
Bryan meninggalkan apartemen Andrew dengan sangat kesal dan dengan emosi yang masih meledak-ledak.
"Sial! Kurang ajar lo, Andrew! Kenapa lo selalu mengingatkanku dengan dirinya?"Bryan memukul stang motornya.
Bryan sangat kesal, mereka sudah berjanji akan melupakan terkait nama gadis itu. "Mengapa sekarang Andrew malah membahasnya?" Yah, Lisa. Nama gadis itu.
Lisa adalah seorang gadis yang mereka kenal di SMA ketika mereka di Jakarta dulu.
Tiba-tiba ingatan Bryan terkenang beberapa tahun silam dengan Lisa sahabatnya sekaligus cinta pertama Bryan.
Flashback On
Bryan sangat menyukai Lisa, hanya saja dia terlalu takut mengungkapkannya. Dia lebih memilih berada disamping Lisa sebagai seorang sahabat alih-alih mengungkapkan perasaannya dan menjadi kekasihnya.
Saat itu dia yang tak tahu menahu bahwa Lisa ternyata menyukai Andrew dibandingkan dirinya. Dan Lisa sengaja mendekati Bryan karena agar bisa berdekatan dengan Andrew. Semua orang di sekolahnya tahu bahwa kelompok A2B sangat terkenal dan digandrungi oleh para gadis-gadis di sekolahnya itu.Dan kehadiran Lisa diterima ditengah mereka karena mereka tahu Lisa adalah sahabat dari Bryan.
Hingga di hari ulang tahun Lisa yang 17tahun, Bryan bermaksud menembaknya. Bryan sudah menyiapkan segalanya, termasuk bunga,coklat bahkan sebuah gelang dengan harga fantastis yang sengaja dibeli dari uang tabungannya.
Bryan bukanlah Andrew yang tinggal meminta apapun yang dia inginkan. Berbeda dengan Andrew, Bryan diajarkan oleh keluarga untuk menabung jika menginginkan sesuatu. Meskipun mereka datang dari keluarga kaya raya sama halnya dengan Andrew. Jadi di keluarga Bryan tidak selalu apa-apa diberikan jika memiliki sesuatu. Bryan mendapatkan motornya saja karena dia lulus dari SMA dengan nilai yang bagus, diantara mereka Bryan lah yang memiliki prestasi di bidang akademik, namun bukan berarti Andrew dan Alex tidak pintar hanya saja mereka jauh lebih malas dibandingkan Bryan.
Jadi dihari itu dia sedikit terlambat karena harus mengambil pesanan gelang untuk Lisa, namun ketika dia datang ke rumah Lisa, dia terkejut melihat Lisa sedang berciuman dengan Andrew dan disana setiap pasang mata meneriaki " Terima, terima!"
Bryan kemudian pergi dari rumah Lisa tanpa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Dia pun melemparkan bunga serta coklat yang dibelinya. Namun tidak dengan gelang, dia masih cukup waras untuk tidak membuangnya.
Sejak saat itu hubungan Bryan dan Andrew sempat memburuk, Bryan mengira bahwa Andrew telah jadian dengan Lisa. Tanpa dia ketahui bahwa Andrew menolak Lisa saat itu juga. Lisa yang terluka kemudian mendekati Bryan kembali. Bryan yang tidak bodoh mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, mereka pun menjebak Lisa bersama Andrew dan Alex.
Jebakan mereka tepat sasaran ketika Lisa mengungkapkan perasaannya kepada Bryan, muncullah Andrew. Seketika wajahnya pucat pasti.
" Wah,wah. Luar biasa sekali kau ini, Lisa! Setelah mengungkapkan perasaanmu kepadaku dihadapan semua orang dan kemudian mencium ku secara paksa, sekarang kau bilang suka kepada temanku ini? Bravo!Bravo! Kamu pantas diacungi jempol,untuk keberanianmu!" ujar Andrew saat itu.
" Diam,kau, Andrew! Lagi pula, apa urusanmu? Toh aku menyatakan cinta bukan kepada dirimu, tapi kepada Bryan! Dia jauh lebih baik darimu!"ujar Lisa berapi-api.
