Because Baby

Because Baby
Part 41



*


*


🌴🌴🌴


Setelah mengantar Alvin tadi, Devan mengajak Delisha dan Delvin ke rumahnya atas permintaan Maminya karena dia sudah beberapa hari ini tidak bertemu dengan Delvin. Aleza sangat merindukan cucunya.


Saat ini Delvin dan Oma nya berada di kamar atas untuk bermain, sedangkan Delisha dan Devan duduk di sofa ruang tengah di depan televisi. Tatapan Delisha tertuju pada layar televisi namun tidak dengan hati dan pikirannya, Delisha masih diselimuti rasa bersalah atas kepergian Alvin dan merusak cita-cita Alvin. Delisha menunduk lalu menyeka air matanya yang tumpah.


Devan beringsut mendekati Delisha lalu merengkuh tubuhnya dari samping. "Ssttt.. sudah dong jangan nangis lagi! Kamu nggak malu sama anak kita? Delvin aja tidak cengeng."


"Aku hanya masih merasa bersalah pada Alvin, biar bagaimanapun juga dia pergi karena kita."


Devan melepas pelukannya lalu menangkup wajah Delisha. "Dengerin aku baik-baik!" ucap Devan lalu dia mengecup singkat bibir Delisha kemudian membawa Delisha masuk ke dalam pelukannya lagi. "Ada empat hati yang terlibat dalam masalah ini. Hati aku, kamu, Alvin dan Delvin. Kalau kamu memilih Alvin itu sama saja kamu menyelamatkan satu hati tapi mengorbankan tiga hati. Hatimu sendiri hatiku dan Delvin. Tapi kamu memilih aku berarti kamu mengorbankan satu hati untuk menyelamatkan tiga hati. Jangan merasa bersalah lagi Alvin akan baik-baik saja, semoga dia bisa segera menemukan penggantimu."


Delisha melonggarkan pelukannya lalu mendongak. "Menurutmu apa aku egois?"


Devan menunduk supaya bisa menjangkau tatapannya pada Delisha lalu tersenyum. "Kamu tidak egois sayang, kamu sudah benar, kamu lebih memikirkan Delvin dalam mengambil keputusan itu."


Delisha kembali mengeratkan pelukannya. "I love you." bisik Devan di telinga Delisha membuat Delisha tersenyum dalam pelukan Devan.


Mereka pelukan cukup lama sampai Devan merasa gerah lalu melepas pelukannya. "Sebentar aku lepas jaket dulu."


Devan melepas jaketnya lalu menaruhnya di lengan sofa, Delisha menatap takjub tubuh atletis milik Devan karena Devan mengenakan kaos press body, perut sixpack dan otot-otot Devan tercetak jelas dari luar kaosnya.


Delisha memainkan jemarinya di atas perut Devan. "Kamu suka olahraga ya? Perut kamu bisa kotak-kotak gini."


Devan meraih jemari Delisha yang sedang bermain di perutnya lalu mengecupnya kemudian menggenggamnya. "Paling sit-up kalau ada waktu senggang dirumah, kadang juga nge-gym tapi aku lebih suka basket dan futsal, aku sering tuh basket dan futsal sama Alvin."


Delisha menyandarkan kepalanya di bahu Devan. "Paling' kamu bilang? Itu mah bermacam-macam, aku aja cuma senam itupun seminggu sekali."


Devan melepas genggaman tangannya lalu beralih membelai pipi Delisha. "Tapi kalau kita sudah menikah aku akan ganti olahraganya."


Setelah mencubit pinggang Devan, Delisha melingkarkan kedua tangannya di pinggang Devan. "Emang kita kapan nikahnya?"


"Maunya sih sekarang, tapi sabar dulu ya kita nunggu Papi pulang dulu."


Delisha mengangguk, tangannya terangkat untuk menarik kepala Devan supaya mendekat wajahnya lalu mengecup pipinya.


*


*


🌴🌴🌴


*


Dua Minggu setelah mengantar Alvin ke Bandara, sekarang Devan kembali lagi ke Bandara untuk menjemput Papinya. Devan sudah lama menanti kepulangan Papinya, Devan capek kalau disuruh mengurus kantor sendiri tanpa Papinya apalagi sekarang Leo juga pergi menemani Alvin, Waktu untuk istirahat semakin minim dan Devan juga semakin jarang menemui anaknya.


Dan yang paling penting atas kepulangan Papinya adalah, Devan bisa segera menikahi Delisha dan hidup bersama anaknya.


*


*


Boleh nggak sih Author cuti dulu tidak update? 🀭🀭🀭


Hahaha bercanda, Author tuh suka update di Because baby karena respon readersnya oke.


Terima kasih buat semua yang sudah like komentar dan vote😘😘


Papinya Devan kira-kira setuju nggak nih sama Delisha?


Silahkan main tebak-tebakan dulu. 🀣🀣🀣