
Kak Riko bertanya "jadi kamu seorang putri di dunia duyung?"
Aku menjawab "iya aku seorang putri, baik di dunia duyung ataupun di dunia peri, itu sebabnya ayah dan ibunda bisa bertemu dan bersama"
Kak Riko mengatakan "jadi, kalau cuma rakyat biasa, tidak akan bisa ke dunia manusia?"
Aku menjawab "rakyat biasa, bisa saja pergi ke dunia manusia. Tapi mereka akan di hukum mati bila ketahuan oleh raja"
Kak Riko mengatakan "berarti kakek kamu jahat ya?"
Aku menjawab "awal bertemu Romo dan kakek, memang aku berfikir sama seperti kakak, Romo dan kakek adalah orang yang jahat. Tapi setelah mengenal mereka, mereka bukan orang jahat. Mereka hanya tegas, tapi mereka sangat penyayang" (ucapku sambil tersenyum)
Kak Riko mengatakan "oh begitu"
Aku menjawab "aku pergi ke dunia duyung ya kak, nanti jam tujuh aku kembali ke sini" (ucapku sambil tersenyum)
Kak Riko mengatakan "baiklah, kamu hati-hati" (ucap kak Riko sambil tersenyum)
Aku menjawab "okay kak" (ucapku sambil tersenyum)
Aku berkonsentrasi untuk pergi ke dunia duyung, saat membuka mata aku sudah berada di perbatasan. Aku menuju ke istana, aku masuk ke dalam istana. Aku mencari keberadaan Romo dan ibunda, aku pergi mencari ke kamar ibunda. Ibunda tidak ada di kamarnya, aku pergi ke kamar Romo dan ternyata Romo juga tidak ada. Aku pergi ke taman, tapi ibunda dan Romo juga tidak ada.
BRUK!!!!
Aku tidak sengaja menabrak bibi Shinta, aku bertanya "bibi tahu dimana ibunda sama Romo?"
Bibi Shinta menjawab "yang mulia raja ada di tempat perkumpulan dengan para menteri, jendral dan wakil jendral. Tuan putri Afra sedang berada di perbatasan desa binks dan desa lanks untuk melihat warga yang berada di perbatasan kedua desa yang terjadi peperangan"
Aku mengatakan "perang? Sejak kapan terjadi perang antar desa?"
Aku mengatakan "jadi Romo sedang mencari solusi bersama menteri dan jenderal begitu?"
Bibi Shinta menjawab "iya tuan putri"
Aku mengatakan "sejak kapan ibunda pergi ke perbatasan desa?"
Bibi Shinta menjawab "sejak tadi pagi, tuan putri Afra, tabib Kenan, para dayang dan prajurit pergi ke perbatasan desa"
Aku mengatakan "antar aku ke tempat pertemuan, aku ingin bertemu Romo"
Bibi Shinta menjawab "tapi yang mulia raja sudah berpesan bahwa tidak ingin diganggu, lebih baik tuan putri menunggu saja sampai pertemuan itu selesai"
Aku mengatakan "aku tidak bisa menunggu, kalau bibi tidak mau mengantar aku pergi ke tempat pertemuan itu. Bibi beri tahu aku dimana tempat pertemuan itu, aku akan pergi sendiri"
Bibi Shinta menjawab "biar saya antar tuan putri, mari tuan putri"
Aku berjalan mengikuti bibi menuju tempat pertemuan, aku melihat ada empat prajurit yang yang berjaga di depan pintu. Saat kami sampai di depan pintu, empat prajurit itu menghalangi aku dan bibi masuk.
Prajurit mengatakan "maaf yang mulia tuan putri Amora, yang mulia raja tidak ingin diganggu"
Aku menjawab "aku ingin bertemu Romo, cepat minggir!!!" (Ucapku dengan nada tinggi)
Prajurit mengatakan "maaf tuan putri, ini perintah dari yang mulia raja"
Aku menjawab "aku tidak peduli, aku ingin bertemu Romo, kalian minggir!!!" (Ucapku dengan nada tinggi)