" Oh, yah? Lalu kenapa kau mencium ku? Dan bilang cinta padaku kalau kau lupa biar aku ingatkan!" Andrew kemudian memutarkan di ponselnya video pendek tepat dimana Lisa mengungkapkan perasaannya dan mencium Andrew. Dan disana juga terlihat jelas Andrew menolaknya, karena dia tahu Bryan dekat dan suka padanya tapi Lisa dengan mudahnya bilang. Dia tidak menyukai Bryan, dia mendekatinya agar dia bisa mengenal dan berdekatan dengan Andrew.
Bryan yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tatapan penuh kecewa dan amarah.
" Bry! I-itu bohong, bukan seperti itu kejadiannya. Dengarkan aku dulu!"Lisa berusaha menarik tangan Bryan tapi Bryan menghindarinya.
Flashback off
" Argh! Sial! Sialan Lo Andrew! Kenapa lo harus selalu beruntung dengan seorang gadis, sih!" maki Bryan.
Bryan makin memacu motornya diatas rata rata guna menghilangkan kegelisahan hatinya tersebut, hingga dia terkejut ketika di jalanan yang tadinya sepi sengaja jalanan itu dipilih oleh Bryan agar tak mengganggu lalu lintas pikirnya kalau harus memacu kendaraannya. Saat itu waktu hampir menunjukkan jam 18:00 tiba-tiba ada seorang wanita tua menyeberang jalanan tanpa aba-aba,Bryan yang kaget ketika dia membanting setirnya ke arah kanan dan menabrak sebuah tiang listrik yang ada di sisi kanan jalan. Bryan semat terlempar dan terseret beberapa meter sebelum akhirnya dia membentur sisi pembatas jalan kaki atau trotoar kepalanya terkena benturan tiang listrik dan pembatas jalan kaki atau trotoar hingga akhirnya darah mengalir dari sisi helmnya dan Bryan pun pingsan. Tak sadarkan diri.
Tak berapa lama karena wanita tersebut berteriak teriak meminta tolong, orang-orang yang baru pulang kantor sepertinya mendatangi tempat kejadian.
Termasuk saat itu adalah Vivianne yang baru pulang kerja tepatnya kerja mengajar taekwondo, khusus anak SD. Kali ini dia langsung hendak ke tempat bekerjanya berikutnya yaitu di tempat hotel, dimana dia bekerja sebagai office girl.
Didepannya sekitar beberapa meter sebelum dia sampai ke tujuannya dia melihat kerumunan.
Rasa penasaran yang tinggi dia bertanya kepada sekitarnya, ternyata sebuah kecelakaan. Dia hendak kembali melangkah ketika dia melihat motor Yang sering dikendarai oleh Bryan. Tiba-tiba perasaannya tidak enak.
" Permisi,pak,bu. Saya mau lihat, sebentar!" ujar Vivianne kepada kerumunan tersebut.
Dan benar saja ketika dia tiba di dekat tubuh yang terkapar yang mengeluarkan darah itu. Helmnya sepertinya telah dilepas atau entah terlepas saat itu. Seketika Vivianne terkejut.
" Kak Bryan!!" Teriaknya sambil kemudian menutup mulutnya agar tangisnya tak pecah.
" Pak,Bu, tolong! Tolong panggilkan ambulance! Di-dia teman saya!" sambil bersimpuh di dekat tubuh Bryan. Air mata Vivianne tak terbendung lagi.
Tak berapa lama ambulance pun muncul ternyata ada juga yang berbaik hati dan meminta bantuan ambulance serta mobil polisi.
Tak berapa lama ambulance dan mobil polisi pun berdatangan untuk mengevakuasi keadaan sekitar.
Vivianne yang memohon agar bisa ikut karena dia mengenal sang korban akhirnya diperbolehkan oleh petugas ambulance tersebut.
Vivianne yang masih terisak terus memegang tangan Bryan, meski dia baru mengenalnya, Vivianne tahu Bryan adalah sosok yang baik hati, terlebih tadi pagi dia baru saja meminta tolong kepadanya. Dia merasa sangat bersalah saat ini.
"Apa karena aku kah, kakak kecelakaan seperti ini? Karena menemui kak Andrew? Ya, tuhan. Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa kakak bisa celaka seperti ini? Vivianne terus bertanya," di otaknya berputar putar segala pertanyaan yang bahkan tak bisa dia jawab.
Bahkan hingga sampai ke rumah sakit tak satu pun jawaban yang dia dapatkan.
***