Because Baby

Because Baby
Part 12



🌴🌴🌴


Saat ini usia kandungan Delisha sudah tujuh bulan, pergerakan Delisha juga semakin terbatas dengan perutnya yang semakin membesar dan mudah capek tentunya.


Alvin tidak pernah absen untuk antar jemput Delisha ke butiknya, sesibuk apapun dia pasti akan menyempatkan waktunya.


Tidak mungkin kan Alvin tega membiarkan Delisha pulang pergi naik angkutan umum dengan keadaan perut yang semakin membesar.


Pagi ini Alvin menjemput Delisha lebih awal karena dia sebentar lagi dia mau nganter Devan ke Bandara, seperti biasa Devan akan keluar kota lagi untuk mengurus proyek mereka yang sedang berjalan.


Alvin turun dari mobil dan mengetuk pintu kontrakan Delisha.


Tok tok tok.. "Sha."


Delisha yang sedari tadi di dapur akhirnya membuka pintu. "Dokter?"


"Kamu belum siap?" Tanya Alvin saat melihat penampilan Delisha masih mengenakan daster rumahan. Entah mengapa meskipun Delisha hanya memakai daster namun Delisha selalu terlihat cantik di mata Alvin.


"Ini tinggal mandi Dok, silahkan masuk." Jawab Delisha sembari membuka pintu lebar dan berjalan menuju dapur.


Alvin mengekori Delisha sampai di kursi lantas dia duduk dan Delisha melanjutkan langkahnya hingga sampai di dapur.


Beberapa menit kemudian Delisha kembali lagi dengan secangkir teh hangat di tangannya dan menaruhnya di atas meja. "Sambil nunggu aku mandi Dokter minum teh dulu."


Alvin meraih cangkir itu dan menyeruputnya sedikit. "Jangan lama-lama aku buru-buru!"


"Kalau kamu buru-buru seharusnya kamu tidak perlu menjemput aku Dok."


Alvin meletakkan kembali cangkir itu di atas meja. "Aku tidak mungkin setega itu Sha, udah sana cepetan mandi!"


Mau tidak mau Delisha segera mandi kalau pembicaraan terus di lanjutkan yang ada Alvin akan semakin terlambat.


Delisha mandi ala-ala bebek karena dia tidak enak sudah ada yang menunggunya.


Hanya butuh beberapa menit Delisha telah selesai.


Delisha berjalan menghampiri Alvin. "Ayo Dok."


"Hah." Alvin tersentak kaget karena dari tadi dia sedang fokus dengan layar handphonenya.


"Ayo, katanya keburu telat."


Alvin segera beranjak dari tempat duduknya. "Ayo."


"Dasar wanita murahan!"


Delisha yang tadinya fokus memutar kunci kini terhenti saat mendengar suara wanita paruh baya berdaster warna biru bersama salah satu temannya sedang membicarakan dirinya, meskipun pelan namun masih bisa di dengar oleh Delisha.


"Iya jeng, sayang sekali padahal dia cantik tapi kelakuannya? ck ck ck minus!" Respon wanita lawan bicaranya.


"Sudah hamil di luar nikah, masih suka kencan lagi sama pria-pria kaya." Lanjut wanita berdaster biru tadi.


Alvin yang sudah membuka pintu kini menoleh saat merasa Delisha tak kunjung masuk. Sayup-sayup Alvin bisa mendengar percakapan ibu-ibu tadi, dia segera membalikkan badan dan berjalan mendekati Delisha. "Tidak usah di dengar Sha! Ayo kita berangkat."


Delisha mengangguk serta mencabut kunci dan memasukkan ke dalam tas.


'Hening' Di dalam mobil mereka sama-sama terdiam, Alvin fokus menyetir sedangkan Delisha juga terdiam pikirannya melayang entah kemana.


Delisa meringis saat merasakan tendangan lumayan kencang dari janin dalam kandungannya.


Alvin yang tadinya fokus menyetir kini menoleh. "Kenapa Sha? perut kamu sakit?"


Delisha menggeleng sembari mengelus perutnya agar si Baby lebih tenang. "Enggak Dok, cuma si Baby nendangnya lumayan kencang."


Tangan kiri Alvin terangkat untuk mengelusnya juga sedangkan tangan kanannya tetap memegang setir.


Namun sudah beberapa saat tendangan tak kunjung mereda Delisha semakin meringis.


Alvin yang melihat Delisha semakin kesakitan dia lantas menepikan mobilnya.


Kini tangan kanannya yang mengelus perut Delisha. "Sha, tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan!." Titah Alvin, dia tau betul kondisi Delisha saat ini, itu terjadi karena Delisha saat ini sedang stress memikirkan perkataan ibu-ibu tadi.


Delisha menuruti perintah Alvin dia menarik nafas dalam dan menghembuskanya perlahan.


Tangan Alvin masih tetap mengelus perut Delisha. "Lakukan itu berulang-ulang dan jangan memikirkan perkataan ibu-ibu tadi oke! Rilex Sha rilex."


Delisha berusaha menuruti perintah Alvin dan setelah beberapa kali mencoba akhirnya si Baby sudah mulai tenang.


"Aku kan sudah bilang Sha, jangan stress kasian si Baby jadi ikutan stress! Aku ngerti posisi kamu saat ini tapi tolong jangan terlalu di fikirkan perkataan orang-orang tadi, kamu mau anak kamu stress di dalam?"


Delisha menggeleng, sungguh dia tidak ada niat membuat anaknya ikut menanggung beban di hatinya, namun Delisha manusia biasa dia tidak bisa jika mendengar lewat kuping kanan dan keluar kuping kiri tanpa harus melewati hati dulu.


Kapan derita Delisha akan berakhir???


Cuma Author yang tau🤣🤣🤣🤣