Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
kembali dari peperangan



Bibi Shinta mengatakan "baik tuan putri, kalau begitu saya permisi ke dapur" (ucap bibi sambil tersenyum)


Aku menjawab "iya bi" (ucapku sambil tersenyum)


Bibi pergi meninggalkan aku, aku pergi ke kamar. Aku merasa mengantuk, aku tertidur. Bibi membangunkan aku dan mengatakan "tuan putri Amora bangun, yang mulia raja dan yang mulia putri Afra sudah kembali"


Aku menjawab "mereka sudah kembali, sekarang jam berapa bi? (Ucapku sambil mengucek mata)


Bibi mengatakan "sekarang jam satu pagi tuan putri"


Aku menjawab "aku cuci muka dahulu bi, bibi temui mereka dqhulu saja"


Bibi mengatakan "baik tuan putri" (ucap bibi sambil tersenyum)


Aku berjalan menuju kamar mandi, aku membasuh muka aku. Aku keluar kamar mandi dan pergi menemui ibunda, aku bingung harus pergi kemana, bibi Shinta tidak memberi tahu aku.


"Romo, ibunda dan Kenan ada dimana?" Tanya aku pada dayang


"Yang mulia raja dan yang lainnya sedang berada di aula utama" ucap dayang padaku


"Makasih bi" ucapku pada dayang


Aku pergi ke aula utama, prajurit membukakan pintu aula utama untuk aku dan prajurit memberi salam "selamat datang tuan putri Amora" (ucap prajurit sambil tersenyum)


Aku tersenyum, aku masuk ke dalam aula utama.


Romo berdiri dan mengatakan "selamat datang Amora" (ucap Romo sambil tersenyum)


Aku menjawab "hai Romo" (ucapku sambil tersenyum)


Semua orang menoleh ke arah aku, tiba-tiba semua orang berdiri dan membungkuk seolah memberikan hormat padaku. Aku bingung, aku terdiam.


Romo mengatakan "kesini Amora" (ucap Romo sambil tersenyum)


Aku menjawab "baik Romo"


Aku menaiki anak tangga yang menuju ke atas panggung dimana ada Romo, ibunda, dan Kenan.


Aku menjawab "baik Romo"


Aku duduk disamping Kenan, Kenan tersenyum padaku, aku membalas senyuman dari Kenan.


Romo mengatakan "inilah cucu saya yang sangat pemberani, demi rakyat, dia rela terluka" (ucap Romo sambil tersenyum)


Aku membalas senyuman dari Romo, Romo mengatakan "Amora kemari"


Aku menjawab "baik Romo"


Aku berdiri disamping Romo, Romo mengatakan "mulai sekarang, Amora akan menjadi putri mahkota, semua orang harus menghormati Amora" (ucap Romo sambil memeluk aku dan tersenyum padaku)


Aku tersenyum pada Romo dan aku menjawab "terima kasih Romo, terima kasih karena sudah sangat menyayangi aku" (ucapku sambil memeluk Romo)


Romo mengatakan "kamu adalah cucu Romo satu-satunya, Romo bahagia dan bangga memiliki cucu seperti kamu" (ucap Romo sambil meneteskan air mata)


Aku menghapus air mata Romo dan menjawab "ini bukan perpisahan, jadi Romo tidak perlu menangis" (ucapku sambil tersenyum)


Romo memeluk aku dan mengatakan "terima kasih sudah datang dalam hidup Romo, Romo sangat bahagia. Kamu mirip seperti nenek kamu, nenek kamu adalah orang yang baik dan selalu tersenyum seperti kamu" (ucap Romo terlihat sedih dan menyesal)


Aku melepaskan pelukan dan menjawab "Romo jangan menangis, nenek pasti bahagia sekarang karena Romo adalah orang yang baik"


Romo mengatakan "Romo sangat sayang sama kamu"


Aku menjawab "Amora tahu kalau Romo sangat sayang sama Amora" (ucapku sambil tersenyum)


Romo menoleh ke arah semua orang dan mengatakan "baiklah sekarang kita rayakan pesta yang sangat membahagiakan ini, selamat menikmati hidangan yang ada" (ucap Romo sambil tersenyum)


Romo mengatakan "Afra, Amora dan tabib Kenan, ikut saya, ada yang ingin saya katakan"


"Baik Romo" jawab ibunda


"Baik Romo" jawabku


"Baik yang mulia raja" jawab Kenan