Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Mengobrol di kantin



Aku menjawab "tadi El kesini untuk mengingatkan kalau acara reuni lima hari lagi"


Siska mengatakan "cuma mengingatkan tentang reuni?"


Aku menjawab "iya, cuma mengingatkan tentang reuni"


Rani mengatakan "oh okay"


Aku menjawab "nanti, setelah makan, ada yang ingin aku ceritakan ke kalian"


Jesika mengatakan "kenapa tidak sekarang saja?"


Aku menjawab "kita makan dahulu, nanti aku ceritakan"


Siska mengatakan "ya sudah, kita makan dahulu saja"


Lima belas menit kemudian, kami selesai makan, Rani mengatakan "jadi apa yang ingin kamu bicarakan?"


Aku menjawab "sebenarnya...."


Aku terdiam, Jesika mengatakan "sebenarnya apa?"


Aku menjawab "sebenarnya aku bukan anak kandung kedua orang tua aku, dan kak Riko juga bukan kakak kandung aku" (ucapku dengan suara pelan)


Siska mengatakan "kamu benar bukan anak kandung orang tua kamu?" (Ucap Siska dengan suara pelan)


Aku menjawab "iya"


Rani mengatakan "bagaimana mungkin, bagaimana bisa kamu bukan anak kandung orang tua kamu?" (Ucap Rani dengan suara pelan)


Aku menjawab "sejak kecil, aku selalu bermimpi aneh. Aku bermimpi bahwa aku bukan anak kandung orang tua aku, saat usia tujuh belas tahun aku mengetahui bahwa aku bukan anak kandung orang tua aku"(ucapku dengan suara pelan)


Jesika mengatakan "jadi, orang tua kamu yang memberi tahu kamu?"


Aku menjawab "bukan"


Jesika mengatakan "lalu?"


Aku menjawab "takdir yang memberi tahu aku siapa diriku yang sebenarnya"


Rani mengatakan "maksudnya takdir?"


Aku menjawab "apa yang seharusnya terjadi, itu yang terjadi"


Siska mengatakan "sumpah aku tidak paham"


Kami terdiam, Siska mengatakan "tidak apa-apa Rindu, kamu sudah berterus-terang seperti ini saja, kami sudah senang"


Aku melihat ke arah mereka, mereka tersenyum, aku ikut tersenyum. Aku menjawab "terima kasih teman-teman, aku sayang sama kalian"


Mereka mengatakan "sama-sama Rindu, kami juga sayang sama kamu"


Jesika mengatakan "apa orang tua kamu tahu bahwa kamu bukan anak kandungnya?"


Aku menjawab "mereka belum tahu bahwa aku bukan anak kandung mereka"


Rani mengatakan "kak Riko tahu kalau kamu bukan adik kandungnya?"


Aku menjawab "iya, kemarin kak Riko tahu bahwa aku bukan adik kandungnya"


Siska " sekarang kalian jadi sepasang kekasih?"


Aku menjawab "iya, kami sepasang kekasih. Kemarin kak Riko menyatakan cintanya padaku"(ucapku sambil tersenyum)


Jesika mengatakan "orang tua kalian tahu hubungan kalian sebagai sepasang kekasih?"


Aku menjawab "orang tua kami belum tahu bahwa aku dan kak Riko adalah sepasang kekasih, mereka pergi ke luar negeri dari kemarin siang. Aku juga tidak ingin mereka tahu yang sebenarnya, aku tidak ingin mereka membenci aku"


Rani mengatakan "oh begitu"


Siska menjawab "kami akan selalu mendukung apapun yang kamu lakukan, selama kamu bahagia, kami juga akan bahagia" (ucap Siska sambil tersenyum)


Aku mengatakan "terima kasih" (ucapku sambil tersenyum)


Jesika menjawab "kita ke kelas yuk"


Rani mengatakan "kenapa kita ke kelas?"


Jesika menjawab "kalian lupa, sebentar lagi kan pelajaran Bu Betty (guru sejarah)"


Siska mengatakan "memang kenapa kalau pelajaran Bu Betty?"


Jesika menjawab "Minggu kemarin kan Bu Betty menyuruh kita masuk sepuluh menit sebelum pelajaran dimulai"


Aku menjawab "oh iya, ya sudah, ayo kita ke kelas"


Kami berjalan menuju ke kelas, untung saja Bu Betty belum masuk ke kelas. Kami duduk di bangku masing-masing, kami mengeluarkan buku pelajaran, dan meletakkannya di atas meja.