Because Baby

Because Baby
Part 82



*


*


🌴🌴🌴


*


Kedua pasangan yang baru saja bulan madu telah sampai di rumah masing-masing, mereka berpisah di Bandara dan di jemput supir mereka masing-masing.


Devan dan Delisha turun dari mobil dan langsung di sambut oleh Delvin di depan rumah, sebelum pulang Devan memang sudah menelepon maminya dan bilang kalau sudah di perjalanan pulang, Delvin bersikeras untuk menunggu kedua orang tuanya di depan rumah, bocah gembul itu juga sangat merindukan kedua orang tuanya.


"Daddy.... mommy...." teriak Delvin sambil berlari ke arah kedua orang tuanya yang sedang berjalan ke arahnya.


Devan membungkuk setelah Delvin sampai di depannya kemudian ia mengangkat tubuh Delvin. "Anak daddy makin besar ya, tuh daddy hampir nggak kuat loh gendong Delvin."


"Delvin sekarang makanya tambah banyak." sahut Aleza di sertai kekehan kecil.


Delisha hendak mengambil alih Delvin dari gendongan Devan namun Devan menahannya. "Nggak usah gendong Delvin dulu! Dia tambah berat loh."


"Tapi aku kangen Delvin Dev..."


Devan mendekatkan Delvin pada Delisha. "Delvin cium mommy dulu!!"


Delisha memeluk Delvin serta menciuminya. "Tadi Delvin panggil bunda apa? Mommy? Siapa yang ngajarin?"


"Opa dong." sahut Ezra yang baru saja keluar dari dalam rumah. "Ayo masuk! Kenapa kalian masih di luar rumah?!"


"Ayo masuk!" Aleza menimpali.


Mereka semua melangkah memasuki rumah dan duduk di sofa ruang tengah.


"Sini bunda pangku." pinta Delisha.


"Mommy!" protes Delvin membuat Delisha terkekeh. "Iya ya sini mommy pangku."


Devan menyerahkan Delvin pada Delisha. "Aku mau ke toilet sebentar." ujarnya dan berlalu dari ruangan tersebut.


Delisha kembali menciumi Delvin seakan tidak ada puasnya.


"Makasih pih mih, sudah menjaga Delvin." ujar Delisha kepada Aleza dan Ezra.


"Delvin adalah cucu kami satu-satunya, pasti kami akan menjaga dia sepenuhnya."


"Terima kasih, aku seperti menemukan keluargaku sendiri, aku disini bukan seperti anak menantu tapi aku merasakan kalau aku disini seperti anak papi dan mami." ujar Delisha tulus.


Aleza mengusap punggung Delisha. "Kami tidak punya anak perempuan dan tentunya kami sangat bahagia dengan kehadiran kamu di keluarga ini Sha, dari dulu mami pengen punya anak perempuan tapi ternyata sampai Devan besar mami tak kunjung hamil."


"Makanya segera kasih cucu perempuan buat kami supaya keinginan mami terpenuhi." sahut Ezra.


"Sudah jadi pih mih kalian tenang aja." jawab Devan dari belakang Delisha, ia sudah kembali dari toilet. Devan membungkuk serta meletakkan dagunya di bahu Delisha dan kedua tangannya mencubit pelan pipi Delvin yang berada di pangkuan Delisha.


"Beneran??" tanya Aleza memastikan.


Tangan Devan beralih mengusap perut Delisha. "Beneran mih." jawab Devan.


"Syukurlah..."


"Syukurlah..."


Ucap Ezra dan Aleza bersamaan.


Devan mendekatkan kepalanya untuk mencium Delvin. "Delvin mau kan punya adik?" tanyanya setelah melepas kecupannya.


"Mau tapi yang cowok ya dad." jawab Delvin.


"Nggak!! Mommy maunya cewek." sahut Delisha.


"Aku maunya cowok." Devan setuju dengan Delvin.


"Kok cowok lagi Dev, kita kan udah punya Delvin yang cowok." protes Aleza, dia memang menginginkan cucu perempuan karena keinginannya mempunyai anak perempuan tidak terpenuhi maka ia berharap kalau cucunya yang kedua perempuan.


"Iya Dev, cewek aja." Ezra menimpali.


"Aku maunya cowok lagi!!!" kekeuh Devan.


"Ya-- biar Delvin ada temennya main yang sama-sama cowok."


