Because Baby

Because Baby
Part 25



Tebakan para readers salah semua hahahaha 🤣🤣🤣


*


*


Pintu depan terus di gedor oleh seseorang.


"DELISHA!!! KELUARRR!!!" teriak seseorang dari depan rumah Delisha.


Tubuh Delisha sudah bergetar, dia sangat ketakutan. Meskipun sudah bertahun-tahun Delisha tidak mendengar suara itu namun Delisha masih mengingat siapa pemilik suara itu.


"DELISHA!!!! KELUARRRR!!! ATAU AKAN KU HANCURKAN PINTU INI!!" teriak seseorang itu lagi.


Delisha sudah panik di dalam kamarnya, dia terus berfikir langkah apa yang akan dia ambil untuk menyelamatkan diri, lalu Delisha meraih handphonenya untuk meminta bantuan.


Jemari Delisha mencari kontak Alvin lalu menekan tombol panggil, namun sebelum panggilan itu tersambung Delisha sudah lebih dulu memutus panggilan tersebut.


Delisha baru ingat kalau Alvin sedang bersama Papanya, Delisha tidak mungkin berani mengganggunya.


Lalu Delisha mencari kontak Devan. Delisha menunggu beberapa saat hingga panggilannya tersambung. "Hallo Deva---." Delisha belum sempat meminta pertolongan namun panggilanya terputus karena handphone Delisha lowbat.


Delisha kembali memutar otak, dia mencari secarik kertas lalu menuliskan beberapa kata di atas kertas tersebut lalu menyelipkannya di bawah kotak kalungnya. Delisha berharap siapapun yang menemukan kertas itu akan segera menolongnya.


"BRAKKK!!!" pintu depan benar-benar sudah di dobrak dari luar.


"Huaaa... Bundaa..." Delvin langsung terbangun lalu menangis karena kaget saat mendengar suara keras dobrakan pintu tersebut.


Delisha mengangkat tubuh gembul Delvin lalu membopongnya serta mengusap punggungnya. "Sssttt... Sayang jangan nangis, kita akan baik-baik saja, semoga Daddy mu cepat menyelamatkan kita."


"DELISHA!! BUKA PINTUNYA!!" teriak dari seseorang tadi dari luar kamar Delisha. Dia sudah mengetahui keberadaan Delisha karena suara tangisan Delvin.


Delisha membuka jendela kamarnya, namun langsung di kagetkan seorang pria paruh baya yang sudah siap menerkam Delisha dari luar jendela. "Mau kabur kemana manis?"


Mau tidak mau akhirnya Delisha memberanikan diri membuka pintu kamarnya.


"Delisha, ternyata kamu cukup pandai bersembunyi, sudah tiga tahun lebih aku mencarimu, dan baru ketemu sekarang!" ujar pria paruh baya yang mendobrak pintu.


"Bundaa.. Apin takut." Delvin terus memeluk Bundanya erat.


Pria paruh baya itu tersenyum miring. "Aku mau kamu menjadi wanita malam lagi, gara-gara kamu kabur, aku tidak bisa bersenang-senang lagi."


"Aku tidak mau!!" tolak Delisha dengan nada meninggi. "Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, Ibuku sudah meninggal."


Pria paruh baya itu mencengkram lengan Delisha. "Tapi kamu mesin ATM ku, dan aku akan memaksamu!! Bahkan menyeretmu seperti dulu."


Delvin menangis semakin kencang, dia sudah sangat ketakutan.


"AKU TIDAK MAU!!" teriak Delisha kencang sembari menghempaskan cengkraman pria paruh baya tadi.


"MAU TIDAK MAU, AKU AKAN MENYERETMU!!! balas pria paruh baya tadi lebih kencang.


Pria paruh baya tadi menatap temannya. "Jon, ambil bocah itu!!"


"Siap bos."


"Jangan!!!" Teriak Delisha dengan derai air mata, Delisha memeluk erat tubuh Delvin, dia tidak akan sanggup berpisah dengan anaknya. "Jangan pisahkan aku dengan anakku, kumohon."


Rey menarik Delisha sedangkan Joni menarik Delvin, keduanya menangis dan saling berpegangan tangan sampai akhirnya pegangan mereka terpisah.


Joni sudah berhasil merebut Delvin dari dekapan Ibunya. "Kami tidak bodoh, mana mungkin kami mau mengurusi bocah ini!"


Rey menyeret paksa tangan Delisha, sampai Delisha beberapa kali tersandung karena tidak bisa mengimbangi langkah Rey.


"Kumohon jangan pisahkan aku dengan anakku." Delisha terus memohon agar Delvin bisa ikut dengannya, namun Rey tidak bergeming dia terus menyeret Delisha menjauhi rumahnya, dan menuju tempat persembunyiannya.


Setelah Rey dan Delisha sudah tidak terlihat, Joni meninggalkan Delvin sendirian di depan pintu, lalu menyusul Rey ketempat persembunyian mereka.


Bocah itu terduduk di depan pintu dan masih terus menangisi kepergian Bundanya.


*


*


Delisha akan di jadikan wanita malam lagi oleh Ayah tirinya.


Devan, Alvin, kalian dimana?? itu kasian si Apin menangis sendirian di depan rumahnya.