
Aku menjawab "aku tidak kenapa-kenapa, obat yang diberikan Kenan cuma berpengaruh beberapa waktu. Sekarang pengaruh dari obat itu sudah hilang, karena itu aku merasa sakit, aku harus meminum obat yang tadi diberikan Kenan padaku"
Kak Riko mengatakan "cepat minum obat itu, aku tidak ingin melihat kamu kesakitan seperti ini, dimana kamu menaruh obat itu?" (ucap kak Riko dengan wajah khawatir)
Aku menjawab "di dalam tas sekolah, ada obat pereda rasa nyeri" (ucapku sambil menahan rasa sakit)
Kak Riko mengatakan "kamu tunggu disini, aku ambilkan obatnya" (ucap kak Riko dengan wajah khawatir)
Aku menjawab "okay kak"
Kak Riko berlari mengambil tas sekolah aku yang ada di meja rias, setelah mendapatkan tas itu, kak Riko berlari menuju ke arah aku, dia duduk di samping aku.
Kak Riko bertanya "di dalam sini kan obatnya?" (Ucap kak Riko dengan wajah khawatir)
Aku menjawab "obat itu ada di dalam tas, dia seperti air dalam botol kaca kecil" (ucapku sambil menahan rasa sakit)
Kak Riko mengatakan "okay" (ucap kak Riko sambil mencari obat)
Aku menahan rasa sakit, tidak lama kemudian kak Riko mengatakan "yang ini bukan obatnya?" (sambil menunjukkan botol obat)
Aku menjawab "iya, itu obatnya"
Kak Riko mengatakan "cepat minum obatnya"
Aku meminum obatnya, perlahan rasa sakit itu menghilang. Aku mengatakan "aku harus kembali ke dunia duyung sebelum pengaruh obat ini hilang"
Kak Riko menjawab "baiklah, kamu hati-hati di jalan"
Aku mengatakan "iya kak, aku akan berhati-hati. Kakak tidur, sekarang sudah malam" (ucapku sambil tersenyum).
Aku berdiri, kami berjalan menuju kamar mandi. Aku menyalakan air, aku berendam di dalam bathtub.
Aku mengatakan "aku pergi dahulu, dah kak" (ucapku sambil tersenyum)
Kak Riko menjawab "dah sayang" (ucap kak Riko sambil tersenyum)
Aku tersenyum kepada kak Riko, aku memejamkan mata, aku membuka mata dan aku sudah berada di dunia duyung. Aku berjalan menuju istana, beberapa menit kemudian aku sampai di istana.
Aku bertemu bibi Shinta, aku bertanya "hai bi, Romo, ibunda sama Kenan sudah pulang?"
Bibi Shinta menjawab "belum tuan putri, yang mulia raja, tuan putri Afra ataupun tabib Kenan belum ada yang kembali"
Aku menjawab "lama juga ya mereka, sekarang aja belum kembali"
Bibi Shinta mengatakan "tuan putri Amora kenapa sudah pulang ke istana, kenapa tidak sama yang mulia raja dan yang lainnya?"
Aku menjawab "tadi aku sama Romo mencari ibunda dan Kenan, saat sudah bertemu tiba-tiba ada ledakan. Kami semuanya sembunyi, saat sembunyi, kami melihat kedua warga desa ini bertempur. Aku berusaha menyelamatkan orang yang akan tertembak, tapi malah aku yang tertembak" (ucapku sambil tersenyum)
Bibi Shinta mengatakan "tuan putri Amora tidak apa-apa? Apa anda merasakan sakit? Apa anda membutuhkan sesuatu?" (Ucap bibi dengan khawatir)
Aku menjawab "iya rasanya cukup sakit, tapi sudah lebih baik bi, tadi aku sudah minum obat pereda rasa nyeri dari Kenan" (ucapku sambil tersenyum)
Bibi mengatakan "tuan putri Amora mau makan?"
Aku menjawab "boleh bi, tolong buatkan makanan ya, nanti antar ke kamar aku. Sekarang aku mau istirahat di kamar, nanti kalau Romo dan ibunda sudah datang, tolong bangunkan aku" (ucapku sambil tersenyum)