Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Hidup dengan kenyataan aku seorang Putri Duyung



Di pagi hari aku menemukan fakta bahwa aku bukan manusia, tapi aku bangsa duyung. Jika aku bukan manusia itu berarti aku bukan putri kandung papa dan mama, aku sedih tapi aku tidak ingin mengatakan kebenarannya pada mereka. Aku tidak ingin ketika mereka tahu bahwa aku bukanlah putri kandung mereka, kemudian mereka akan mengusir aku dan membenci aku, tapi cepat atau lambat mereka pasti akan tahu bahwa aku bukan putri mereka. Sebelum mereka tahu, biarkan aku menikmati waktu bersama mereka.


Keesokan hari


Hari ini adalah hari pertama aku menjalani hidup sebagai putri duyung yang sesungguhnya, aku takut jika aku berubah menjadi putri duyung dan semua orang tahu tentang ini. Aku tidak ingin berbohong pada siapapun tapi aku juga tak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Aku sudah mulai terbiasa akan wujud ku yang menjadi putri duyung, sejak kemarin, setiap kaki ku terkena air maka aku akan berubah jadi putri duyung. Semoga hari ini aku tidak berubah menjadi putri duyung disaat yang tidak tepat. Setelah bersiap-siap aku turun ke bawah seperti biasa untuk sarapan bersama, seperti biasa juga aku mencium pipi mama, papa dan kak riko yang menyebalkan.


Setelah mengantar aku ke sekolah kak riko pergi ke kampus seperti biasa. Aku pergi ke kelas dan semua sahabat aku mengucapkan “selamat ulang tahun rindu”.


Aku terkejut melihat mereka mengucapkan selamat ulang tahun padaku sambil membawa kue ulang tahun dan hadiah untuk aku, saat tersadar aku mengucapkan “terima kasih teman-teman, kalian sudah mengingat ulang tahun ku”.


Teman-teman mengatakan ”ya jelas kami ingat, kan kami sahabat kamu dan saudara kamu” (mereka mengatakan sambil tersenyum dan kemudian mereka memeluk aku).


Dalam hati aku berfikir “aku beruntung memiliki sahabat seperti mereka, sahabat yang selalu menyayangi aku dan peduli padaku. Aku ingin mengatakan yang sebenarnya pada kalian semua Jesika, Siska dan Rani tapi itu tidak mungkin. maafkan aku sahabatku, karena aku berbohong sama kalian karena aku takut, kalian akan membenci aku dan tidak ingin bersahabat dengan aku lagi jika tahu yang sebenarnya”.


Setelah memakan kue, bel berbunyi yang menandakan bahwa waktu belajar dimulai.


Saat istirahat aku dan sahabat ku pergi ke kantin, saat perjalanan ke kantin, tiba-tiba ada yang menabrak aku dan menumpahkan minumannya ke rok aku. seketika kaki ku berasa panas. Aku tau ketika kaki ku panas seperti ini berarti aku akan berubah jadi putri duyung. Aku berfikir aku harus pergi dari sini secepatnya, aku mengatakan “aku pergi ke toilet dulu bersihkan rok ini, kalian makan saja dulu di kantin”.


Aku menjawab “tidak perlu, kalian ke kantin saja, aku baik-baik saja”.


Mereka kompak mengatakan “baiklah”


Tanya siska “kamu nanti akan menyusul kami ke kantin tidak?”.


Aku menjawab “sepertinya tidak, aku langsung ke kelas saja”.


Jesika bertanya “kamu mau kami belikan apa buat makan?”.


Aku menjawab “roti coklat sama air putih saja, ya sudah aku ke toilet dulu, bye”.


Aku pergi meninggalkan mereka dan berlari ke toilet. Di dalam toilet aku langsung berubah jadi putri duyung. Pikir aku dalam hati “untung tidak ada yang melihat aku dengan ekor ini”.