Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
mengobrol dengan kak Riko



Kak Riko mengatakan "sini biar kakak bantu kamu mengoleskan obat".


Aku menjawab "tidak perlu kak, aku bisa sendiri".


Kak Riko mengatakan "aku tidak menerima penolakan, sini obatnya biar aku bantu mengoleskan".


Aku memberikan obat kepada kak Riko, kak Riko mengoleskan obat di perut aku. Aku bisa merasakan sentuhan tangan kak Riko yang begitu lembut, aku melihat wajah kak Riko, dia terlihat serius dan berhati-hati. Mungkin kak Riko tidak ingin menyakiti aku, jadi dia mengoleskan dengan sangat lembut.


Kak Riko membuyarkan lamunan aku dengan mengatakan "sudah selesai, sini biar aku bantu merapikan baja kamu".


Aku menjawab "tidak perlu kak, aku bisa sendiri".


Kak Riko mengatakan "tidak terima penolakan".


Kak Riko membantu aku merapikan pakaian, kemudian mengatakan "kamu istirahat saja dulu, aku mau berbicara sama papa dan mama".


Kak Riko mencium kening aku, kemudian pergi keluar kamar. Saat kak Riko keluar, entah kenapa aku jadi salah tingkah. Aku merasa bahagia, aku menutupi wajah aku yang penuh kebahagiaan. Tiba-tiba aku merasa sakit di bagian perut aku, aku berfikir "kapan rasa sakit ini hilang, masa beneran selama seminggu baru membaik".


Aku mencoba untuk tidur, saat aku bangun. a


Aku melihat ada kak Riko disampingku, aku membangunkan kak Riko, saat kak Riko bangun, dia mencium kening aku lagi dan mengatakan "kamu sudah bangun princess, sekarang kamu makan dulu ya".


Aku menjawab "tapi aku lagi tidak ingin makan kak".


Dengan malas aku memakan makanan itu, aku bertanya "apa saja yang terjadi selama aku tidak di rumah?".


Kak Riko menjawab "saat aku pulang dan sampai di rumah, mama mengatakan bahwa kamu belum pulang. Aku mencoba mencari kamu di taman, menelepon teman-teman kamu sampai mengelilingi jalan hingga malam, tapi aku belum bisa menemukan kamu. Aku pulang dan papa bilang mau suruh orang buat cari kamu dan melapor ke polisi. Orang-orang sialan suruhan papa bilang mereka tidak bisa menemukan kamu, mereka juga mengatakan mungkin kamu meninggal dan tenggelam di sebuah pantai atau danau begitu. Aku tidak mempercayai apa yang mereka katakan, dan hari ini polisi datang ke rumah. Polisi sialan itu mengatakan bahwa mereka menemukan jasad yang memiliki ciri-ciri sama seperti kamu dan mereka mengatakan bahwa kamu tenggelam di danau taman, jasadnya ada di rumah sakit xx. Aku mengatakan aku tidak percaya tapi mereka menyuruh kami datang ke rumah sakit xx dan cek sendiri. Saat itu, semua bersedih dan tiba-tiba kamu datang, kedatangan kamu membuat kami semua bahagia, begitu ceritanya".


Aku mengatakan "maaf ya kak, aku membuat kakak, papa dan mama jadi sedih dan khawatir".


Kak Riko menjawab "tidak apa-apa, semua sudah berlalu, yang penting sekarang kamu baik-baik saja dan ada bersama kita lagi".


Setelah selesai makan, aku mengatakan "kak, seki sudah sore, aku mau mandi".


Kak Riko menjawab "biar aku bantu kamu mandi ya".


Aku segera menjawab "jangan".


Kak Riko bertanya "kenapa jangan?".


Aku menjawab "aku bisa mandi sendiri kok kak, tadi aku juga mandi sendiri kan".


Kak Riko mengatakan "tapi...".


Aku menjawab "tidak ada tapi, sekarang kakak keluar karena aku ingin mandi".