Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Keinginan kembali ke Dunia Manusia



Aku berusaha bangun dari tempat tidur ku, tapi aku merasa sakit di bagian perut ku. Aku harus menahan rasa sakit ini dan menemui ibunda, aku tidak ingin ibunda marah pada aku. Aku juga berfikir "bagaimana bisa aku besok kembali jika sekarang saja aku masih sangat merasakan sakit di perut aku?".


Aku turun secara perlahan dari tempat tidur sambil memegang perut ku yang terasa sangat menyakitkan, karena perut ku terasa sangat sakit, tiba-tiba tabib datang dan melihat aku mencoba berdiri dari tempat tidur. Tabib mengatakan "kenapa anda bangun dari tempat tidur anda, kondisi anda masih tidak baik. Jika anda bangun dan berjalan seperti ini, maka luka anda bisa terbuka lagi dan akan menjadi lebih parah. Akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk menyembuhkan luka anda, jika luka anda terbuka".


Aku mengatakan "aku ingin pergi menemui ibunda, aku ingin berbicara dengan ibunda".


Tabib mengatakan "kenapa tidak menyuruh prajurit memanggil yang mulai tuan putri Afra kesini saja?".


Aku menjawab "tidak perlu, aku juga ingin jalan-jalan, aku bosan di kamar terus sepanjang hari".


Tabib mengatakan "baiklah anda boleh keluar kamar, mari saya bantu berdiri".


Aku berjalan dibantu tabib, aku berjalan sangat lambat. Aku melihat tabib yang membantu aku berjalan, dia terlihat sangat tulus dan tidak mengeluh sedikitpun. Dia masih muda, aku berfikir "sepertinya dia sedikit lebih tua dari aku, dan dia juga terlihat tampan. Semoga dia tidak menyukai aku, kalau tidak, pasti Romo dan ibunda akan menyuruh aku menikah dengannya"


Kami berjalan menuju kamar ibunda, saat sampai di kamar ibunda, aku tidak melihat ibunda di kamar. Aku berfikir "kemana ibunda pergi? Coba aku cari ibunda ke taman"


Aku mengatakan "tabib bisa bantu aku berjalan menuju taman? Mungkin ibunda berada di taman"


Kami berjalan menuju taman, aku harap ibunda ada di taman. Jika ibunda tidak ada di taman, maka aku harus mengelilingi istana ini, bahkan untuk berjalan menuju taman saja aku menahan rasa sakit di perut ku. Aku melihat ibunda berada di taman, dia sedang mengobrol dengan dayang yang bernama Laras, aku penasaran apa yang ibunda dan dayang Laras bicarakan. Aku mengatakan pada tabib "kita dekati ibunda tapi jangan mengeluarkan suara"


Tabib mengatakan "baik tuan putri"


Aku dan tabib berjalan tanpa mengeluarkan suara apapun, aku berhenti berjalan dan aku mendengar ibunda mengatakan "kenapa putri ku sangat keras kepala dan ingin kembali ke dunia manusia, apa di dunia duyung tidak menyenangkan untuknya?"


Dayang Laras menjawab "mungkin tuan putri AMORA menyayangi manusia itu karena bagaimanapun juga manusia itu yang telah merawat tuan putri AMORA sejak dia lahir"


Ibunda mengatakan "tapi dia lebih menyayangi manusia itu daripada aku, aku ini ibu kandungnya. Aku yang mengandung dan melahirkan dia, walaupun aku tidak merawat Amora dari kecil, tapi aku sayang menyayangi Amora" (tiba-tiba ibunda menangis)


Dayang Laras mengatakan "mungkin anda salah paham tuan putri, tuan putri AMORA pasti menyayangi anda seperti anda yang menyayangi tuan putri Amora, bagaimana pun anda ibu kandungnya"


Aku semakin mendekati ibunda dan mengatakan "ibunda"


Ibunda menoleh dan mengatakan "AMORA, kenapa kamu ada disini, bukankah kamu harus istirahat"