
Romo mengatakan "tapi luka kamu belum sembuh" (dengan wajah khawatir).
Aku menjawab " Romo tenang saja, aku akan baik-baik saja, aku kan cucu Romo, aku pasti kuat seperti Romo" (jawab ku sambil tersenyum dan menahan rasa sakit di perut ku).
Tabib datang dan memberikan ramuan obat, dia mengatakan "ini ada dua obat, yang satu adalah obat untuk diminum dan yang satu adalah obat untuk dioleskan ke tubuh tuan putri. Obat untuk diminum, caranya ambil satu sendok makan obat dan campurkan pada satu gelas air, obat minum diminum setiap rasa sakit anda muncul. Obat oles, dioleskan saat anda ingin tidur, agar anda tidak merasa sakit saat obat ini bereaksi".
Aku menjawab " apakah setiap aku meminum obat ini aku akan tertidur?".
Tabib mengatakan "saya tidak memberikan obat tidur diobat ini, jadi anda tidak akan tertidur setelah meminum obat ini, tapi anda akan merasakan rasa sakit yang sangat saat meminum ataupun mengoleskan obat ini karena tidak ada obat tidur di dalam kedua obat ini".
Aku menjawab "baiklah aku akan melakukan apa yang kamu katakan tadi, terima kasih".
Tabib mengatakan "sama-sama tuan putri, itu memang tugas saya".
Aku memasukan obat-obatan ke dalam tas aku, aku berdiri dan mengatakan "baiklah Romo, ibunda, aku pamit pergi dulu, nanti malam aku akan kembali lagi".
Ibunda memeluk aku dan mengatakan "jaga dirimu baik-baik".
Aku keluar toilet dan memesan mobil online untuk mengantar aku pulang ke rumah, sepuluh menit menunggu, akhirnya mobil datang. Aku masuk mobil dan lima belas menit kemudian aku sampai di rumah, aku masuk ke rumah dan aku melihat papa, mama dan kak Riko sedang berkumpul di ruang keluarga. Aku menyapa mereka "ma, pa, kak Riko kenapa kalian berkumpul dengan wajah sedih begitu?".
Mereka kompak menoleh ke arah aku dan kemudian mereka semua terlihat shock, mereka menuju ke arah ku dan memeluk aku sangat erat hingga aku merasa perut aku sakit. Tapi aku harus menahannya agar mereka tidak tahu bahwa aku sakit karena luka tusuk di perut ku, aku tidak ingin membuat mereka khawatir.
Papa bertanya "kamu pergi ke mana saja sayang, kenapa tidak memberi tahu kami?".
Aku menjawab "aku pergi liburan sama ibunda ke sebuah desa, sebenarnya aku mau meminta izin sama kalian tapi handphone aku baterainya habis jadi tidak bisa memberitahu kalian, maaf".
Mama mengatakan "kamu ini sudah membuat kami semua khawatir, lain kali jangan diulangi lagi".
Aku tersenyum dan menjawab "iya ma, pa. Lain kali aku akan meminta izin lebih dulu, oh ya ini ada oleh-oleh untuk kalian semua. Oh ya pa, ma, kak Riko aku mau ke kamar dulu, aku ingin istirahat, aku capek".
Mama mengatakan "baiklah kamu ke kamar, mandi terus istirahat".
Aku mengangguk kan kepala aku dan menaiki anak tangga hingga menuju ke kamar, saat menaiki anak tangga rasanya perut aku sangat sakit tapi aku harus menahannya. Saat sampai di kamar aku langsung mandi sesuai kata mama, terus aku berfikir aku akan meminum obat dan mengoleskan obat kemudian tidur.