Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Sikap kak Riko yang menjadi aneh



Aku mandi, kemudian meminum obat dan mengoleskan obat ke perut aku. Aku merapikan kembali seragam sekolahku, setelah mengoleskan obat. Aku memasukkan buku pelajaran ke dalam tas dan kemudian turun ke bawah, saat sampai di meja makan, aku mencium pipi papa, mama sambil mengucapkan "selamat pagi pa, ma".


Papa dan mama menjawab "pagi princess".


Saat di depan kak Riko, aku merasa jantung aku berdebar-debar. Aku mencium pipi kak Riko dan mengatakan "pagi kak".


Kak Riko menjawab "pagi princess".


Aku duduk di kursi, aku melihat kak Riko selalu menatap ke arah aku. Papa dan mama menceritakan tentang pesta kemarin malam, aku melihat kak Riko pagi ini jadi pendiam, aku berfikir "kenapa kak Riko jadi pendiam ya, apa karena ciuman kemarin?".


Setelah selesai makan, kak Riko berdiri dan mengatakan "pa, ma aku berangkat ke kampus ya".


papa mama kompak menjawab "okay".


Tiba-tiba kak Riko menoleh ke arah aku dan mengatakan "Rindu, Kamu mau kakak antar ke sekolah tidak?".


Aku menjawab "oh, boleh, aku ikut, kakak tunggu di mobil saja, nanti aku menyusul".


Aku pergi ke dapur mengambil dua kotak bekal, aku memasukkan roti isi selai coklat ke dalam kotak berwarna biru untuk aku dan roti isi selai kacang ke dalam kotak berwarna merah untuk kak Riko. Mama bertanya "roti itu untuk siapa Rindu?".


Papa menjawab "jangan-jangan untuk pacar kamu ya Rindu?".


mama mengatakan "cie Rindu punya pacar nih".


Aku menjawab "ya bukan pa, ma. Roti ini untuk kak Riko, kak Riko kan suka telat makan, jadi aku bawain ini untuk kak Riko".


Setelah memasukkan kotak bekal ke dalam tas, aku keluar menuju mobil kak Riko. Saat perjalanan menuju ke sekolah, aku memberikan kotak bekal ke kak Riko dan mengatakan "ini untuk kakak, roti isi selai kacang, siapa tau kakak males ke kantin jadi aku buatkan roti".


Sifat kak Riko berubah jadi aneh, apa coba aku tanya saja sama kak Riko apa yang sebenarnya terjadi, aku mengatakan "kak, boleh tanya sesuatu?".


Kak Riko menjawab "boleh".


Aku mengatakan "kakak kenapa jadi pendiam dan dingin begini?, Kemarin kakak baik-baik saja".


Kak Riko menoleh ke arah aku dan menjawab "aku cuma lagi ada banyak tugas, aku diam karena memikirkan bagaimana caranya menyelesaikan semua tugas dalam beberapa hari ini".


Aku mengatakan "kakak yakin, cuma mikir tugas?".


Kak Riko menjawab "iya princess, kamu tenang saja" (ucapnya sambil tersenyum).


Aku mengatakan "ya sudah, kalau kakak baik-baik saja" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko mengelus rambut aku, tidak lama kita sampai di sekolah aku. Aku mengucapkan "terima kasih sudah mengantar aku ke sekolah, oh ya jangan lupa nanti rotinya dimakan" (ucapku sambil tersenyum).


Kak Riko memegang tanganaku, aku menoleh ke arahnya. Kak Riko mengatakan "nanti aku jemput".


Aku menjawab "okay" (ucapku sambil tersenyum).


Aku keluar dari mobil kak riko, aku melihat Jesika, Siska dan Rani sedang menunggu aku seperti biasa. Aku menghampiri mereka dan mengatakan "hey semua" (ucapku sambil tersenyum).


Mereka memeluk aku, Siska mengatakan "kamu kemana saja beberapa hari ini, kata kak Riko kamu menghilang" (ucapnya sambil menjewer telinga aku).


Aku mengatakan "kita ke kelas, nanti aku ceritakan. bentar lagi juga bel masuk berbunyi".