belum juga dia bilang dia mau meminta maaf karena telah membuat Andrew menjauhinya karena ucapannya yang membuat tersinggung tempo hari. Vivianne hendak mengganti dengan uang, karena Andrew sudah menolongnya! Ditambah lagi tadi kesalahpahaman! Jadi makin bertambah akan kesalahan Vivianne.


Padahal Vivianne tahu Andrew tak kekurangan uang sedikitpun! Dia hanya ingin berteman. Tapi Vivianne yang terlalu tak percaya diri dan takut akan perasaannya terhadap Andrew makin berkembang.Dia sadar diri siapa Andrew dan dirinya. Dia juga sadar Andrew bintang kampus, anak orang kaya raya sepertinya tidak mungkin tersentuh."Tapi, sikap Andrew yang tadi, membuatnya sedikit yakin bahwa Andrew menaruh hati padanya karena cemburu terhadap Bryan, semoga dugaannya benar kali ini"


" So, maksud Lo bilang kayak gitu apa?" Alex mulai tak sabaran bertanya kembali.


" Andrew tadi kesini, dan dia..dia salah paham!" ujar Vivianne ragu dan tertunduk menahan tangisnya.


Bryan yang mendengarnya terkejut demikian juga dengan Alex.


" Kok, kamu nggak bilang kalau Andrew kesini, sih, Vi?" tanya Bryan dengan penasaran dia tak tahu Andrew kesini tadi.


Alex mengangguk tanda setuju, karena dia penasaran juga akan hal yang sama. " Bener, tuh! Maksudnya salah paham apa?"


Vivianne menutup mukanya dia mulai menangis sesenggukan.


" Lex!" Bryan memperingatinya.


" Okay! Abis ini anak malah, nunda-nunda gue! Nggak tahu apa orang lagi mau buru-buru hidup dan mati nih! Udah lah, gue tinggal duluan! Lo urus dia, Bry! Gue cabut yah? Bye!" ujar Alex sambil melihat jam tangan mahalnya itu.


" Okay! Lo kabarin gue terus yah? Apa perlu gue minta bantuan?" tawar Bryan.


" Nggak perlu kayaknya, asal gue bisa seret itu anak ga ikutan maunya si Tommy! Beres Lah! Nanti gue hubungin kalau gue kewalahan, yah?" ujar Alex sambil melambaikan tangannya.


Dan diapun pergi membuka pintu kamar rawat inap Bryan.


" Maaf kak Bryan, aku harus menyelesaikan urusan ku dengan kak Andrew! Kakak nggak kenapa-napa aku tinggal sendirian,kan? Aku susul kak Alex dulu,yah?" ujar Vivianne membuka pintu tanpa menoleh.


" Loh, Vi? Urusan apa sih?" Bryan mencoba mengejarnya dan turun dari tempat tidur tetapi kepalanya pusing kembali, terpaksa dia berbaring kembali.


" Nanti aku ceritakan, Kak!" ujar Vivianne dari luar dan menutup keras pintunya.


Brak!


Dia mulai berlari mengejar Alex yang langkahnya juga panjang, mereka bertiga terkenal tinggi semua dan tinggi mereka diatas rata-rata 185 cm sedangkan Vivianne hanya 160 cm tentulah kesulitan mengejar Alex.


Tapi Vivianne tak peduli dia mengejar Alex hingga berteriak-teriak.Bahkan ketika banyak pasang mata melihatnya dia tak peduli. Alex mencoba terus berjalan lurus bahkan sambil berlari sedikit demi menghindari kejaran dari Vivianne. Tapi ternyata Vivianne tak menyerah bahkan Vivianne mengejarnya hingga ke parkiran, bahkan Alex sempat mendapatkan tatapan tajam dari petugas keamanan disana. Terpaksalah Alex yang gerah dan malu karena sepanjang berlarian namanya dipanggil terus menerus oleh Vivianne, seketika berhenti dan menoleh kebelakang.


Di Belakangnya dia melihat Vivianne yang terengah-engah sambil memegang dadanya menghampiri dia.


" Kak Alex, tunggu! Jangan pergi! Kakak larinya kencang sekali, sih! Capek tau, mengejar kakak!" ujar Vivianne.


Akhirnya Alex berhenti juga dengan wajah tegang dia menatap Vivianne yang ngos-ngosan mengejarnya.


" Kamu kenapa lagi sih? Aku buru-buru ini! Sudah yah? Jangan kejar dan panggil aku lagi! Bikin malu tau!" ujar Alex kesal.


" Iya, maaf. Aku cuma mau bilang, aku ikut!" ujar Vivianne dengan masih dadanya yang sesak.


"What?? Lo gila. Yah?" Ujar Alex tidak suka


" Bodo amat! Yang penting aku ikut! Aku ikut kakak cari kak Andrew!" Ujar Vivianne tak kalah keras kepala sambil menyilangkan tangannya di dadanya.


"Aish! Kenapa jadi ribet gini sih, urusannya? Kenapa mereka harus kejebak sama cewek keras kepala, tapi sayangnya pintar dan cantik sih? Kan gue bilang juga apa, urusan sama cewek cantik dan pintar itu berbahaya! Mereka aja nggak nyadar!" Alex hanya bergumam dalam hati dengan kesal.


*****