Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Teman



Ibunda menjawab “tapi kita baru saja mengobrol”.


Aku mengatakan “aku harus kembali, aku sudah terlambat. Tadi aku izin ke toilet karena kaki aku tersiram air dan aku berfikir lebih baik aku pergi ke dunia duyung daripada aku ketahuan”.


Ibunda menjawab “baiklah, pergilah. Ingat untuk datang lagi kemari”.


Aku menjawab sambil tersenyum “baiklah ibunda, aku pergi dulu”.


Aku langsung pergi ke perbatasan dan aku langsung berfikir untuk berada di dalam toilet yang kosong, seketika aku sudah berada di dalam toilet yang kosong. Aku segera mengeringkan ekor agar cepat berubah jadi kaki manusia, dan aku keluar menuju ke kelas. sepuluh menit lagi jam istirahat akan berakhir, aku berfikir “pasti Jesika, Rani dan Siska sudah berada di kelas. Mereka kan kalau makan cepat, apalagi istirahatnya empat puluh lima menit. Aku harus cepat-cepat pergi ke kelas sebelum mereka curiga”.


Aku memasuki kelas, ternyata benar tebakan aku. Jesika, Rani dan Siska sudah berada di kelas. Aku mencoba tersenyum pada mereka sambil berjalan ke tempat duduk, tapi wajah mereka terlihat kesal padaku. Tiba-tiba Jesika bertanya pada aku “kamu darimana saja?, kami khawatir padamu”.


Aku menjawab “aku di toilet membersihkan rok”.


Rani mengatakan “kamu berbohong, setelah kami makan terus kami ke kelas. Karena tidak melihat kamu di kelas maka kami cari kamu ke toilet tapi kamu tidak ada”.


Aku bingung harus jawab apa, jadi aku harus berbohong pada mereka “tadi aku pergi ke perpustakaan”.


Siska mengatakan “kami tadi juga mencari kamu di perpustakaan tapi kamu tidak ada”.


Aku berfikir “aku harus mengalihkan pembicaraan ini, kalau tidak mereka pasti akan bertanya tanpa henti”.


Aku mecoba mengalihkan pembicaraan “kenapa kalian bawel sekali, tadi aku jalan-jalan karena bosan. Mungkin waktu kalian cari aku sudah pergi jalan-jalan, sudahlah tidak perlu dipikirkan. Aku lapar, kalian tidak lupa membelikan aku roti coklat kan?”.


Rani memberikan roti coklat padaku dan mengatakan “ini roti coklat dan minum untuk kamu, maaf kami tadi banyak bertanya ya”.


Siska dan Jesika kompak mengatakan “maafkan kami juga ya” (sambil tersenyum).


aku menjawab "iya" (ucapku sambil tersenyum).


sepuluh menit berlalu dan jam menandakan pelajaran dimulai, kami belajar dengan serius. Jam empat sore dan bel sekolah pun berbunyi, kami pulang bersama. Aku mencoba menelepon kak riko sebelum keluar kelas, kak Riko mengangkat telepon aku “hallo kak, apa kakak bisa jemput aku sekarang?”.


Kak riko menjawab “baiklah tunggu sebentar, jangan keluar sekolah sebelum kakak datang”


Aku menjawab “iya kakak ku yang bawel. Hati-hati di jalan”, kemudian aku mematikan telepon.


Teman-teman ku yang sudah dijemput supir mereka ikut menemani aku menunggu kak Riko datang, dua puluh menit berlalu, kak riko datang dan kami pulang bersama. Kak riko tiba-tiba berhenti disebuah butik, lalu mengatakan “ayo turun, ikut aku masuk ke butik”.


aku bertanya “kenapa kita ke butik?”.


Kak Riko menjawab “beli baju, malam ini kakak ada acara di kampus. Kamu temenin kakak pergi ke acara kampus nanti jam enam malam, aku sudah minta izin sama papa dan mama”.


Aku bertanya pada kak Riko “acara apa kak sampai ke butik?”.


Kak Riko menjawab “acara amal yang diadakan untuk semua mahasiswa ataupun dosen yang mau berbagi kepada orang yang membutuhkan, uang akan diberikan kepada anak yatim piatu, panti jompo dan orang-orang miskin. Acara ini juga untuk mempererat hubungan semua mahasiswa dan dosen, acara ini akan dilakukan 2 bulan sekali sama anak-anak anggota BS”.


Aku bertanya pada kak Riko “BS itu apa?”.