
AMORA PART
Setelah mandi, aku keluar dari kamar mandi. Aku memakai pakaian, kemudian mengeluarkan obat dari dalam tas. Aku melihat ada segelas air di meja dan berfikir "untung aku selalu membawa air ke dalam kamar, kalau tidak aku harus turun ke dapur untuk mengambil air".
Aku mencampur satu sendok makan obat dengan satu gelas air, aku aduk kemudian aku minum. Setelah meminum habis obat itu, aku mengangkat baju aku hingga memperlihatkan bra yang aku pakai. Aku berbaring dan mengoleskan obat. Aku berfikir bahwa yang dikatakan tabib itu benar bahwa reaksi dari obat oles sangat menyakitkan, aku menahan rasa sakit itu dan terus mengoleskan hingga rata. Aku berfikir "ternyata luka ku sangat parah".
Setelah memikirkan itu aku tertawa sendiri karena aku berani berperang melawan banyak orang bahkan terluka seperti ini, dan tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar, aku melihat dan ternyata itu kak Riko. Dia melihat ke arah ku, aku segera menurunkan baju ku untuk menutupi perut ku yang terluka. Aku berfikir "aduh, bahaya nih. Kak Riko sudah melihat luka ku, pasti dia bakal khawatir. Mana dia melihat pakaian dalam aku juga, aduh malu-maluin banget".
Aku mencoba tersenyum agar kak Riko tidak khawatir, aku bertanya "kak Riko kenapa ke sini?".
Kak Riko tersadar dari lamunannya dan mengatakan "oh aku kemari untuk memberi kamu makanan, kamu pasti lapar kan".
Aku menjawab "makasih kak".
Kak Riko meletakkan makanan ke meja, dia duduk di tepi tempat tidur. Dia bertanya "kamu tadi lagi apa?".
Aku menjawab "tadi perut aku gatal, jadi menggaruk perut ku" (ucapku sambil tertawa kecil).
Aku menjawab "iya kak, cuma gatal saja".
Kak Riko mengatakan "coba buka baju kamu, aku ingin melihat kebohongan kamu. Aku ini kakak mu, setiap kamu berbohong, kamu tidak akan pernah melihat mata orang itu saat mengatakan sebuah kebohongan. Kamu juga berbohong kan soal pergi liburan bersama orang yang kamu panggil ibunda itu".
Aku terdiam dan dengan ragu aku menaikan baju ku hingga memperlihatkan luka yang ada di perut aku, kak Riko terkejut dan mengatakan "kenapa kamu bisa luka parah seperti ini? Katakan yang sebenarnya sekarang padaku".
Aku menjawab "emm... Sebenarnya saat aku mau pulang ke rumah aku melihat ada kakek-kakek yang ingin ditusuk oleh orang, aku menolong kakek itu dan saat aku bangun, aku bertanya pada dokter dan kata dokter aku koma selama satu hari lebih. Baterai handphone aku juga habis jadi tidak bisa menghubungi kalian semua, sebenarnya aku mau pulang waktu aku sadar tapi dokter bilang aku tidak boleh pulang sebelum seminggu. Aku memaksa supaya diizinkan pulang, dengan terpaksa mereka mengizinkan aku pulang tapi keesokan harinya".
Kak Riko bertanya "kata dokter bagaimana luka kamu ini?".
Aku menjawab "iya, katanya luka ku ini cukup dalam dan parah, karena itu aku mengalami koma selama satu hari lebih. Kata dokter luka ini akan membaik setelah seminggu, jadi selama seminggu aku harus meminum obat dan mengoleskan obat di perut ku. Kak, jangan beritahu papa sama mama ya".
Kak Riko menjawab "iya princess, kamu tenang saja kakak tidak akan beritahu papa dan mama, kalau papa mama tahu maka aku yang akan membela kamu".
Kak Riko membelai rambut ku, dan aku mengucapkan "terima kasih kak" (ucapku sambil tersenyum).