
Aku memutuskan untuk bertanya "siapa anda? Dan siapa putri anda?".
Laki-laki itu mendekati aku, dia memeluk aku. Setelah dia melepaskan pelukannya, dia memegang tangan ku dan mengatakan "aku adalah ayah kandung kamu, nama aku RAMA YOVIENE".
Aku menjawab "ayah kandung aku?".
Laki-laki itu menjawab "iya, aku ayah kamu, ayah kandung kamu. Maafkan ayah karena tidak bisa menjaga dan melindungi kamu dan ibu kamu selama ini".
tidak tahu kenapa aku, tiba-tiba aku merasa sedih melihat kesedihan di wajahnya, dia memeluk aku lagi, pelukannya sangat hangat. Aku merasa bahagia dipelukanya, aku berfikir "apakah dia ayah ku? Ayah kandung ku? Aku bahagia akhirnya aku bisa bertemu dengan ayah" (ucapku dalam hati).
Aku tidak ingin melepaskan pelukannya, aku ingin terus dipeluknya. Tanpa sadar aku mengucapkan "Ayah, aku sangat rindu sama ayah".
Tiba-tiba aku mendengar "ayah juga sangat rindu pada kamu, putri kecil ayah, putri AMORA YOVIENE".
Ayah mengatakan "sekarang waktunya kamu untuk kembali ke tubuh kamu, kamu harus bangun sekarang, jangan membuat ibu dan kakek kamu khawatir".
Aku menjawab "aku tidak ingin bangun, nanti kalau aku bangun, aku tidak bisa bertemu dengan ayah lagi".
Aku menjawab "bagaimana jika aku gagal untuk menemukan pagar pembatas dunia peri ayah? Apakah aku tidak akan bisa bertemu dengan ayah lagi?".
Ayah mengatakan "kalung itu akan selalu menjaga kamu dan kalung itu akan selalu melindungi kamu dari bahaya apapun, kalung itu juga akan membantu kamu untuk melewati pagar pembatas bangsa peri dan memasuki dunia peri. Sekarang waktunya kamu pulang dan bangun, sampai jumpa putri kecil ayah" (ucap ayah sambil memeluk aku).
Aku terdiam mendengar semua perkataan ayah, ayah memeluk aku dan mencium kening aku. Ayah tiba-tiba menghilangkan, aku mencari ayah dan memanggil namanya, tapi ayah sudah tidak ada. Aku melihat ada sebuah cahaya putih, aku masuk ke dalam cahaya putih tersebut. Saat aku membuka mata, aku melihat sekeliling, aku berada di dunia duyung. Aku berfikir "apakah tadi hanya sebuah mimpi? Atau tadi aku benar-benar bertemu dengan ayah aku?".
Para tabib menghentikan lamunan aku dengan mengatakan "cepat panggilkan yang mulia raja dan yang mulia tuan putri Afra, karena yang mulia tuan putri Amora sudah sadar dari koma".
Prajurit itu mengangguk dan pergi begitu saja, aku bertanya pada tabib "sudah berapa lama aku pingsan?".
Tabib itu menjawab "sudah sehari lebih anda mengalami koma setelah berada di istana, tuan putri".
Aku terkejut dan mengatakan "aku koma?".
Tabib itu menjawab "iya, yang mulia tuan putri Amora, anda mengalami koma karena luka yang anda alami terlalu dalam dan tidak segera ditangani. Beruntung anda bisa selamat dari kematian, ternyata di pisau tersebut terdapat racun, tapi racun itu tidak terlalu bahaya dan anda bisa selamat".