
*
*
π΄π΄π΄
*
Semenjak kehamilan Delisha, bukan hanya Devan yang suka mengelus, mencium serta mengajak janin itu berinteraksi, namun Aleza juga sering sekali mengelus perut Delisha dimana calon cucunya sedang berkembang di dalamnya. Delvin pun tidak mau kalah, bocah itu sering mencium serta mengajak adiknya berinteraksi.
Hanya tinggal menghitung hari Anggota keluarga baru mereka akan launching.
Semua anggota keluarga Ezra Anggada telah selesai makan malam kemudian mereka ke kamar mereka masing-masing.
Devan dan Delisha memasuki kamar anaknya beserta Delvin di balik punggung Devan, bocah berusia tujuh tahun itu masih suka minta gendong bahkan tidurpun masih di temani oleh opa dan oma nya, manjanya Delvin melebihi manjanya Delisha di waktu kecil, mungkin itu bisa terjadi karena opa dan oma nya yang selalu memanjakan Delvin.
Devan membaringkan tubuh Delvin di ranjangnya, tak berselang waktu lama Ezra dan Aleza juga memasuki kamar Delvin, seperti biasa, mereka akan menemani cucunya.
Delisha mencium pipi Delvin sebagai pengantar bocah itu tidur. "Bobo yang nyenyak ya sayang." ucapnya setelah melepas kecupannya kemudian mengusap puncak kepala Delvin.
Delisha memandangi Delvin sesaat, ia teringat dulu dirinya yang merawat Delvin sendirian namun kali ini banyak yang membantunya dan ia sangat bersyukur untuk itu, tak terasa ternyata Delvin sudah semakin besar.
Setelah puas memandangi anaknya, Delisha mundur memberi tempat untuk Devan supaya bisa bergantian mencium anak mereka.
Devan dan Delisha keluar dari kamar anaknya menuju kamar mereka dan membiarkan opa dan oma nya yang menemani Delvin.
"Kapan si baby lahir mom?" tanya Devan sembari mengelus perut Delisha.
Mereka telah berbaring di ranjang dan siap untuk istirahat.
"Pastinya kapan aku tidak tahu dad tapi mungkin sebentar lagi." jawab Delisha kemudian ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Devan.
Tangan Devan beralih melingkar di pinggang Delisha. "Capek ya seharian gendong si baby yang semakin hari dia semakin besar?"
"Enggaklah... cuma kalau malem nggak bisa tidur nyenyak."
"Ya udah kita tidur sekarang aja mumpung belum terlalu malem jadi nanti kalau kamu terbangun di malam hari kamu nggak kekurangan tidur."
Delisha mengangguk kemudian memeluk Devan serta memejamkan matanya.
Devan mengecup puncak kepala Delisha kemudian ia juga ikut memejamkan matanya.
Delisha terbangun di tengah malam saat ia merasakan perutnya yang mulas, ia mengusap lembut perutnya dan kembali memejamkan matanya namun baru beberapa menit perutnya kembali mulas, ia kembali mengelus perutnya namun kali ini tak kunjung mereda semakin lama semakin sering datang mulasnya.
Delisha mengguncang pelan bahu Devan. "Daddy... bangun! Perutku sakit."
Devan langsung membuka matanya lebar-lebar saat mendengar kata sakit keluar dari mulut Delisha. "Anak kita udah mau lahir?" tanyanya heboh.
"Sepertinya iya."
Devan beringsut duduk. "Kita ke rumah sakit sekarang ya?!"
Delisha mengangguk dan Devan menyiapkan tas berisi perlengkapan bayi yang sudah Delisha persiapkan beberapa hari yang lalu.
Setelah semua beres Devan ke kamar anaknya sebentar untuk memberitahu pada kedua orang tuanya bahwa Delisha akan melahirkan sekaligus meminta mereka menjaga Delvin di rumah.
*
*
"Sakit Dev..." rintih Delisha.
Tangan kanan Devan menghapus keringat di dahi Delisha sedangkan tangan kirinya tidak berhenti mengelus perut Delisha. "Aku tahu ini sakit, yang kuat ya sayang sebentar lagi anak kita akan lahir." ucap Devan untuk menenangkan istrinya.
Semakin kesini semakin sering dan semakin sakit pula yang di rasakan Delisha, ia mencengkram kuat lengan Devan yang sedang mengelus perutnya. "Sakit banget Dev..."
Devan menyingkirkan rambut Delisha yang basah karena keringat, rambut itu melekat di dahi serta sisi wajahnya. "Andai rasa sakit itu bisa di pindahkan biar aku yang menanggungnya."
"Ibu Delisha ikuti aba-aba saya ya! Dedek bayinya sudah mau lahir." sang dokter wanita menginterupsi supaya Delisha menyiapkan tenaganya.
Satu kecupan singkat di daratkan oleh Devan di kening istrinya. "Semangat mommy!!!"
Delisha tersenyum, ia merasa sangat bersyukur bisa memiliki Devan, meskipun Devan memiliki masa lalu yang gelap tapi Devan selalu bisa menerangi hidupnya.
Delisha mengikuti arahan dari sang dokter setelah beberapa kali mengejan akhirnya bayi mungil itu terlahir ke dunia.
Devan kembali mengecup kening Delisha namun kali ini kecupan panjang yang Devan berikan. "Anak kita sudah lahir sayang, makasih kamu sudah berjuang mempertaruhkan nyawa demi melahirkan buah cinta kita, entah sudah berapa banyak perjuangan yang sudah kamu lakukan untuk aku, aku tidak akan bisa membalasnya."
"Selamat pak, bu, bayinya lahir dengan selamat dan tidak kekurangan suatu apapun." ujar sang dokter di sela-sela kegiatannya memeriksa bayi yang baru Delisha lahirkan.
"Dia cewek apa cowok dok?" tanya Devan.
"Bayinya perempuan pak, cantik seperti ibunya." jawab sang dokter.
Delisha menatap Devan dengan ragu, ketakutan Devan ternyata menjadi kenyataan. "Dad?"
Devan tersenyum seakan tahu kekhawatiran Delisha pada dirinya. "Nggak usah khawatir gitu, dia adalah darah dagingku, buah cinta kita, mana mungkin aku menolaknya, apalagi dia cantik seperti kamu."
Sang suster telah selesai membersihkan si baby kemudian menyerahkannya pada Devan.
Devan menggendong bayi mungilnya, ia menatap takjub pada bayinya. "Hai my little girl."
"Kasih dia nama dad! Katanya kamu udah nyiapin dua nama, cewek dan cowok."
"Aku kasih dia nama Delvita Sabrina ya? Biar sama seperti aku, kamu dan Delvin."
"Nama yang cantik." puji Delisha.
Devan memang bisa menerima anak perempuannya, namun mungkin ia akan menjadi seorang ayah yang super duper over protektif pada anak gadisnya kelak.
*
Itu yang di atas Delisha terus yang di bawah Delima. π€π€π€
Itu si Devan seorang pria pecinta wanita yang kini telah bertaubat. π€π€π€
Sebenarnya yang jadi visual Devan sudah pulang tapi Author masih suka banget sama dia, aktor dan model tampan yang memiliki senyuman super manis.
Awas jangan lama-lama lihat Devan ntar diabetes loh. π€£π€£π€£
Banyak yang penasaran dengan visualnya Alvin kan? Extra Part berikutnya aku kasih ya sekalian sama babynya okay. πππ