Because Baby

Because Baby
Part 42



*


*


'Hening' Selama perjalanan pulang, Ezra memasang mimik wajah yang tak bisa di tebak oleh Devan. Devan pun tidak banyak bertanya ia menunggu sampai mereka sampai di rumah.


Devan memakirkan mobilnya di garasi lalu mereka turun kemudian berjalan memasuki rumah, belum ada percakapan diantara Devan dan Ezra.


Begitu melihat sosok suaminya di ambang pintu, Aleza langsung beranjak dari kursi lalu berjalan cepat untuk menyambut kepulangan suaminya lalu memberi pelukan hangat untuk suaminya. "Papi sehat kan?"


Ezra membalas pelukan hangat dari istrinya beberapa saat lalu melonggarkan pelukannya kemudian mencium dahi dan pipi istrinya. "Papi sehat, Mami sendiri?"


Aleza kembali mengeratkan pelukannya seakan takut kalau suaminya akan pergi lagi. "Mami sehat, dan Mami ada kabar bagus."


Ezra melepas pelukannya lalu menuntun Aleza menuju sofa. "Oh ya, kabar apa itu?"


"Devan sudah punya calon istri loh Pih." jawab Aleza antusias.


Ezra mendengkus. "Papi sudah tau."


Aleza terbelalak kaget karena Aleza merasa belum pernah memberi tau suaminya tentang Delisha maupun Delvin, Aleza berniat memberi kejutan untuk Ezra karena selama ini yang selalu menginginkan Devan menikah adalah suaminya.


Devan melangkah menaiki tangga menuju kamarnya dan membiarkan orang tuanya melepas rindu.


"Devan tunggu!!"


Suara Ezra menghentikan langkah Devan lalu membalikkan badannya. "Ada apa Pih?"


"Duduk!! Papi mau bicara sama kamu."


Devan akhirnya kembali menuruni tangga lalu menuju sofa menyusul kedua orang tuanya yang sudah lebih dulu duduk disana.


Aleza menatap wajah suaminya yang seperti menahan emosi, mendadak suasana menjadi tegang, lalu Aleza mengusap lengan suaminya. "Kita bicara nanti aja Pih, Papi kan baru datang."


"Nggak ada nanti-nanti masalah harus cepat di selesaikan!"


"Masalah apa Pih?" Devan melayangkan pertanyaannya, karena Devan tidak merasa kalau sedang ada masalah di kantor maupun di keluarga.


"Papi nggak setuju dengan wanita pilihan kamu!!" ujar Ezra to the point.


"Kenapa Pih?" protes Devan.


Ezra memberi tatapan tajam terhadap Devan. "Orang tua mana yang setuju kalau anaknya mau menikahi mantan wanita malam!!"


Devan terbelalak kaget, dari mana Papinya tau tentang masa lalu Delisha.


Aleza pun tercengang dengan kata-kata suaminya, karena dirinya sendiri tidak tau kalau Delisha mantan wanita malam, yang Aleza tau Devan dan Delisha dulu pernah punya hubungan sampai menghasilkan Delvin.


Devan berjalan dan berhenti tepat di depan Ezra. "Memangnya kenapa kalau wanita pilihan Devan adalah mantan wanita malam?"


Ezra juga beranjak dari sofa, posisi Devan dan Ezra kini berhadapan. "Kamu kan bisa mencari wanita yang lebih baik!"


Devan tersenyum kecut. "Jadi menurut Papi Delisha kurang baik? Lalu apa bedanya dengan Devan Pih?! Bahkan Devan jauh lebih buruk dari Delisha."


"Devan sudah pernah meniduri banyak wanita, mungkin sudah ratusan wanita yang pernah Devan tiduri, Devan sering menyewa wanita malam bahkan bergonta-ganti setiap harinya dan Devan melakukan itu semenjak Devan masih remaj---"


'PLAKK' Sebuah tamparan keras dari Ezra mendarat di pipi Devan. "PAPI KECEWA SAMA KAMU DEVAN!!!" emosi Ezra meluap-luap, dirinya tidak menyangka kalau kelakuan putranya serendah itu.


"YA TUHAN DEVAN!!" Aleza juga ikut terbawa emosi. "Kami tidak pernah mengajari kamu berbuat seperti itu, kami selalu mendidik kamu dengan baik."


"Maafin Devan Mih." Devan menatap Maminya lalu duduk di meja sembari mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah karena Papinya menampar cukup keras. Seumur-umur baru kali ini Papinya semarah itu bahkan sampai menampar dirinya.


Ezra pun kembali duduk di sofa. "Jadi itu alasannya kenapa dulu kamu meminta apartemen? Supaya kamu bisa bebas bersenang-senang dengan banyak wanita!!"


Devan menunduk membenarkan ucapan Papinya.


"Mami kecewa sama kamu Dev." lirih Aleza di sertai mengalirnya air mata, Aleza merasa gagal dalam mendidik putra semata wayangnya.


Devan beranjak dari meja lalu duduk di sebelah Maminya serta memeluknya. "Maafin Devan Mih. Devan juga sudah lama tidak berbuat itu lagi."


Aleza melepas pelukan Devan lalu menatap matanya dalam seolah mencari kejujuran disitu. "Benerr??"


"Bener Mih, Devan berani sumpah."


"Meskipun kamu sudah tidak berbuat itu lagi dan wanita itu sudah tidak bekerja seperti itu lagi tapi Papi tetap tidak setuju kamu menikahi wanita itu!!" sahut Ezra.


"Kenapa Pih? Devan mencintainya."


"Karena dia punya anak har---"


"Papi cukup!!!" potong Devan cepat. "Yang Papi hina sebagai anak haram itu adalah anak Devan Pih, cucu Papi."


Kata-kata Devan membuat Ezra tercengang karena terkejut, cukup lama Ezra mencoba mencerna kalimat Devan.


"Benar Pih." Aleza menimpali.


"Kalau begitu kalian nikah besok!!" ujar Ezra membuat Devan dan Aleza tercengang bahkan sampai membuka mulutnya lebar-lebar.


Beberapa saat yang lalu Ezra menolak keras hubungan Devan dengan Delisha.


Tapi sekarang??


*


Because the baby is uniting both parents.


*


*


Papinya Devan apaan sih nggak jelas gitu 🤣🤣🤣


Emang bisa nikah dadakan??