"Kalau cuma buat temen Delvin main, cewek juga bisa jadi temen Delvin dalam bermain."


"Tapi aku maunya cowok!!" kekeuh Devan.


"Aku maunya cewek!!" kekeuh Delisha tidak mau kalah.


Devan mendengkus, ia menegakkan tubuhnya lalu berjalan memutari sofa lalu duduk di sebelah Delisha. "Kamu tahu kenapa aku tidak menginginkan anak cewek?" tanyanya halus.


Delisha menggeleng.


Devan kembali mengusap perut Delisha. "Karena aku takut, aku terlalu banyak berbuat dosa pada kaum kalian, aku terlalu sering menyakiti mereka dan aku takut dosaku yang dulu akan berimbas kepadanya."


Mendengar omongan Devan yang serius, Aleza mengambil alih Delvin dari pangkuan Delisha.


"Kamu mikirnya kejauhan Dev." sahut Ezra.


Devan beralih menatap papinya. "Tapi aku benar-benar takut pih, aku tidak mau melihat anakku tersakiti seperti saat aku menyakiti kaum wanita."


Delisha menatap Devan serta merangkulnya. "Itu tidak akan terjadi jika kita benar-benar menjaganya. Dan untuk dosamu yang dulu, Tuhan maha pengampun, jadi jangan terlalu khawatir akan hal itu."


"Aku maunya tetep cowok!!!"


Delisha menurunkan tangannya kasar lalu memalingkan wajahnya.


Devan biasanya akan membujuk istrinya yang ngambek, namun berbeda dengan kali ini, keinginan Devan untuk memiliki anak laki-laki lagi lebih kuat jadi ia membiarkan istrinya tetap melanjutkan aksi ngambeknya.


*


🌴🌴🌴


*


Jericho mendatangi rumah Jefri kakaknya, semenjak Devan tidak memperpanjang masa kontrak kerja sama dengan perusahaannya ia menjadi curiga pada Devan, pasti ada alasan lain mengapa Devan tidak memperpanjang kerja samanya dengan perusahaannya, mengingat kerja sama itu saling menguntungkan bagi keduanya.


Jericho sudah berusaha mengorek informasi


tentang Devan dan latar belakangnya namun nihil, Devan terlalu pandai menutup aksesnya.


Devan tidak melanjutkan masa kerja sama dengan perusahaan Jericho bukan tanpa alasan, jika ia masih memperpanjang masa kerja samanya dengan Jericho dan suatu saat Jericho tahu kebenarannya maka itu akan berimbas pada perusahaannya, sebelum itu terjadi maka Devan lebih baik memutus hubungan kerja dengan Jericho dengan halus.


Jericho teringat dengan kata-kata Devan waktu hadir di pernikahan kakaknya, bahwa Aisyah kakak iparnya adalah dokter yang menangani penyakit istri Devan, dan Jericho tahu kalau Aisyah dan istri Devan memiliki hubungan yang lebih bukan hanya sekedar dokter dan pasiennya, maka dari itu Jericho akan mencari tahu tentang Devan lewat kakak iparnya, Jericho juga sangat penasaran dengan istri Devan yang sama persis dengan Delima hanya namanya yang berbeda.


Jika terbukti bahwa istri Devan adalah Delima, wanita yang sering ia boking dulu, wanita yang memuaskan hasratnya dan wanita yang ada di hatinya, maka ia akan mengambilnya dari Devan apapun caranya dan tidak peduli apapun resikonya.


"Kak Jefri belum pulang kak?" tanya Jericho pada Aisyah.


"Ini jam berapa Jer?" jawab Aisyah malas, sudah jelas ini masih jam kerja pasti suaminya masih di kantor dan Jericho mengajukan pertanyaan yang ia sendiri sudah tahu jawabannya.


"Siapa tahu dia pulang lebih awal karena kangen anaknya."


Aisyah hanya memutar bola matanya malas untuk menanggapi perkataan Jericho.


Aisyah saat ini sedang mengandung dan usia kandungannya sudah menginjak sembilan bulan, Aisyah juga sudah cuti dari pekerjaannya.


*


*


Tanpo sowan tetep seduluran...


Tanpo ujung tetep nyambung...


Tanpo salaman tetep ngapuranan...


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1Syawal 1441 Hijriah.


Mohon maaf lahir batin πŸ™πŸ™πŸ™


Selama ini Author banyak salahnya dari pada benernya. 🀭🀭🀭