
*
*
Devan memeluk istrinya dan mulai bercerita. "Sebenarnya aku dulu melakukan itu tidak sengaja. Jika ada yang bilang berbuat maksiat itu tidak hanya didasari oleh niat tapi juga kesempatan, itu benar. Dulu aku juga tidak ada niat untuk melakukan itu tapi karena ada kesempatan aku pun melakukannya, waktu itu aku masih duduk di bangku SMA kelas XI sejak saat aku memulai berbuat dosa--..."
*
Flashback
Ini kilas balik petualangan si emprit.
Di larang emosi, di larang misuh-misuh tapi kalau gemes boleh. π€£π€£π€£
Burung emprit biasanya suka mencuri di sawah orang.
Tapi kalau empritnya Devan beda, dia suka mencuri perawan anak orang. πππ
*****
Devan, seorang remaja yang nyaris sempurna, dia mempunyai otak yang cerdas, bertubuh tinggi dan tegap, wajah yang rupawan, dan yang paling penting uang jajan yang tidak terbatas, sehingga dia bisa melakukan apa saja yang dia mau termasuk bergonta-ganti cewek cantik di sekolahnya.
Namun manusia tidak ada yang sempurna termasuk Devan. Sifat Devan yang dingin dan cuek membuat Devan tidak terlalu banyak memiliki teman, Devan bisa kejam memarahi bahkan memukul siapa saja yang berbuat salah kepadanya.
Hobinya balap liar di tengah malam, setiap tengah malam tiba biasanya Devan akan mengendap-endap keluar rumahnya untuk mengikuti balap liar tersebut.
Devan hanya memiliki beberapa teman dekat tapi kalau musuh banyak. Apalagi musuh balap liarnya.
Devan populer di sekolahnya dia menjadi idola para cewek, yang mengantri mau menjadi kekasihnya? Jangan di tanya lagi.
Devan sedang menjemput Anggita kekasihnya, sepulang sekolah Gita tidak langsung pulang kerumahnya namun dia terusan mengerjakan tugas dirumah temannya, akhirnya Devan yang menjemputnya lalu mengantarnya pulang namun di perjalanan hampir sampai rumah Gita malah turun hujan, pada masa itu Devan memang hobi memakai motor dan Devan tidak pernah membawa jas hujan sehingga mereka berdua basah kuyup.
"Gue langsung pulang ya Git." ujar Devan setelah sampai di depan rumah Anggita.
Anggita langsung menahan pergelangan tangan Devan. "Masuk dulu ganti baju, nanti lo sakit gue yang repot."
"Nggak enak, ada bokap lo."
Devan menghela napas pelan. "Okey." akhirnya Devan mengiyakan ajakan Anggita, tubuhnya memang sudah kedinginan. "Apa salahnya masuk sebentar menunggu hujan reda sambil pacaran." batin Devan.
Devan memasukkan motornya di garasi lalu mengikuti langkah Anggita memasuki rumahnya mereka menuju kamar mandi yang berada di dekat dapur.
"Tunggu disini sebentar ya Dev, gue ambilin baju ganti buat lo." ujar Anggita sembari melepas jaketnya.
Jaket Anggita terlepas dari tubuhnya dan terlihatlah lekuk tubuh Anggita, karena Anggita masih mengenakan seragam putih abu-abunya yang kini telah basah kuyup sehingga bagian atasnya bisa terlihat jelas, bra merahnya dan dua gundukan daging itu sedikit menyembul keluar di bagian depan membuat Devan melenan ludahnya dengan susah payah. Rupanya dua gundukan itu membuat si Emprit bangun.
Devan menarik pergelangan tangan Anggita lalu menariknya agak keras sehingga tubuh Anggita menubruk tubuhnya, Devan langsung menyerang bibir Anggita.
Kedua tangan Anggita yang tadinya mencengkram bahu Devan kini beralih melepas pengait bra nya, hasrat Anggita rupanya juga sudah sampai puncak dia terlena dengan permainan Devan.
*
Silahkan di teruskan, intinya mereka telah melakukan itu. π€£π€£π€£
*
*
Itu pertama kali Devan merasakan surga dunia dan itu membuat si Emprit kecanduan dan mereka terus mengulanginya jika ada kesempatan, eh salah. Kalau tidak ada kesempatan mereka akan membuat kesempatan. Bahkan Devan meminta apartemen pada orang tuanya agar lebih mudah jika ingin menyalurkan hasratnya.
Cukup lama Devan melakukan itu bersama Anggita sampai hubungan keduanya kandas karena mereka telah tamat SMA dan melanjutkan pendidikan di Universitas yang berbeda, mereka jarang bertemu dan jarang berkomunikasi sehingga perlahan mereka saling menjauh dan akhirnya hubungan mereka benar-benar berakhir.
Setelah berakhirnya hubungannya dengan Anggita, Devan tidak bisa lagi menyalurkan hasratnya dan berakhir mencari wanita lain, dari situlah Devan mulai bergonta-ganti wanita.
*
*
Flashback di mulai, Delisha dan Delvin cuti dulu mungkin 4-5 episode kedepan atau lebih, sampai Devan bertemu dengan Delimanya dan si Emprit menemukan sarang yang cocok.
Ini sudah langsung ke intinya ya, sebenarnya Author pengen menceritakan tentang masa putih abu-abunya Devan, tapi nanti malah jadi kepanjangan, kalau kepanjangan nanti readersnya protes. π€π€π€
Kalau readers sampai demo protes Author jadi takut, readersnya banyak Author cuma satu. πππ