
*
*
π΄π΄π΄
*
Delisha dan Devan sudah kembali dan saat ini mereka masih di perjalanan menuju rumah di jemput oleh supir pribadi keluarga mereka.
Devan melihat sudah semakin dekat dengan rumahnya, ia mengeluarkan sapu tangan yang telah ia persiapkan sebelumnya. "Mommy tutup mata dulu ya!!"
"Ngapain?! Kamu mau ngerjain aku ya?"
"Kenapa sih pikiran negatif mulu tentang aku?! Perasaan selama ini aku selalu baik sama kamu."
"Maaf... lagian pakai acara tutup mata segala sih!"
"Aku punya kejutan buat kamu."
"Ya udah iya tutup mata nih, awas aja kalau sampai kamu ngerjain aku!!"
"Tuh, pikirannya udah negatif lagi!" dengus Devan.
Delisha hanya meringis. "Maaf lagi.."
Devan memutar tubuh Delisha supaya membelakangi dirinya, setelah itu dia mulai melilitkan sapu tangan tersebut di kepala Delisha untuk menutupi matanya.
Mobil telah memasuki gerbang rumahnya dan saat ini berhenti di pelataran rumah, dengan hati-hati Devan membantu Delisha menuruni mobil.
"Aduh Dev kenapa pakai acara tutup mata segala sih? Jadi ribet kan turunnya." gerutu Delisha.
"Ribet dikit."
Delisha telah berhasil turun dari mobil dan Devan menuntunnya melangkah beberapa langkah lalu berhenti setelah sudah dekat dengan kejutannya. "Sekarang udah boleh buka mata!" ujar Devan.
Perlahan Delisha membuka sapu tangan yang melilit di kepalanya dan matanya membulat sempurna saat melihat sebuah mobil Mini Cooper berwarna Deep blue metallic sesuai keinginan Delisha, mobil itu terparkir di depan garasi. "Dev... itu punyaku??" tanyanya memastikan.
Devan tersenyum. "Punya kamu dong, punya siapa lagi?!"
Devan sudah memesan mobil itu lumayan lama karena warna itu agak sulit di dapat dan mobil itu baru datang kemarin.
Delisha langsung memeluk Devan, ia berjinjit lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Devan dan Devan pun meletakkan kedua tangannya di bawah bokong Delisha kemudian mengangkat tubuh Delisha. "Suka kejutannya?!"
"Suka banget." jawab Delisha girang. "Makasih Dev..."
"Aku udah tepati janji kan? Setelah kamu sembuh aku akan belikan mobil itu buat kamu."
Delisha melonggarkan kedua tangannya yang melingkar di leher Devan kemudian mengecup singkat bibir Devan. "Makasih untuk semuanya." ucap Delisha tulus.
"Apa sih yang nggak buat kamu, nyawa pun akan aku berikan buat kamu."
"Hillih gimbil!!!" kelakar Delisha.
Devan tergelak kencang. "Apa itu artinya?"
"Cari tau lah!!"
Delisha merosotkan tubuhnya dari gendongan Devan. "Kita masuk yuk."
Devan belum melepas pelukannya, ia masih melingkarkan kedua tangannya di pinggang Delisha. "Cium dulu! Masa tadi cuma di kasih cium sekali."
"Nanti aja di kamar, aku akan kasih berapapun kamu minta cium."
"Maunya sekarang."
Delisha melihat sekeliling dirasa aman ia segera menarik tengkuk Devan dan mendaratkan bibirnya di bibir Devan, hanya kecupan singkat tidak ada lumatan. "Tuh, udah."
Devan tersenyum lalu merangkul Delisha dan mereka melangkah memasuki rumah kemudian mereka duduk di sofa untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh.
Namun tidak ada orang di dalam rumah tersebut yang ada hanya pembantu mereka, Ezra sudah ke kantor, Aleza mengantar Delvin ke sekolah.
"Percuma kita pulang pagi kalau ternyata tidak ada orang di rumah." Delisha berujar setelah duduk di sofa.
Devan menduduki tempat kosong di sebelah Delisha. "Mom, kita jadi ikut Alvin honeymoon kan?"
Delisha menoleh je samping dimana Devan berada. "Nggak usah dad, yang ada kita malah menganggu kebersamaan mereka."
