
Satpam mengatakan "mas ini gimana, masa kelas adik sendiri tidak tahu".
Aku menjawab "ya sudah, izinkan saya masuk, biar saya sendiri yang berikan ke adik saya".
Satpam mengatakan "baiklah, tapi jangan bikin keributan di sekolah".
Aku menjawab "iya pak".
Satpam membukakan pintu sekolah, aku masuk ke kelas Rindu. Saat aku sampai di kelas, ternyata tidak ada orang. Aku berfikir "mungkin sedang pelajaran olahraga".
Aku mencari Rindu di lapangan, aku hanya melihat teman-teman Rindu, tapi aku tidak melihat Rindu. Aku menghampiri teman-teman Rindu, mereka kaget melihat aku. Siska bertanya "kenapa kak Riko ke sini?".
Aku menjawab "handphone Rindu ketinggalan di mobil, aku mau berikan handphonenya".
Jesika mengatakan "tadi Rindu baru saja pergi, katanya ingin ke kelas, tapi sepertinya tadi dia berjalan ke arah taman belakang".
Aku menjawab "kenapa Rindu ke taman belakang?".
Rani mengatakan "kami juga tidak tahu kak, Rindu akhir-akhir ini terlihat aneh, dia sering tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba muncul".
Aku berfikir "ternyata Rindu juga menyembunyikan rahasianya dari sahabatnya, aku harus cepat mencari Rindu".
Aku bertanya "dimana taman belakang?".
Jesika menunjukan arahnya dan mengatakan "kakak pergi ke arah sana, lurus saja, nanti ketemu taman yang ada disebelah perpustakaan, itulah taman belakang".
Aku menjawab "okay, makasih, aku pergi dulu".
Tiba-tiba aku melihat Rindu berubah, aku melihat Rindu memiliki sayap dan pakaiannya berubah. Aku menggosok mata aku berkali-kali, tapi yang aku lihat sama, yaitu Rindu yang memiliki sayap. Tidak lama, kemudian Rindu terbang ke langit dan menghilang. Aku berjalan menuju mobil dan berfikir "tadi Rindu punya sayap, apa mungkin dia makhluk Immortal?".
Saat sampai mobil, aku menjalankan mobil menuju kampus. Di perjalanan aku berfikir "bagaimana bisa Rindu jadi makhluk Immortal?".
Saat sampai kampus, aku tidak bisa fokus pada pelajaran. Aku terus berfikir tentang Rindu, hingga teman-teman aku mengagetkan aku. Dimas bertanya "kamu kenapa, dari tadi aku liat diam terus?".
Aku menjawab "tidak ada apa-apa".
Farel mengatakan "jangan bohong kamu, kamu ada masalah kan?".
Aku menjawab "beneran tidak ada apa-apa, aku cuma kurang tidur saja".
Bimo mengatakan "kenapa kurang tidur? Kan kita minggu ini tidak ada tugas?".
Aku menjawab "kemarin lagi susah tidur saja".
Andi mengatakan "bohong banget kamu".
Aku menjawab "kenapa juga aku bohong, aku lapar, ke kantin yuk".
Mereka kompak mengatakan "let's go".
Kami tertawa bersama, aku berfikir "aku tidak boleh memberi tahu mereka, aku harus mencari tahu kebenarannya".
Aku dan Dimas makan bakso sementara Bimo, Farel dan Andi makan soto. Jam istirahat berakhir, kami masih memiliki satu mata pelajaran lagi hingga jam 2 siang. Setelah kuliah aku langsung pulang ke rumah, sampai di rumah, aku masuk ke dalam kamar Rindu. Aku mencari tahu apa yang sebenarnya Rindu sembunyikan, aku melihat buku diary milik Rindu dan tidak ada cerita yang mencurigakan. Tapi akhir halaman dia bercerita tentang Kenan, ibunda, Romo, dan ayah. Aku berfikir "siapa mereka semua, Rindu tidak pernah menceritakan apapun tentang mereka?".