
*
*
🌴🌴🌴
*
Beberapa bulan kemudian.
Delisha sudah di nyatakan sembuh dan hari ini adalah hari pernikahan Alvin dan Lestari, dan akad nikah mereka di laksanakan di Jogja sama seperti Devan dan Delisha dulu bahkan tempatnya pun sama.
Lestari dan Delisha sudah beberapa hari di Jogja sedangkan keluarga Alvin dan Devan baru datang kemarin sore.
Delisha mengapit Lestari menyusul Alvin, seorang pria yang saat ini telah sah menjadi suaminya beberapa menit yang lalu, setelah mengantar Lestari, Delisha menyusul Devan yang duduk di kursi tamu menyaksikan serangkaian acara.
Devan menggeser tubuhnya memberi tempat pada Delisha. "Mommy mau minum? Atau makan?"
"Enggak usah." jawab Delisha sembari duduk di sebelah Devan.
Delvin sedang asik dengan makanannya di tengah di antara kedua kakek neneknya.
"Dad.."
"Hm.."
"Mereka serasi ya? Sama-sama orang baik."
Devan menoleh ke samping dimana Delisha berada. "Kita juga serasi." jawab Devan di sertai kekehan kecil.
"Betul. Tapi serasinya kita sama-sama buruk." dengus Delisha.
Devan merangkul Delisha. "Yang penting sekarang kita sudah tidak seperti itu lagi kan. Sekarang kita sudah membuka lembaran baru menata masa depan yang cerah bersama keluarga kecil kita."
Delisha menatap dalam mata Devan. "Semoga kita selalu seperti ini ya, saling cinta saling sayang sampai maut yang memisahkan."
Tangan Devan terangkat untuk mengelus pipi Delisha. "Amiin.. oya, setelah ini Alvin dan Lestari mau honeymoon, kita juga honeymoon yuk?"
Delisha terkekeh. "Kamu tuh ada-ada aja, kita nikahnya kapan honeymoon nya kapan! Udah basi kali."
Devan menurunkan tangannya dari pipi Delisha. "Dari pada nggak sama sekali."
"Kita tuh pasangan apa ya? Pacaran nggak ada, malam pertama nggak ada, bulan madu juga nggak ada."
"Makanya kita ikut honeymoon biar kita bisa punya masa pacaran dan masa indahnya honeymoon."
"Malam pertamanya?"
"Kamu mau operasi selaput dara? Biar bisa kayak malam pertama?"
"Nggak!!" jawab Delisha bergidik ngeri. "Lagian selaput daraku juga kamu yang ngambil!" cibir Delisha.
Devan terkekeh. "Mau kamu virgin atau tidak kamu tetap candu bagiku, yang selalu memanaskan ranjangku."
Mata bulat itu melotot pada Devan, Delisha tidak habis pikir bisa-bisanya Devan ngomong seperti itu di tempat umum, kalau ada yang mendengar percakapan mereka bagaimana.
"Awas matanya jatoh loh." kelakar Devan.
Delisha mencubit lengan Devan membuat sang empu meringis menahan sakit.
"Kalian mau nginep disini?"
Suara Aleza yang sudah agak jauh dari Devan dan Delisha menyadarkan mereka kemudian mereka melihat di sekeliling ternyata acara sudah selesai dan beberapa tamu sudah banyak yang sudah pulang.
Devan dan Delisha beranjak dari kursi kemudian melangkah menyusul Aleza, Ezra dan Delvin yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan tersebut.
"Kita mau langsung pulang, kalian mau ikut pulang atau masih mau disini?" tanya Ezra sebelum memasuki mobil.
"Bagaimana mom?" tanya Devan kemudian mengangkat tubuh Delvin.
"Aku masih mau disini."
"Ya sudah kita pulang duluan, berarti kita ke hotel dulu setelah itu kalian ke rumah pak Bambang."
"Delvin ikut kita ya?" pinta Aleza.
"Biar ikut kita aja." jawab Delisha.
"Delvin mau ikut pulang atau masih mau disini?" tanya Devan pada Delvin yang berada dalam gendongannya.
"Mau pulang." jawab Delvin.
Delvin menggeleng. "Mau pulang."
