
Aku menjawab "aku belum ingin menikah Romo, aku masih ingin belajar banyak hal. Lagipula aku juga belum bertemu ayah aku, aku harus menemukan ayah lebih dahulu".
Romo marah mendengar aku menyebut kata ayah dan Romo mengatakan "cukup, jangan katakan apapun tentang ayah kamu itu. Dia laki-laki brengsek, dia sudah meninggalkan kamu dan ibunda kamu selama bertahun-tahun".
Aku menjawab "cukup Romo, berhenti menghina ayah aku. Dia bukan laki-laki brengsek seperti yang Romo katakan tadi, aku akan membawa ayah aku ke dunia duyung dan menunjukkan pada Romo bahwa ayah aku adalah laki-laki yang paling baik di dunia ini".
Aku marah dan keluar kamar, aku berjalan menuju ke taman. Kenan mengikuti aku dari belakang, aku tidak memperdulikan dia. Aku berjalan hingga sampai di taman, aku duduk di kursi taman. Kenan mengatakan "tuan putri, boleh saya duduk di sebelah anda?".
Aku menjawab "iya, silahkan".
Kenan duduk di sebelah aku, dia mengatakan "kenapa tuan putri marah sama yang mulia raja? Amarah tuan putri bisa memperburuk kondisi tuan putri yang sudah mulai membaik".
Aku menjawab "kamu tadi dengar sendiri kan, Romo bilang kalau ayah aku adalah laki-laki brengsek. Romo tidak pernah sekalipun melihat seperti apa ayah aku, padahal kamu tahu kan kalau Romo adalah laki-laki yang brengsek yang pergi meninggalkan nenek dulu karena manusia itu dan akhirnya nenek meninggal".
Kenan mengatakan "iya, saya pernah dengar kalau yang mulia raja adalah laki-laki brengsek, saat yang mulia ratu Yulia hamil hingga melahirkan yang mulia tuan putri Afra, tapi yang mulia raja justru pergi entah kemana, saat yang mulia ratu Yulia tahu bahwa yang mulia raja berselingkuh maka yang mulia ratu Yulia bunuh diri setelah melahirkan yang mulia tuan putri Afra, dan yang mulia tuan putri Afra diasuh oleh dayang pribadi yang mulia ratu Yulia. Saya pikir itu hanya kabar burung saja jadi saya tidak percaya, tapi melihat reaksi tuan putri Amora sepertinya itu nyata. Menurut saya, yang mulia raja tidak ingin yang mulia tuan putri Afra bernasib sama seperti yang mulia ratu Yulia, dan yang mulia raja tidak ingin melihat anda bersedih terus menerus".
Kenan menjawab "baik, tuan putri Amora, saya tidak akan menceritakan pada siapa saja".
Aku mengatakan "sebenarnya, saat koma, aku bertemu dengan ayah aku. Dia mengatakan kepada aku bahwa dia sangat menyayangi aku, ayah mengatakan tentang jati dirinya dan bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan ayah lagi. Besok aku ingin pergi menemui ayah".
Kenan menjawab "jadi beberapa hari ini sebenarnya tuan putri Amora sudah bertemu dengan ayah anda? Tapi kenapa anda merahasiakan ini semua dari yang mulia tuan putri Afra dan yang mulia raja?".
Aku mengatakan "karena aku belum bertemu dengan ayah secara langsung, aku juga tidak tahu kenyataannya apa, saat koma itu hanya sebuah halusinasi aku saja atau kenyataan. Aku ingin membuktikan kalau apa yang terjadi saat koma bukan halusinasi aku saja tapi itu sebuah kenyataan".
Kenan menjawab "baiklah, tuan putri Amora, saya akan mendukung anda, saya akan merahasiakan hal ini dari yang mulia raja dan yang mulia tuan putri Afra".
Aku mengatakan "terima kasih Kenan, jangan panggil aku tuan putri, panggil saja aku Amora".
Kenan menjawab "maaf, saya tidak bisa melakukan keinginan anda yang ini tuan putri".