Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
kekhawatiran ibunda



IBUNDA PART


Aku sangat khawatir melihat keadaan AMORA yang kesakitan seperti ini, apalagi saat Romo dan prajurit yang kembali ke istana membawa AMORA pulang dengan keadaan tertusuk dibagian perutnya dan dia tidak sadarkan diri, saat itu seperti aku kehilangan separuh hidup aku melihat AMORA terluka parah. Bagaimana pun saat ini yang aku miliki hanya AMORA, Jika terjadi sesuatu yang buruk padanya, bagaimana bisa aku bertahan hidup?.


Aku bertahan hidup hanya untuk AMORA dan mas RAMA. Aku sudah cukup sedih berpisah dengan mas RAMA dan AMORA selama tujuh belas tahun yang lalu, tujuh belas tahun yang lalu ingin rasanya aku mengakhiri hidup aku. Tapi aku teringat jika aku meninggal maka siapa yang akan menjaga dan merawat mas RAMA dan AMORA kelak?.


Setelah tujuh belas tahun yang lalu, aku selalu mencari tahu bagaimana keadaan mas RAMA dan AMORA, tapi aku tidak bisa tahu bagaimana keadaan mas RAMA. Tapi aku bisa mencari tahu bagaimana keadaan AMORA, karena cincin yang dipakai AMORA adalah penghubung antara aku dan AMORA. Aku bisa mencari tahu dimana dia dan bagaimana kondisinya lewat cincin yang selalu dia pakai, tapi ketika dia melepaskan cincinnya maka aku tidak bisa dengan mudah mencari tahu dimana dia berada dan bagaimana kondisinya.


Aku berharap agar suatu hari nanti aku, AMORA dan mas RAMA bisa berkumpul bersama menjadi satu keluarga. Selama ini aku selalu berfikir "apakah mas RAMA mencari aku dan AMORA? Apa dia masih bisa ingat tentang aku dan AMORA? Apakah masih ada kasih dan cinta di hati mas RAMA untuk aku dan AMORA?"


Selama ini aku selalu takut jika mas RAMA lupa pada aku dan sudah tidak mencintai aku lagi. Aku takut jika selama tujuh belas tahun ini mas RAMA sudah mencintai wanita lain, dan menikah dengan perempuan lain. Aku tidak pernah berbicara pada AMORA tentang apa yang aku pikirkan ini, karena aku tidak ingin AMORA khawatir dan bersedih, aku hanya ingin melihat AMORA bahagia.


.


.


.


AMORA PART


Aku membangunkan tabib, dia terbangun dan aku mengatakan "tolong suruh prajurit panggil ibunda kemari"


Tabib menjawab "baik yang mulia"


Setelah tabib menyuruh prajurit, dia kembali lagi. Aku mengatakan "tolong cepat buatkan aku resep untuk menghilangkan rasa sakit di perut aku ini hingga malam hari, karena aku akan kembali ke keluarga aku dan aku akan kembali ke istana ini pada malam hari"


Tabib menjawab "baik yang mulia tuan putri Amora, saya permisi dahulu"


Tabib pergi membuat obat untuk aku, tidak lama, ibunda dan Romo datang. Aku berusaha bangkit dari tempat tidur, aku berfikir "walaupun sudah berhari-hari diberi obat ternyata masih sakit rasanya perut aku"


Aku mencoba biasa saja, karena jika aku menunjukkan rasa sakit ku, aku pasti tidak diizinkan pergi dari istana ini sama Romo dan ibunda, aku berusaha tersenyum agar mereka percaya bahwa aku sudah lebih baik.


Romo bertanya "apakah kamu yakin Ingin kembali ke dunia manusia sekarang?"


Aku menjawab "tentu Romo, mereka pasti khawatir karena aku tidak pulang selama berhari-hari"