Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Menunggu dengan khawatir



Aku membasuh luka ku dengan air, aku keluar kamar mandi. Aku memakai baju ku. Aku mengobati luka di tangan ku sendiri dengan obat-obatan. Aku teringat bahwa terakhir kali aku makan waktu istirahat siang tadi, dan sekarang sudah jam 12 malam, tapi aku tidak selera makan dan tidak ingin makan. Aku duduk di tempat tidur dan melihat foto Rindu, seketika air mata jatuh membasahi pipi ku. Aku sangat merindukan dia, setiap aku tidak makan, maka dia akan selalu datang ke kamar dan membawa makanan. Kadang dia datang ke kamar kemudian berbaring di kasur dan mengomel tentang sesuatu, tapi semenjak ulang tahunnya yang ke tujuh belas tahun, dia menjadi lebih pendiam dan sikapnya jadi aneh.


Aku terus memikirkan Rindu, saat aku sadar dan melihat jam ternyata sudah jam sembilan pagi. Aku turun ke bawah dan mencari tahu apakah rindu sudah pulang, saat melihat wajah papa dan mama sepertinya aku tahu bahwa Rindu belum pulang. Aku bertanya pada papa dan mama "pa, ma apakah Rindu sudah pulang?".


Mama menundukkan kepala dan papa mengatakan "Rindu belum pulang, papa sudah suruh orang mencari rindu dan sudah melapor ke polisi, tapi sampai sekarang belum ada kabar".


Mendengar apa yang dikatakan papa membuat aku malas pergi ke kampus, percuma aku ke kampus karena aku tidak akan fokus ke pelajaran. aku naik ke atas dan menuju kamar, aku menelepon Bimo "Bim, aku izin tidak masuk hari ini, bilang saja lagi sakit".


Bimo menjawab "kamu sakit apa?".


Aku mengatakan "nanti siang kan tidak ada kelas, kamu ke rumah saja, nanti aku ceritakan, bye".


Aku mematikan telepon, aku lupa berapa lama aku menangis, tapi rasanya air mata ku tidak ingin berhenti menangis sebelum melihat rindu. Tiba-tiba ada yang mengagetkan "hai bro".


Aku menoleh dan aku melihat Bimo, Andi, Farel dan Dimas. Aku bertanya "kenapa kalian kesini, bukannya kalian ada kelas sampai jam dua belas siang?".


Andi mengatakan "kamu sehat bro? Sekarang sudah jam satu siang, ya mana mungkin kita ada kelas sampai jam segini".


Bimo menjawab "ya ampun, kalau tidak percaya, kamu lihat itu jam, sekarang sudah jam satu siang".


Aku melihat jam dan ternyata memang benar sekarang jam satu siang. Dimas bertanya "sebenarnya ada apa sih bro sampai kamu tidak masuk kuliah dan jadi aneh begini?".


Aku menjawab "Rindu hilang, terakhir kali dia menelepon mama kemarin siang, katanya dia di taman dan sampai sekarang dia belum pulang. Aku sudah mencari di taman tapi tidak ada, aku sudah menelpon semua teman-teman Rindu tapi tidak ada yang tahu dimana Rindu. papa sudah suruh orang buat cari Rindu dan melapor ke polisi tapi juga tidak ada kabar sampai sekarang".


Farel mengatakan "sabar ya bro, kamu sudah makan kan bro? Kamu kelihatan pucat?".


Aku menjawab "terakhir aku makan kemarin di kantin dengan kalian".


Bimo mengatakan "kenapa kamu tidak makan, bagaimana kalau Rindu pulang dan lihat kamu sakit, dia pasti sedih dan marah"


Aku menjawab "tapi Rindu belum pulang, tidak tahu bagaimana kondisinya, apa dia sudah makan atau belum".


Seketika air mata jatuh membasahi pipi ku, mereka memeluk aku untuk memberi semangat padaku. Aku tidak ingin makan sebelum rindu pulang, beberapa jam kemudian mereka pulang karena sudah sore, saat mereka pulang aku melihat jam dan ternyata sudah jam lima sore.