
Aku merasa malu dengan semua ucapan dan pelukan kak Riko sekarang, sejak dulu kak Riko memang suka memeluk aku didepan umum tapi pelukan dari samping bukan pelukan dari belakang seperti ini. Aku mengatakan “kak lepasin, kita diliatin banyak orang”.
Kak Riko menjawab “biarkan saja, wajar kalau kakak peluk adik kandungnya sendiri”.
Aku mengatakan “tapi kan banyak yang belum tahu kalau kita itu kakak adik, lepasin dong kak, nanti perempuan-perempuan yang suka sama kakak patah hati loh”.
Kak Riko menjawab “biarkan saja, memang itu keinginan aku dari dulu, biar mereka tidak suka lagi sama aku”.
Kak Bimo mengatakan “dasar Riko, modus terus”
Mereka berlima tertawa bersama karena mendengar ucapan kak Bimo dan tiba-tiba ada yang mengatakan “hai semua, boleh ikut gabung tidak?”.
Kami semua menoleh dan ternyata yang berbicara adalah perempuan bernama Rose. Aku melihat wajah kak Riko dan dia terlihat tidak suka dengan perempuan ini, aku berfikir “apa perempuan ini beneran kejam, hingga kak Riko juga tidak menyukainya?. Sepertinya aku harus berhati-hati dengan perempuan ini”.
Kak Andi menjawab “maaf kami hanya ingin mengobrol dengan sahabat saja, bukan dengan orang asing”.
Rose mengatakan “tapi perempuan ini juga orang asing kan, kenapa dia boleh mengobrol bersama kalian sementara aku tidak boleh?”.
Kak Riko menjawab “dia pacar aku dan mereka semua sudah mengenalnya lama”.
Rose mengatakan “baiklah, kalau begitu aku pergi dulu”.
Aku melihat Rose pergi dengan wajah yang sangat marah, tapi mereka berlima malah tertawa karena berhasil mengusir Rose. Sebenarnya aku kasihan melihat perempuan itu, tapi aku juga harus menjauh darinya daripada mendapat bahaya karena dia. Tidak lama setelah kepergian Rose, tiba-tiba ada yang mengatakan bahwa semua berkumpul di depan podium dan kami berkumpul di depan podium. Ada bapak-bapak yang mengatakan “terima kasih untuk semua dosen, staf dan mahasiswa yang telah datang pada acara ini dan berpatisipasi dalam acara ini”.
Aku bertanya pada kak Riko “yang berbicara di depan podium itu siapa kak?”.
Kemudian ketua rektor mengatakan “selamat menikmati pesta hari ini”.
Semua orang bertepuk tangan setelah mendengar kata sambutan dari ketua rektor. Setelah kata sambutan dari ketua rektor kemudian kak Dimas mengatakan “kita pergi ke tempat makanan yuk, aku lapar”.
Kak Farel menjawab “ayo pergi, aku juga lapar nih”.
Kami pergi ke tempat makanan dan tiba-tiba aku merasa ingin buang air kecil, aku bertanya pada kak Riko “kak, toiletnya dimana?”.
Kak Riko menjawab “ayo aku antar kamu ke toilet”.
Aku mengatakan “tidak perlu kak, biar aku sendiri saja, kakak tinggal kasih tahu aku di mana toiletnya saja”.
Kak Riko menjawab “tapi nanti kamu tersesat bagaimana?”
Aku mengatakan “tidak akan kak, aku sudah tujuh belas tahun dan bukan anak kecil lagi”.
Kak Riko menjawab“ya sudahlah kalau kamu tidak ingin aku antar. kamu tinggal lurus aja nanti di pintu kamu belok kiri, kamu lurus aja nanti ada tulisan toilet”.
Aku mengatakan “ya sudah kak aku pergi dulu”.
Kak Riko menjawab “kalau kamu kenapa-kenapa jangan lupa telepon kakak dan cepat kembali”.
Aku mengatakan “iya kakak ku tersayang yang bawel”.