Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
bercerita tentang rasa sedih



"Iya ayah, itu botol obatnya, terima kasih ayah sudah mencarikan botol obat ini" ucapku sambil tersenyum


"Ini ambil obat kamu, ayah tadi kan menyuruh kamu untuk menunggu ayah" ucap ayah sambil memberikan botol obat kepada aku


"Ayah lama, aku kan harus kembali ke dunia manusia, aku kan harus berangkat ke sekolah" ucapku kepada ayah


"Maaf, tadi kakek kamu ingin mengobrol dengan ayah" ucap ayah sambil tersenyum


"Mengobrol tentang pengangkatan ayah sebagai raja dan mengantikan posisi kakek?" Ucapku dengan tegas


"Kamu tahu dari mana tentang berita ini?" Ucap ayah merasa bersalah


"Tidak penting aku tahu darimana, kalau memang ayah tidak ingin memberi tahu aku. Aku tidak akan memaksa ayah untuk bercerita, sekarang aku harus pergi. Selamat tinggal ayah, selamat tinggal kakek" ucapku kepada mereka


"Amora, tunggu. Ayah bisa jelaskan semuanya" ucap ayah dengan rasa bersalah


Aku tidak mendengarkan apa yang ayah katakan, aku berlari hingga menuju pagar pembatas. Aku memasuki pagar pembatas dan aku berada di dunia manusia, aku menghampiri kak Riko. Kak Riko sudah rapi seperti biasa, aku berhenti tepat di depan kak Riko. Aku fokus berubah menjadi manusia, dan seketika aku sudah menjadi manusia biasa.


"Hai sayang, luka kamu tidak apa-apa kan?" Tanya kak Riko dengan khawatir


"Tidak apa-apa kak" ucapku sambil tersenyum


"Kamu ada masalah ya?" Tanya kak Riko penasaran


"Tidak kak" jawabku berbohong


"Kamu tidak perlu berbohong, kamu cerita saja" ucap kak Riko kepadaku


"Aku cuma sedih saja" ucapku dengan perasaan sedih


"Sedih kenapa?" Tanya kak Riko


"Ayah akan menjadi seorang raja mengantikan kakek, tapi ayah tidak mengatakannya padaku" ucapku pada kak Riko


"Aku diberitahu paman Joni, paman Joni ini sahabat ayah" ucapku dengan nada sedih


"Mungkin ayah mamu punya alasan tersendiri, kenapa kamu tidak tanya langsung saja ke ayah kamu?" Ucap kak Riko kepadaku


"Aku malas mendengar penjelasan ayah, aku tadi kabur saat ayah menjelaskan. Ayah saja sudah tidak jujur padaku, ayah juga bisa berbohong saat menjelaskan" ucapku malas


"Kamu seharusnya dengarkan dahulu penjelasan ayah kamu, ayah kamu pasti sedih karena melihat kamu lari seperti tadi" ucap kak Riko menasehati


"Aku tidak peduli, aku sedang tidak ingin berbicara sama ayah, aku juga tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari ayah" ucapku kesal


"Sabar sayang, kamu jangan marah. Ayah kamu pasti punya alasan kenapa tidak memberi tahu kamu, ya sudah kita tidak membahas tentang ayah kamu lagi" ucap kak Riko sambil tersenyum


"Iya kak" jawabku sambil tersenyum


"Kamu sudah makan sayang?" tanya kak Riko penuh perhatian


"Belum makan, tadi langsung pergi dari dunia duyung dan dunia peri tanpa makan" ucapku tidak bersemangat


"Kamu mau makan dahulu, atau makan di mobil?" Ucap kak Riko sambil tersenyum


"Aku makan di mobil saja, ayo kita berangkat kak" ucapku sambil membalas senyuman kak Riko


"Ya sudah, ayo sayang. Makanan kamu sudah ada dalam tas, semua buku dan handphone kamu juga ada di dalam tas" ucap kak Riko penuh perhatian


"Makasih kak, kakak sudah mempersiapkan semuanya" ucapku sambil tersenyum


"Sama-sama sayang, lagipula kamu lagi sakit. Aku ingin kamu cepat sembuh dan tidak merasakan sakit lagi" ucap kak Riko sambil tersenyum


"Kak Riko memang yang terbaik" ucapku sambil tersenyum


"Kamu bisa saja, obatnya sudah kamu bawa kan?" tanya kak Riko penuh perhatian