Because Baby

Because Baby
Part 57



*


*


๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด


*


Karin adalah gadis yang di tiduri Devan beberapa kali, makanya Devan mengingat namanya, biasanya Devan akan lupa namanya bahkan tidak tau namanya karena Devan meniduri para wanita hanya sekali. Tapi tidak dengan Karin karena Karin terus mendekatinya dan Devan tidak bisa menolaknya.


Devan langsung terbelalak kaget dengan pernyataan Karin. "Gue nggak pernah menyemprotkan benih gue ke rahim lo!"


"Nyatanya gue hamil, bisa aja terjadi kebocoran."


"Siapa tau itu bukan anak gu--."


'PLAKK' Karin menampar Devan sebelum melanjutkan kata-katanya. "Gue nggak pernah ngelakuin itu dengan laki-laki lain!! Lo sendiri tau kan kalau elo yang udah merobek selaput dara gue??!!!"


"Gue nggak yakin kalau itu anak gue!! Gue nggak ngerasa menebar benih gue di rahim lo!!" kekeuh Devan.


Karin lari ke arah dapur lalu mengambil sebuah pisau tajam. "Kalau lo nggak mau tanggung jawab, biar gue mati!!!" ancam Karin sembari mengarahkan pisau tersebut ke arah perutnya.


"Karin HENTIKAN!!!" Devan langsung panik, dirinya tidak mau menjadi penyebab kematian seseorang.


"Gue nggak mau hidup lagi!!! Buat apa gue hidup kalau kenyataannya hidup gue udah hancur!!"


"Oke oke gue akan tanggung jawab." ujar Devan pasrah, lalu perlahan Devan mengambil alih pisau dari tangan Karin. "Meskipun gue nggak yakin kalau itu anak gue." batin Devan.


***


Akhirnya Devan menikahi Karin dan Devan membeli sebuah rumah untuk ditinggali bersama Karin. Selama pernikahannya dengan Karin berlangsung sebenarnya Devan mencoba untuk setia pada Karin meskipun Devan tidak mencintainya. Sampai semua kebohongan Karin terbongkar kalau Karin tidak sedang hamil, Karin hanya teropsesi pada Devan dan ingin memiliki Devan seutuhnya.


Sejak terbongkarnya kebohongan Karin kebiasaan buruk Devan muncul lagi, Devan jarang pulang ke rumahnya dan berakhir bermalam di apartemen kadang bermalam di tempat *******.


Kebiasaan buruk itu terus berlangsung hingga di tahun kedua pernikahannya, papi mami menanyakan tentang kehadiran anak di pernikahannya barulah Devan menyadarinya kenapa di tahun kedua usia pernikahannya istrinya belum juga hamil.


Devan memutuskan untuk periksa ke dokter bersama istrinya, dan Devan harus menelan kekecewaan lagi. Dulu dirinya di bohongi dengan kehamilan palsunya Karin dan sekarang, ternyata Karin tidak bisa hamil.


Sejak saat itu Devan tidak pernah menyentuh Karin lagi bahkan Devan sama sekali tidak pulang kerumahnya, Devan semakin menggila dia terus mencari kehangatan pada wanita lain dari klab ke klab lainnya ada juga yang online. Dan Devan sampai ke tempat Reno. Reno adalah pemilik ******* namun wanita malam di tempat Reno tidak boleh di bawa pergi apapun alasannya jadilah semua pelanggan Reno bermalam di tempatnya.


"Katanya lo udah bosen dengan wanita malam yang disini, tuh gue punya anak buah baru, masih muda cantik pula." ujar Reno sang mucikari pada Devan, karena dari tadi Devan belum memilih wanita mana yang akan menemaninya malam ini.


"Gue udah pernah coba belum?"


"Belum lah, dia baru dateng tadi sore." jawab Reno.


"Nomor berapa kamarnya?"


Devan segera menyerahkan uang sewa pada Reno lalu melangkah meninggalkan Reno menuju kamar yang di sebut Reno barusan.


Devan berjalan di lorong yang kanan kirinya pintu berjejer rapih, setiap pintu tertera nomor dan itulah yang menjadi tanda, siapa wanita yang berada di dalamnya.


Devan berhenti di depan pintu nomor 88 sesuai kata Reno, Devan membuka pintu tersebut lalu menyembulkan kepalanya di balik pintu, Devan bisa melihat seorang wanita muda sedang menangis di sudut ranjang dengan memeluk lututnya serta menenggelamkan wajahnya di lutut, tubuhnya bergetar dan suara isak tangisnya bisa terdengar oleh Devan.


*


Flashback end


*


Ini bonus flashback


Devan melangkah masuk lalu menutup pintu tersebut, Devan berjalan menuju ranjang kemudian duduk di tepi ranjang. "Hei, kenapa menangis?"


Wanita itu beringsut mundur namun masih belum mengangkat kepalanya.


"Tidak usah takut." Devan mencoba menyentuh bahu wanita itu.


Wanita itu semakin beringsut lagi. "Tolong jangan sentuh aku!"


Devan langsung menjauhkan tangannya. "Okey, sudah jangan menangis."


Wanita itu akhirnya mengangkat kepalanya, pipinya basah, hidungnya merah dan mata yang sembab, namun wanita itu masih terlihat sangat cantik meskipun dengan keadaannya yang seperti itu.


Devan beringsut mundur supaya tidak membuat wanita cantik itu ketakutan, namun membuat wanita itu mengernyit. "Kok masnya mundur?"


"Nanti lo takut terus nangis lagi." jawab Devan. "Siapa nama lo?"


"Deli-- Delima." jawab wanita cantik itu.


***


Delima adalah seorang wanita muda yang saat itu baru berprofesi sebagai wanita malam. Bukan wanita muda lebih tepatnya gadis kecil, karena usia Delima saat itu masih 19 tahun sedangkan Devan, dia sudah menjelma sebagai pria dewasa pecinta wanita.


Delima adalah seorang gadis kecil yang mampu mencuri seluruh perhatian dan cinta Devan bahkan mampu merubah Devan menjadi pribadi yang lebih baik, padahal Delima hanya menggunakan beberapa jurus sederhana namun bisa menyentuh hati Devan sehingga Devan bisa berubah 180 derajat ketika bersama Delima. Devan yang dingin bisa berubah menjadi hangat, Devan yang tidak bisa merayu rela belajar merayu hanya demi Delima. Devan yang tegas dan berwibawa bisa berubah menjadi manja, gimana nggak manja maunya ndusel terus. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Apapun yang Delima minta Devan pasti akan menurutinya.


*


*


Tuh flashbacknya udah Author potong-potong jadi pendek๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ sesuai keinginan readers.


Perjalanan cinta Devan dan Delima di flashback Delisha ya? Masa Devan mau cerita kisah cintanya bersama Delima pada Delisha, kan mereka wanita yang sama. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