Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Sampai di rumah



Kak Riko menjawab "kamu mau makan malam jam berapa sayang?" (Ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku mengatakan "kita makan malam jam tujuh saja kak" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko menjawab "kita makan malam jam tujuh bi" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Bibi mengatakan "baik, jam tujuh malam, makanan akan tersaji di meja makan" (ucap bibi sambil tersenyum)


Aku menjawab "terima kasih bi" (ucapku sambil tersenyum)


Bibi mengatakan "nona tidak perlu berterima kasih sama bibi, ini sudah menjadi tugas bibi" (ucap bibi sambil tersenyum)


Aku menjawab "tapi bibi sudah baik mau menyayangi kita dan peduli sama kita, karena itu aku berterima kasih sama bibi" (ucapku sambil tersenyum)


Bibi mengatakan "sama-sama nona, lebih baik sekarang, tuan muda dan nona beristirahat" (ucap bibi sambil tersenyum)


Aku menjawab "okay bi" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko mengatakan "kami akan turun jam tujuh untuk makan malam, jadi bibi tidak perlu repot menyuruh kita untuk turun. Kami banyak tugas, jadi bibi jangan ganggu kami"


Bibi menjawab "baik tuan muda, kami tidak akan menggangu tuan muda dan nona, saya permisi" (ucap bibi sambil tersenyum)


Bibi pergi meninggalkan aku dan kak Riko, kak Riko mengatakan "ayo sayang kita ke kamar, aku lelah sekali"


Aku menjawab "ayo kak"


Kami berjalan menaiki anak tangga, aku membuka pintu kamar aku. Aku masuk ke dalam kamar aku, aku menoleh dan melihat kak Riko masuk ke kamar aku.


Aku bertanya "kenapa kakak ke kamar aku?"


Kak Riko menjawab "aku ingin dekat sama kamu" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku mengatakan "memang kak Riko tidak mandi dahulu?"


Kak Riko menjawab "aku numpang mandi di sini saja" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku mengatakan "memang kakak tidak ganti baju apa, kan di kamar aku tidak ada baju kakak"


Aku tertawa mendengar ucapan kak Riko, kak Riko mengatakan "kenapa kamu tertawa?"


Aku menjawab "kak Riko lucu, aku tidak menyangka kak Riko bisa sekonyol ini" (ucapku sambil tertawa)


Kak Riko mengatakan "hmm, ya sudah, aku mengambil baju dahulu"


Aku menjawab "okay kak"


Kak Riko pergi dari kamar aku, aku mengambil pakaian di lemari dan handuk. Aku masuk ke dalam kamar mandi, aku mandi seperti biasa. Aku berendam dalam air, aku merasa nyaman berada di dalam air. Sejak mandi tadi pagi, tubuh aku tidak berada di dalam air.


TOK... TOK... TOK...


Aku mendengar suara ketukan pintu, kemudian kak Riko mengatakan "Rindu, kamu di dalam kan?"


Aku menjawab "iya kak, aku sedang berendam"


Kak Riko mengatakan "boleh aku masuk?"


Aku menjawab "buat apa?"


Kak Riko mengatakan "supaya aku terbiasa melihat wujud kamu sebagai duyung"


Aku menjawab "kakak boleh masuk, pintunya tidak dikunci"


KRIET...


Pintu kamar mandi terbuka, aku melihat kak Riko dengan wajah terkejut. Dia kemudian tersenyum dan mendekat ke arah aku, dia mengatakan "boleh aku sentuh ekor kamu?"


Aku menjawab "boleh kak, sentuh saja" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko menyentuh ekor aku, kak Riko mengatakan "ekor kamu halus dan lembut, beda sama ekor ikan"


Aku tertawa mendengar ucapan kak Riko, aku menjawab "ya jelas beda sama ekor ikan, aku seorang putri. Ekor aku pasti halus dan lembut"