
Aku masuk ke kamar ayah dan duduk di kasur ayah, ayah mengatakan "semua dayang dan prajurit tunggu di luar, aku ingin mengobrol berdua dengan putri kandung aku".
Dayang dan prajurit mengatakan "baik yang mulia pangeran, kami permisi".
Ayah menutup pintu, ayah mengambil sebuah buku. Ayah berjalan mendekati aku dan duduk di sebelah aku dan mengatakan "ini buku silsilah keluarga kita, setiap keturunan kerajaan akan dibuatkan buku silsilah oleh orang tua. Ayah akan buatkan buku ini untuk kamu besok" (sambil memberikan buku silsilah keluarga kepada aku).
Aku menerima buku ini dan menjawab "terima kasih ayah".
Aku membuka buku silsilah keluarga lembar demi lembar, ayah mengatakan "sama-sama Amora, pertama, ayah akan ceritakan tentang silsilah keluarga kita. Nama kakek kamu adalah FAHAD YOVIENE, nama nenek kamu adalah ALIA YOVIENE, nenek kamu adalah permaisuri kerajaan ini dan istri pertama kakek kamu, nenek kamu meninggal saat ayah berusia sepuluh tahun karena sakit. Nama paman kamu adalah RAFA YOVIENE dan ibu dari paman kamu bernama ERINA YOVIENE dia adalah selir dan istri kedua kakek kamu, nenek Erina meninggal saat usia ayah lima belas tahun".
Aku mengatakan "lalu bagaimana cerita tentang seorang keturunan abadi?".
Ayah menjawab "ada banyak makhluk di dunia ini, seperti yang kamu ketahui adalah bangsa peri dan bangsa duyung. Manusia adalah makhluk yang paling lemah dari semua bangsa, rakyat setiap bangsa juga adalah makhluk yang lemah, rakyat setiap bangsa setingkat diatas manusia. Tapi para keturunan kerajaan setiap bangsa selalu memiliki kekuatan, kekuatan yang sangat luar biasa".
Aku bertanya "lalu apa hubungannya dengan seorang keturunan abadi?".
Ayah menjawab "dahulu, semua bangsa adalah dewa-dewi dan manusia saja, hingga suatu hari dua pangeran dari bangsa dewa-dewi bertengkar selama bertahun-tahun. Para panglima dan menteri mulai marah dengan kelakuan mereka, raja juga tidak peduli dengan perilaku putra mereka. Para pengawal, menteri berserta keluarga dan rakyatnya memutuskan pergi dari kahyangan. Para pengawal dan menteri pergi mencari tempat tinggal lain seperti di langit, di laut bahkan di bumi. Sejak kepergian itu, raja dewa mengutuk jika mereka (semua bangsa yang pergi) menikah tidak dari bangsa yang sama maka akan terlahir seorang keturunan abadi. Seorang keturunan abadi akan mendapatkan nasib sial, dia akan menjadi pembunuh dan perusak. Di hari kelahiran dan kematiannya akan terjadi bencana yang sangat luar biasa, dia bisa dengan mudah merusak kehidupan manusia. Akan banyak manusia yang meninggal karena kelahirannya dan juga karena kematiannya, itu adalah takdir dari seorang keturunan abadi".
Ayah menjawab "iya sayang, itu adalah takdirmu. Maafkan ayah, seandainya ayah tidak menikahi ibu kamu, mungkin kamu tidak akan terlahir jadi seorang keturunan abadi".
Aku sedih dan marah dengan takdir aku yang terlahir menjadi seorang keturunan abadi, aku berfikir "apa aku akan menghancurkan keluarga aku yang sudah merawat aku sejak lahir?".
Ayah membuyarkan lamunan aku dan mengatakan "kamu tenang saja sayang, kamu putri ayah dan kamu bukan orang jahat. Kamu tidak akan menjadi seorang pembunuh atau perusak seperti takdir dari seorang keturunan abadi".
Aku tersenyum dan mengatakan "iya ayah".
Ayah mengatakan "besok, kamu temui ayah di pagi hari. Kita akan buat buku silsilah keluarga untuk kamu".
Aku menjawab "maaf ayah aku tidak bisa jika pagi, bagaimana jika besok malam saja?".
Ayah mengatakan "baiklah besok malam, kita akan buat buku silsilah keluarga untuk kamu. Sekarang kamu ingin makan bersama ayah?".