Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
kak Riko yang khawatir



Ibunda mengatakan " nanti kamu langsung ke istana, kamu tunggu kami di istana bila kami belum sampai, jangan pergi kemana-mana" (ucap ibunda sambil tersenyum)


Aku menjawab "okay ibunda, aku pergi dahulu" (ucapku sambil tersenyum)


Aku, Kenan dan beberapa prajurit pergi menuju perbatasan, beberapa menit kemudian kami sampai di perbatasan.


Aku mengatakan "terima kasih Kenan, kamu memang tabib terbaik" (ucapku sambil tersenyum)


Kenan menjawab "sama-sama Amora, ini sudah menjadi tugas aku. Aku juga tidak ingin kamu kenapa-kenapa" (ucap Kenan sambil tersenyum)


Aku mengatakan "ya sudah Kenan, aku pergi dahulu. Kamu pulangnya hati-hati" (ucapku sambil tersenyum)


Kenan menjawab "baik Amora'


Aku pergi memasuki pagar pembatas, aku fokus menuju kamar mandi aku. Saat aku membuka mata, aku sudah berada di kamar mandi. Aku tidak melihat kak Riko di kamar mandi, aku berfikir "mungkin kak Riko menunggu di luar, aku keluar kamar mandi saja"


Aku mengeringkan kaki aku, aku keluar kamar mandi. Aku melihat kak Riko sangat khawatir, dia terlihat sangat gelisah. Aku bertanya "kakak, kenapa terlihat khawatir dan gelisah?"


Kak Riko memeluk aku dan mengatakan "kamu kemana saja?, Kamu tidak apa-apa kan?" (Ucap kak Riko dengan wajah khawatir)


Aku menjawab "kak, lepasin pelukan kakak, perut aku sakit" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko melepaskan pelukan dan mengatakan "buka baju kamu, aku ingin melihat perut kamu" (ucap kak Riko dengan wajah khawatir)


Aku menjawab "aku baik-baik saja, kakak tidak perlu khawatir" (ucapku sambil tersenyum)


Aku membuka baju aku, kak Riko terkejut melihat luka yang ada di perut aku. Kak Riko mengatakan "kamu terluka parah seperti ini?, Jadi ini alasan kenapa kamu datang terlambat" (ucap kak Riko dengan wajah khawatir)


Aku menjawab "tadi ada masalah di dunia duyung, aku membantu seseorang yang akan tertembak karena perang antar desa. Tapi luka aku sudah di obati sama Kenan, setelah makan malam aku harus kembali ke dunia duyung untuk pengobatan" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko bertanya "apa sekarang luka kamu masih sakit?" (Ucap kak Riko dengan wajah khawatir)


Aku menjawab "sedikit nyeri, tapi sebelum kesini aku sudah minum obat pereda nyeri dan sekarang jauh lebih baik" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko mengatakan "kamu tunggu disini, aku akan ambil makanan, kita akan makan di kamar ini saja" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku menjawab "aku bisa turun tangga, perut aku cuma nyeri sedikit" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko menjawab "aku tidak ingin menanggung resiko luka kamu semakin parah, kita makan disini" (ucap kak Riko dengan suara tegas)


Aku menjawab "ya sudah, terserah kakak" (ucapku sambil tersenyum)


Kak Riko mengatakan "anak pintar, aku pergi mengambil makanan, kamu tunggu disini" (ucap kak Riko sambil tersenyum)


Aku menjawab "iya kak" (ucapku sambil tersenyum)


Aku melihat kak Riko berjalan keluar kamar, kak Riko menutup pintu kamar. Aku mengambil handphone, aku duduk di tempat tidur. Aku melihat jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam, pantas kak Riko khawatir tadi. Aku menunggu kak Riko sambil mendengarkan musik, ternyata mendengarkan musik membuat aku mengantuk dan akhirnya aku tertidur.


Tiba-tiba ada yang membangunkan aku dan mengatakan "sayang bangun, makan dahulu"