Because Baby

Because Baby
Part 26



*


*


🌴🌴🌴


Devan sedang mengemudikan mobilnya menuju rumah, namun di tengah perjalanan handphonenya berdering. "Delima?" gumam Devan, lalu Devan menggeser icon hijau untuk menjawab panggilan dari Delima.


"Hallo Delima." jawab Devan.


"Hallo Deva---." panggilan terputus.


"Hallo Delima, Delima!" Devan menjauhkan handphone dari telinganya lalu menatap layar handphonenya. "Kok terputus?" tanya Devan pada dirinya sendiri.


Devan menepikan mobilnya lalu mencoba menghubungi Delisha lagi, namun nihil, handphone Delisha sudah tidak aktif.


Devan berfikir sejenak lalu dia memutuskan untuk kembali ke rumah Delisha lagi.


Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, entah mengapa perasaannya menjadi tidak enak, dia kepikiran Delima dan Delvin.


Setelah sampai di ujung jalan dekat rumah Delisha, Devan menepikan mobilnya lalu keluar dari mobil dengan tergesa-gesa.


Devan menutup pintu mobilnya kencang lalu berlari masuk gang menuju rumah Delisha.


"DELVIN." teriak Devan saat melihat Delvin sedang menangis sendirian di luar rumah.


Devan lebih mempercepat larinya lalu mendekap Delvin untuk menenangkan anaknya. "Sayang, kenapa menangis disini? Bukannya tadi kamu sudah bobo? Bunda mana?"


"Bundaaaa... huaaaa..." Delvin masih terus menangis.


Devan lalu mengangkat tubuh Delvin, membopongnya sembari mengusap punggungnya. "Ssstttt... Sudah jangan nangis lagi."


"Daddy, Bunda." Adu bocah gembul itu.


Pandangan Devan tertuju pada pintu depan yang rusak, lalu Devan memasuki rumah Delisha serta mengelilingi rumah tersebut mencari keberadaan Delisha. "Delimaaaa, kamu dimana?" teriak Devan sembari terus melangkah menelusuri setiap sudut ruangan.


Namun tidak ada tanda-tanda Delisha di dalam rumah tersebut.


"Daddy, Bunda." adu Delvin sembari menunjuk jalan tadi saat Bundanya di seret oleh orang yang tak di kenalnya.


"Bunda pergi?" tanya Devan.


Delvin mengangguk cepat.


"Pergi sama siapa?" tanya Devan lagi.


Delvin menggeleng lemah.


Devan mendudukkan Delvin di sofa, lalu dirinya berjongkok di depan Delvin. "Delvin malam ini bobo di rumah Daddy ya?"


Devan memasuki kamar Delisha, menutup jendela serta pintunya lalu Devan kembali melangkah ke arah sofa untuk membopong Delvin lagi. "Kita berangkat sekarang, nanti Delvin bobo sama Oma ya, Daddy mau mencari Bunda dulu."


"Baik Daddy." jawab Delvin lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Devan.


Devan tersenyum kecil lalu berjalan menuju mobilnya.


"Delvin mau duduk sendiri atau di pangku Daddy?" tanya Devan setelah sampai di dekat mobilnya.


"Mau sama Daddy." jawab Delvin.


Devan membuka pintu mobilnya lalu duduk di belakang kemudi bersama Delvin di pangkuannya, agak ribet tapi untungnya Delvin penurut dia anteng selama Daddy nya mengemudikan mobil menuju rumah.


*


Devan memasuki rumahnya beserta Delvin dalam gendongannya menuju kamar Maminya.


Tok.. Tok.. Tok.. "Mih."


Aleza membuka pintu kamarnya, mata yang tadinya terbuka sedikit kini membulat sempurna saat melihat Delvin bersama Devan di rumahnya, tengah malam. "Devan, kok Delvin bisa sama kamu lagi? Bukannya tadi sudah kamu antar pulang."


Devan nyelonong masuk kamar Maminya. "Malam ini Delvin tidur sama Mami ya?"


Aleza mengikuti langkah Devan. "Delisha kemana? Ada apa ini?"


Devan mendudukkan Delvin di ranjang Maminya. "Delima di bawa pergi orang Mih, Devan belum tau siapa."


Aleza menutup mulutnya dengan tangannya sendiri. "Ya Tuhan, Delisha."


"Makanya malam ini Delvin tidur disini sama Mami, Devan akan mencari Delima." ujar Devan.


Aleza mengusap bahu Devan. "Dengan senang hati Delvin boleh tidur bersama Mami dan Mami akan menjaga cucu Mami selama kamu pergi. Mami bantu Do'a dari rumah, semoga Delisha cepat ketemu."


Devan menatap Maminya lalu tersenyum tipis. "Terima kasih Mih." lalu Devan beralih menatap Delvin. "Daddy pergi sekarang ya, Delvin bobo sama Oma."


"Baik Daddy." jawab Delvin.


Devan mencondongkan tubuhnya lalu memeluk erat tubuh Delvin. "Bunda pasti ketemu." bisik Devan, lalu menciumi wajah Delvin. "Jangan nakal!" ujar Devan lalu berdiri dan berjalan keluar dari kamar Maminya.


Setelah kepergian Devan, Aleza menaiki ranjangnya kembali lalu berbaring di sebelah Delvin serta memeluk tubuh gembulnya. "Sekarang Delvin bobo lagi ya?"


"Iya Oma." Delvin mulai memejamkan matanya kembali, tanganya meraih rambut Aleza lalu di putar-putar, membuat Aleza terkekeh. "Dasar Devan kecil."


*


*


Devan kok tidak melihat secarik kertas yang di tinggal Delisha sih??