"Ya sudah kita semua pulang aja." ujar Delisha pasrah.
"Kalau kamu masih mau disini nggak apa-apa Sha, biar Delvin pulang bersama kita, jangan khawatir dia aman bersama kita biasanya juga begitu kan." Aleza berujar sembari mengambil alih Delvin dari gendongan Devan.
"Delvin pulang bersama opa dan oma? Bunda disini dulu loh, nggak apa-apa?" tanya Delisha meyakinkan Delvin.
Delvin mengangguk.
"Ya sudah berarti kita ke hotel dulu setelah itu kalian ke rumah pak Bambang." ujar Ezra dan di setujui oleh semuanya.
Mereka memasuki mobil, menuju hotel untuk membereskan barang-barang mereka yang masih di hotel setelah itu mereka langsung ke Bandara.
Setelah keberangkatan Ezra, Aleza dan Delvin, Devan dan Delisha kembali ke rumah Bambang, disana masih acara syukuran jadi Delisha tidak enak jika tidak menghadiri acara tersebut, mengingat keluarga yang ia miliki hanyalah Bambang dan Lestari.
Devan dan Delisha kembali duduk di kursi tamu di rumah Bambang, mereka sedang menyaksikan serangkaian acara pengantin khas adat Jawa.
Devan yang paling menikmati acara tersebut karena Devan memang belum pernah melihat prosesi pernikahan khas Jawa.
"Kok kita dulu nggak ada acara kayak gitu??" protes Devan.
"Kita kan nikahnya dadakan, mana sempat menyiapkan acara seperti ini."
"Tapi aku pengen.." rengek Devan.
"Kamu tuh! Alvin mau bulan madu kamu pengen, sekarang pengen juga di bikinin acara kayak gini!!" dengus Delisha. "Yang penting kita udah sah Dad."
"Kamu bener mom yang penting sekarang kita sudah bersama. Nanti kalau Alvin punya anak aku yang akan kasih nama buat anaknya."
"Kok gitu?!"
"Lagian dia enak-enakan ngasih nama buat anakku pakai nama dia lagi!"
"Tapi Alvin dulu ikut andil dalam merawat Delvin bahkan sampai sekarang pun Alvin masih menyayangi Delvin, sedangkan kamu? Kamu tidak akan ikut andil dalam merawat anak mereka!"
"Pokoknya aku yang akan kasih nama buat anaknya Alvin, kita lihat aja."
"Terserah kamu lah. Setelah acara ini selesai kita mau langsung pulang atau nginep dulu di hotel?"
"Nginep lah..!" jawab Devan cepat.
Delisha mencolek pipi Devan. "Dasar modus!!"
"Mumpung ada kesempatan."
Acara telah selesai Devan dan Delisha langsung pamit pulang pada Bambang, Alvin dan Lestari. Bukan pulang tetapi ke hotel dulu besok pagi barulah mereka akan pulang.
Setelah berpamitan mereka memasuki mobil menuju hotel.
"Kamu udah selesai kerja samanya dengan Jeri?" tanya Delisha setelah duduk di sofa kamar mereka.
"Jangan bahas dia!!" jawab Devan sebal. "Ngerusak suasana aja!"
Delisha terkekeh. "Iya ya maaf.."
Devan beringsut mendekati Delisha kemudian mengecup singkat bibir Delisha. "Saatnya kita bikin adik buat Delvin." bisik Devan seduktif.
"Tiap hari juga udah bikin." cibir Delisha.
"Tapi kan ini beda tempat, biasanya di kamar mulu."
"Apa bedanya?!"
"Beda lah, kali ini kita bikin yang lebih hot!!" bisik Devan lagi.
"Kompor tuh hot!!" kelakar Delisha.
Devan mengangkat tubuh Delisha memindahkannya dari sofa ke ranjang, mereka akan menghabiskan malam panjang di hotel sama seperti malam pengantin mereka yang dulu.
Ezra dan Aleza memang selalu pengertian terhadap Devan dan Delisha, mereka dengan senang hati mau menjaga Delvin di saat anak dan menantunya membuat cucu baru buat mereka.
*
*
Awas jangan mengkhayal kejauhan! Ingat puasa. ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