"Alvin sendiri yang ngajak kok." kata Devan santai.
"Delvin bagaimana kalau kita ikut bulan madu?"
"Di ajak dong biar seru."
"Belum tau, Alvin belum ngasih tau."
"Kenapa harus ikut Alvin? Kenapa kita nggak pergi sendiri aja?"
"Lebih enak kalau ada temannya kan?"
"Aku ngikut aja lah, yang penting jangan ke luar negeri."
Alis Devan menyatu. "Emang kenapa kalau ke luar negeri nggak mau?"
"Males aja, pengennya dalam negeri. Ke pantai mungkin atau tempat-tempat romantis gitu."
"Nanti kita bicarakan sama Alvin setelah dia kembali dari Jogja."
Delisha membaringkan tubuhnya berbantalan paha kokohnya Devan, tangan Devan terangkat untuk mengusap lembut puncak kepala Delisha yang berada di pangkuannya. "Mobil nya nggak di coba dulu?"
Delisha melingkarkan kedua tangannya di pinggang Devan. "Nanti aja masih capek." jawabnya kemudian menyembunyikan wajahnya di perut Devan.
"Kita istirahat di kamar aja ya?"
"Males jalan."
Devan melepas kedua tangan Delisha yang melingkar di perutnya. "Aku gendong."
Delisha bangkit dari posisinya, kemudian Devan beranjak dari sofa ia berdiri membelakangi Delisha dan Delisha berdiri di atas sofa kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher Devan dari belakang.
Devan melangkah menuju kamarnya beserta Delisha di balik punggungnya.
*
π΄π΄π΄
*
Setelah membicarakan matang-matang bersama Alvin dan Lestari akhirnya mereka sepakat ke Papua barat tepatnya ke Raja Ampat.
Mereka akan menghabiskan beberapa hari disana, menikmati keindahan di dalam laut, berenang bersama ikan dan melihat terumbu karang yang indah dan banyak lagi yang lainnya.
Mereka hanya ber 4 Delvin tidak ikut mengingat perjalanan yang cukup jauh memakan waktu hampir setengah hari di tambah Delvin juga harus sekolah.
Mereka saat ini sedang menuju hotel dan saat ini sudah sore dan mereka berencana akan traveling besok pagi, lebih baik sekarang istirahat terlebih dahulu, selain melepas rasa capek akibat perjalanan jauh juga menyiapkan tenaga untuk hari esok.
"Sayang banget Delvin nggak ikut." ujar Alvin pada Devan.
Mereka sedang berjalan menulusuri lorong hotel menuju kamar mereka masing-masing, Devan berjalan bersama Alvin dan Delisha serta Lestari berjalan di belakang mereka.
"Mau gimana lagi dia kan harus sekolah, lagian gue kasian sama dia perjalanan jauh."
"Bilang aja lo nggak mau di ganggu." kelakar Alvin.
"Itu tau." kata Devan santai.
"Ayah durhaka lo." ujar Alvin di sertai kekehan kecil.
"Gue nggak durhaka ya! Gue nggak menelantarkan dia, gue udah nitipin dia sama opa dan oma nya."
"Sama aja!!" kata Alvin lalu ia berhenti melangkah karena ia sudah sampai di depan pintu kamarnya.
Alvin membuka pintu kamar dan Devan menanti Delisha yang berjalan di belakangnya, setelah sampai Alvin dan Lestari memasuki kamar mereka.
Devan dan Delisha melanjutkan langkahnya menuju kamar mereka yang berjarak beberapa kamar dari kamar Alvin.
Delisha menghempaskan tubuhnya di ranjang. "Huh... capek." keluhnya.
Devan pun melakukan hal yang sama, ia membaringkan tubuhnya di sebelah Delisha. "Kita istirahat sebentar, setelah itu kita mandi terus makan malam."
Delisha menoleh ke samping dimana Devan berada. "Delvin sedang apa ya?"
Seperti itulah Delisha, ia akan merindukan bocah gembulnya walau baru sesaat berpisah.
"Nanti kita video call dia, sekarang kita istirahat dulu."
*
*
Aww bahagia mulu.. π π π
Inget!! Ada siang ada malam.
Ada hitam ada putih.