Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
bercerita tentang Ammar



Aku menjawab "ya sudah, terserah kakak mau berfikir seperti apa" (ucapku menyerah)


Kak Riko mengatakan "mau ciuman lagi tidak?, Atau kita melakukan yang lebih dari ciuman" (ucap kak Riko menggodaku)


Aku menjawab "ih kakak mesum banget sih"


Kak Riko tertawa dan mengatakan "aku mesum cuma sama kamu, jadi biarkan saja aku mesum" (ucap kak Riko sambil menjulurkan lidahnya)


Aku mengatakan "kakak kalau lagi mesum, kayak bukan kakak" (ucapku sambil menjulurkan lidah)


Kak Riko mengatakan "maksudnya?"


Aku menjawab "kakak kan selalu baik, perhatian, kadang-kadang pendiam. Tapi sekarang jadi mesum dan nakal" (ucapku sambil tertawa)


Kak Riko mencubit pipi aku dan mengatakan "berani kamu menjelekkan aku"


Aku menjawab "ampun kak, iya aku salah sudah menjelekkan kakak tadi, lepasin dong"


Kak Riko melepaskan pipi aku, dan mengatakan "begitu dong" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


"Tadi waktu pingsan, aku bertemu seseorang" ucapku dengan ragu


"Siapa?" Tanya kak Riko


Aku menjawab "aku tidak mengenalnya, dia tidak terlihat seperti bangsa manusia, bangsa peri ataupun bangsa duyung"


"Memang orang itu terlihat seperti apa? Apa menyeramkan?" Tanya kak Riko penasaran


Aku menjawab "dia tidak menyeramkan, laki-laki ini terlihat sangat tampan. Di sekitar tubuhnya dikelilingi cahaya putih dan dia memiliki sayap yang berkilau emas"


"Disekitar tubuh dikelilingi cahaya putih dan memiliki sayap berkilau emas? Kamu yakin?" Tanya kak Riko padaku


Kak Riko mengatakan "aneh, mungkin itu semua hanya mimpi, kamu jangan terlalu memikirkan, yang terpenting sekarang adalah kamu harus sembuh" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku menjawab "mungkin memang cuma mimpi, tapi kenapa mimpi itu seperti nyata sekali. Aku harus cepat sembuh, besok pagi aku harus bertemu dengan ayah untuk membuat buku silsilah keluarga"


"Kamu besok pagi jadi pergi ke dunia peri, kamu kan lagi sakit?" Tanya kak Riko padaku


Aku menjawab "aku sudah janji sama ayah dan kakek untuk datang, aku tidak ingin mengecewakan mereka" (ucapku sambil tersenyum)


"Ya sudah, kamu boleh pergi ke dunia peri. Tapi juga harus ingat kesehatan, besok kamu sekolah?" Tanya kak Riko padaku


Aku menjawab "aku sekolah, aku tidak mungkin bolos. Aku sebagai ketua juga harus bertanggung jawab untuk acara amal Minggu depan, besok ada kegiatan untuk acara amal, jadi aku harus membantu mereka" (ucapku sambil tersenyum)


"Kamu yakin, luka kamu tidak akan apa-apa? Luka kamu kan parah" tanya kak Riko dengan wajah khawatir


Aku menjawab "aku akan baik-baik saja, Kenan pasti akan membuat obat yang akan membuat aku sembuh dengan cepat. Obat pereda rasa sakit sementara juga sangat manjur, rasa nyeri di perut aku sudah tidak terasa" (ucapku sambil tersenyum)


"Hebat sekali si Kenan" ucap kak Riko dengan wajah cemberut


Aku menjawab "kakak tidak perlu cemburu seperti itu, Kenan cuma teman" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko mengatakan "iya sayang, aku percaya" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


"Aduh" ucapku dengan keras


Tiba-tiba aku merasa nyeri di perut aku. Kak Riko terlihat khawatir, aku mencoba tersenyum.


Kak Riko mengatakan "kamu kenapa?" (Ucap kak Riko dengan wajah khawatir)