
Tiba-tiba perut aku terasa sakit dan aku mengatakan "aduh" (ucapku sambil memegang perut aku)
"kamu kenapa Rindu? Kamu sakit?" Ucap El dengan wajah khawatir
"Aku tidak apa-apa" ucapku sambil tersenyum
"Kamu yakin tidak apa-apa? Apa perlu kita ke rumah sakit?" Tanya Rani dengan khawatir
"Aku baik-baik saja, aku tidak perlu ke rumah sakit" ucapku tersenyum sambil menahan rasa sakit di perut aku
Aku sudah tidak bisa menahan rasa sakit ini, aku mengambil obat yang diberikan Kenan padaku. Aku meminum obat itu dan beberapa menit kemudian rasa sakit itu menghilang, aku memasukkan obat itu ke dalam tas.
"Apa yang kamu minum Rin?" Tanya Siska padaku
"Minuman semacam obat untuk menghilangkan rasa sakit" ucapku sambil tersenyum
"Obat apa? Kenapa botolnya terlihat aneh begitu?" Tanya El padaku
"Obat untuk menyembuhkan luka, memang botolnya terlihat aneh, karena obat ini dibuat khusus untuk aku" ucapku pada mereka
"Aneh banget" ucap Rani padaku
"Bukan aneh tapi unik" ucapku sambil tersenyum
"Terserah kamu saja Rin" ucap Rani sambil tertawa kecil
"Oh iya El, jangan marah ataupun benci sama Jesika ya, dia tidak bermaksud berkata kasar begitu" ucapku sambil tersenyum
"Iya Rindu, aku tidak akan marah lagi ke teman kamu itu" ucap El sambil tersenyum
"Makasih El" ucapku sambil tersenyum
Tiba-tiba aku melihat mobil kak Riko, aku berdiri dan yang lainnya ikut berdiri. Aku melihat kak Riko turun dari mobil dengan wajah cemburu, aku ingin tertawa melihat wajah cemburu kak Riko, tapi aku berusaha menahan diri untuk tidak tertawa. Kak Riko berjalan ke arah aku, kak Riko langsung memeluk aku.
"Ayo kita pulang sayang" ucap kak Riko sambil tersenyum padaku
"Iya kak, ayo" ucapku sambil tersenyum pada kak Riko.
"Dah Rin" ucap Rani dan Siska
"Dah Rindu" ucap El sambil tersenyum
Jesika masih diam, aku memutar badan aku, aku dan kak Riko berjalan menuju mobil.
"Jesika kenapa? Kalian berantem?" Tanya kak Riko padaku
"Jesika merah karena aku didekati sama El" ucapku dengan malas
"Kan El bukan siapa-siapa Jesika, kenapa Jesika marah sama kamu, aneh" ucap kak Riko dengan nada sedikit marah
"Jesika suka sama El, tapi El justru jatuh cinta pada aku dan lebih memilih dekat dengan aku" ucapku dengan malas
Kak Riko membukakan pintu mobil untuk aku, aku masuk ke dalam dan kak Riko menutup pintu mobil. Kak Riko masuk kedalam mobil dan kemudian menutup pintu mobil.
"Ya sudahlah, biarkan saja Jesika. Jangan dipikirkan, kamu tidak salah" ucap kak Riko sedikit marah
"Iya kak" ucapku sambil tersenyum
"Kita jadi ke butik untuk beli baju?" Tanya kak Riko padaku
"Jadi kak, ayo kita ke butik" ucapku sambil tersenyum
"Sekarang kita ke butik" ucap kak Riko sambil tersenyum
Kak Riko menjalankan mobil menuju ke butik, aku mengeluarkan roti dan minuman yang ada didalam tas.
"Kak Riko mau makan atau minum?" Tanyaku pada kak Riko
"Kamu belum makan?" Tanya kak Riko padaku
"Aku tadi sudah makan bakso dan jus jambu di kantin saat istirahat tadi, jadi aku tidak sanggup makan roti ini" ucapku sambil tersenyum