
Aku, ibunda dan Kenan mengikuti Romo. Kami memasuki ruangan pertemuan, Romo mengatakan "ayo kita duduk dahulu"
Kami menjawab "baik"
Kami duduk, Romo mengatakan "Romo ingin menikahkan Amora dengan tabib kenan"
Aku terkejut dan menjawab "apa yang Romo bilang tadi?"
Romo mengatakan "tabib Kenan orang yang baik kan, tabib Kenan juga selalu baik dan perhatian sama kamu. Apa kamu tidak ingin menikah dengan orang yang mencintai kamu?" (tanya Romo dengan penasaran)
"Maaf yang mulia raja, saya menolak pernikahan ini" ucap Kenan tiba-tiba
Romo mengatakan "kenapa kamu menolak pernikahan ini?, bukankah kamu mencintai Amora?" (Ucap Romo dengan penasaran)
Kenan menundukkan kepalanya dan menjawab "saya tidak mencintai tuan putri Amora, karena itu saya tidak bisa menikah dengan tuan putri Amora" (ucap Kenan dengan tenang)
Romo mengatakan "kamu berbohong tabib Kenan, kamu sangat mencintai Amora, saya bisa melihat dari tatapan mata kamu ada cinta yang begitu besar untuk Amora" (ucap Romo dengan nada emosi)
Aku menjawab "Romo salah, Kenan dan aku cuma sahabat dan saudara tidak lebih dari itu" (ucapku dengan nada emosi)
Kenan mengatakan "yang dikatakan tuan putri Amora itu benar, kami tidak saling mencintai" (ucap Kenan dengan tenang)
Ibunda mengatakan "Romo cukup, biarkan mereka memilih siapa yang dicintai"
Romo mengatakan "tidak, aku tahu tabib Kenan sangat mencintai Amora, karena itu aku ingin menikahkan Amora dengan tabib Kenan"
Romo mengatakan "jika kamu tidak mencintai cucu aku, katakan ke Amora bahwa kamu tidak pernah mencintai dia"
Kenan terlihat terkejut, aku melihat dia menarik nafas dalam-dalam. Ternyata yang dikatakan Romo benar, Kenan mencintai aku. Tapi selama ini dia mencintai aku dalam diam, dia tidak pernah mengatakan cinta padaku karena dia tidak ingin aku bingung dengan perasaan yang ada di hatinya. Selama ini aku menyakiti Kenan, aku menceritakan banyak hal bahwa aku mencintai kak Riko.
"Maaf Kenan, maaf selama ini aku menyakiti hati kamu" ucapku dalam hati
Setelah menarik nafas dalam-dalam, Kenan menuju ke arah aku. Dia berdiri di depan aku dan mengatakan "aku tidak mencintai kamu Amora, aku tidak pernah mencintai kamu" (ucap Kenan sambil tersenyum)
Aku merasa sakit melihat tatapan mata Kenan, dia mengatakan hal yang berbeda dengan yang hatinya katakan. Aku tidak pernah ingin menyakiti hati Kenan, tapi takdir yang membuat aku menyakiti hati Kenan.
Ibunda mengatakan "Romo sudah melihat sendiri bahwa mereka tidak saling mencintai, dan biarkan Amora bahagia dengan pilihan dia. Biarkan Amora bahagia dengan mencintai Riko"
Romo menjawab "baik, Romo tidak akan memaksa Amora menikah dengan Kenan. Romo kembali ke aula utama dahulu"
Romo pergi meninggalkan kami, ibunda mengatakan "ibunda pergi dahulu, jika kalian ingin mengobrol, silahkan lanjutkan" (ucap ibunda sambil tersenyum)
Kenan mengatakan "kamu masih mau disini atau kita kembali?" (Tanya Kenan sambil tersenyum)
"Maafkan aku Kenan, mulai sekarang, berhenti mencintai aku. Mencintai aku hanya membuat kamu tersakiti, jangan mencintai aku lagi Kenan, cintailah perempuan lain" ucapku kepada kenan
Kenan menundukkan kepalanya dan mengatakan "aku sadar diri, aku tidak pantas mendapatkan cinta dari kamu. Kamu terlalu sempurna untuk aku, maaf karena aku telah lancang mencintai kamu"