Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Perang membantu Romo



Aku masuk ke dalam istana, aku memanggil ibunda, tidak lama kemudian ibunda muncul dan aku bertanya "ibunda, kemana para penjaga? Kenapa istana jadi sepi seperti ini?".


Ibunda menjawab dengan wajah murung "terjadi pemberontakan, semua sedang berperang di perbatasan kota bagian timur, Romo dan sebagian para prajurit pergi ke perbatasan kota bagian timur untuk berperang dari kemarin sore, dan sampai sekarang belum ada kabar apapun dari mereka semua yang ada di perbatasan kota".


Aku bertanya "bagaimana bisa terjadi pemberontakan?, Mereka melakukan pemberontakan karena apa?".


Ibunda menjawab "ada seseorang yang bernama BAYU, dia ingin merebut tahta kakek kamu, dulu dia melamar Ibunda untuk mendapatkan tahta kakek kamu, tapi ibunda menolaknya karena ibunda sudah jatuh cinta pada ayah kamu lebih dulu. Dia menghasut orang-orang untuk membantunya mengalahkan kakek kamu".


Aku mengatakan" ibunda izinkan aku pergi ke Medan perang, aku ingin membantu Romo disana, kasihan Romo sendirian disana".


Ibunda menjawab "tidak, ibunda tidak mengizinkan kamu pergi ke Medan perang, kamu perempuan dan kamu juga tidak tahu bagaimana cara berperang".


Aku mengatakan "tapi aku harus pergi ke Medan perang, Romo tidak memiliki siapapun untuk membantunya di Medan perang. Aku harus pergi ke Medan perang, mungkin dengan begini Romo bisa menerima aku dan ayah suatu hari nanti".


Ibunda menjawab "ibunda tahu keinginan kamu tapi ibunda tak ingin kamu terluka".


Aku mengatakan "aku tidak akan terluka, aku kan anak ibunda dan ayah, aku juga cucu Romo. Aku tidak akan menjadi orang lemah, ibunda bilang ayah adalah orang yang hebat. Aku pasti memiliki kekuatan hebat dari ayah, aku juga pasti akan hebat seperti ayah ku".


Ibunda menghela nafas dan menjawab "baiklah, kamu boleh pergi ke Medan perang tapi ingat untuk menjaga diri sendiri. Jangan sampai kamu terluka".


Setelah berpelukan, ibunda menyuruh dayang untuk memanggil semua prajurit untuk datang. Tidak lama kemudian para prajurit datang dan ibunda mengatakan "sebagian prajurit temani putri aku pergi ke Medan perang yang berada di perbatasan kota bagian timur dan sebagian berjaga di istana, sekarang persiapkan semua alat perang dan makanan untuk diri kalian sendiri dan untuk putri aku".


Mereka mengatakan "baik tuan putri, kami permisi dulu".


Ibunda berpesan "ingat jangan sampai kamu terluka, jaga diri kamu baik-baik dan cepat kembali".


Aku tersenyum pada ibunda dan menjawab "iya ibunda tersayang".


Tidak lama kemudian prajurit datang dengan membawa alat perang, makanan dan minuman, ibunda berpesan pada para prajurit "kalian semua jaga putri ku baik-baik, jangan sampai siapapun melukai dia".


Para prajurit menjawab "baik tuan putri".


Aku pergi mengikuti para prajurit menuju ke belakang istana, salah satu prajurit mengatakan "silahkan naik ke atas kuda ini tuan putri".


Mereka membantu aku naik ke atas kuda dan kami pergi ke Medan perang, aku menyuruh semua prajurit untuk mempercepat perjalanan. Kami mempercepat perjalanan dan saat malam hari kami sampai di Medan perang, aku melihat di tenda sudah ada begitu banyak prajurit yang terluka dan sedang diobati oleh tabib, bahkan ada banyak prajurit yang meninggal. Aku bertanya pada prajurit yang ada di tenda itu "dimana Romo berada sekarang?".