Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Mengobrol dengan Ayah



Ayah mengatakan "siapa Romo?"


Aku menjawab "Romo itu adalah ayah dari ibunda"


Ayah mengatakan "jadi Romo itu adalah kakekmu? jadi Romo adalah ayah mertua ayah?"


Aku menjawab "iya Romo adalah kakekku, Romo adalah ayah mertua ayah"


Ayah mengatakan "ayo kita berbicara di kamar ayah"


Aku menjawab "iya ayah"


Ayah berbalik melihat kakek dan mengatakan "ayah, saya pamit dulu, saya ingin mengobrol dengan Amora"


Kakek menjawab "kamu ini, sekali putri kamu datang jadi langsung pergi. Ya udah kalian berdua pergi berbicara saja"


Ayah mengatakan "baik ayah, kami permisi"


Kakek tiba-tiba mengatakan "kamu jangan lupa buatkan makanan untuk cucuku, cucuku pasti lapar" (ucap kakek sambil tersenyum)


Aku berlari menuju kakek dan memeluk kakek, aku mengatakan "Terima kasih karena kakek sudah sayang dan perhatian sama aku" (ucapku sambil tersenyum)


Kakek menjawab "kamu kan cucuku satu-satunya, jelas kakek sangat sayang sama kamu" (ucap kakek sambil tersenyum)


Aku mengatakan "aku juga sayang sama kakek"


Kakek menjawab "kasian itu ayah kamu menunggu, nanti dia marah sama kakek lagi" (ucap kakek sambil tertawa)


Ayah mengatakan "ayah jangan ngomong aneh-aneh"


Kakek menjawab "lihat kan ayah kamu mendengar percakapan kita" (ucap kakek sambil tertawa)


Aku mengatakan "kakek, aku permisi dahulu, sebentar lagi aku harus masuk sekolah, jadi waktu aku tinggal sedikit lagi"


Kakek menjawab "ya sudah sampai ketemu lagi cucu kesayangan kakek" (ucap kakek sambil tersenyum)


Aku dan ayah pergi meninggalkan aula, aku dan ayah berjalan menuju kamar ayah. Kami masuk ke dalam kamar, sebelum ayah menutup pintu, ayah mengatakan "dayang cepat siapkan makanan yang enak untuk putri ku"


Dayang menjawab "baik yang mulia pangeran, kami permisi"


Dayang pergi menuju dapur, ayah menutup pintu. Ayah berjalan mendekati aku, ayah duduk ditepi tempat tidur, disamping aku. Ayah mengatakan "ibu kamu baik-baik saja kan?"


Ayah mengatakan "maaf sayang, kita tidak bisa membuat buku silsilah keluarga untuk kamu hari ini"


Aku mengatakan "ayah tidak perlu minta maaf, ini bukan salah ayah, ini kesalahan aku karena aku tidak datang tepat waktu"


Ayah mengatakan "tidak apa-apa sayang, kita buat besok pagi" (ucap ayah sambil tersenyum)


Aku menjawab "iya ayah" (ucapku sambil tersenyum)


Ayah mengatakan "apa kakek kamu menyukai ayah?"


Aku menjawab "sebenarnya, Romo sangat membenci ayah. Tapi ayah tenang saja, aku pasti akan selalu membela ayah" (ucapku sambil tersenyum)


Ayah mengatakan "terima kasih sayang, ayah sayang sekali sama kamu" (ucap ayah sambil tersenyum)


Aku menjawab "aku juga sangat sayang sama ayah" (ucapku sambil tersenyum)


Dayang mengetuk pintu dan mengatakan "permisi yang mulia pangeran dan tuan putri, kami datang membawa makanan"


Ayah menjawab "bawa masuk makanan itu"


Dayang masuk ke dalam kamar, ayah mengatakan "taruh makanan itu di atas meja"


Dayang menjawab "baik yang mulia pangeran"


Dayang menaruh makanan di meja, dayang mengatakan "kami permisi yang mulia pangeran dan tuan putri"


Dayang pergi, pintu tertutup. Aku bertanya "boleh aku bertanya sesuatu ayah?"


Ayah menjawab "silahkan putri kesayangan ayah"


Aku mengatakan "bagaimana caranya agar manusia biasa bisa bertemu dengan ayah?"


Ayah menjawab "apakah manusia biasa itu seorang laki-laki?"


Aku mengatakan "bagaimana ayah bisa tahu kalau dia seorang laki-laki?"


Ayah menjawab "aku adalah ayah kamu, ayah tahu apa yang kamu pikirkan dan rasakan" (ucap ayah sambil tersenyum)