Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Pertemanan



Kami berjalan menuju kelas dan saat sampai kelas aku menceritakan "waktu pulang, siang hari aku pergi ke taman, terus waktu mau pulang dari taman, aku melihat ada kakek yang mau dibunuh. Aku mencoba menolongnya, tapi aku yang tertusuk. Saat aku bangun, aku berada di rumah sakit dan dokter mengatakan aku koma selama satu hari lebih, saat aku merasa membaik aku mengatakan pada kakek dan dokter bahwa aku ingin pulang, tapi kata dokter aku tidak boleh pulang sebelum sembuh. Aku memaksa mereka mengizinkan aku pulang dan keesokan harinya dengan terpaksa mereka mengizinkan aku pulang".


Jesika bertanya "tapi kamu tidak apa-apa kan?, Ada luka yang serius tidak?".


Aku menjawab "aku baik-baik saja, luka aku sudah lebih baik, tapi aku masih dalam masa pemulihan".


Rani mengatakan "tapi besok kan waktunya olahraga, kamu mau izin tidak olahraga saja?".


Aku berfikir dan mengatakan "benar juga, besok waktunya olahraga".


Siska menjawab "ya sudah, kamu besok izin saja".


Jesika mengatakan "benar itu, kalau olahraga nanti luka kamu jadi tambah parah bagaimana?".


Aku menjawab " ya sudah, besok aku izin tidak olahraga"


Rani mengatakan "santai, nanti kita bantu jelasin ke Bu Dina (guru olahraga)".


Aku menjawab "makasih ya teman-teman, aku sayang kalian semua".


Kami berpelukan, tidak lama bel berbunyi yang menandakan waktu masuk. Pelajaran berjalan seperti biasa, bel istirahat berbunyi. Rani mengatakan "ayo kita ke kantin, aku sudah lapar banget".


Jesika menjawab "kebiasaan kamu Ran, kalau habis pelajaran matematika selalu bilang lapar banget" (ucapnya sambil tertawa).


Siska mengatakan "memang dasar si Rani, waktu ada pak putra (guru matematika) mengajar dia diam dan jadi manis, tapi waktu pelajaran pak putra selesai mengajar dia langsung kelaparan".


Kami tertawa bersama sedangkan Rani cemberut karena dibully Jesika dan Siska, aku mengatakan "sudah, kasian Rani selalu kita bully. Dari dulu Rani kan suka sama pak putra tapi sayang pak putra selalu menganggap Rani adik doang".


Rani menjawab "hmm" (sambil terus berjalan).


Siska mengatakan "ya sudah nanti kita yang bayar makanan kamu".


Rani menjawab "ya sudah, kalian aku maafin, ya sudah, ayo ke kantin" (ucapnya sambil tersenyum).


Mereka berjalan dengan cepat sementara aku berjalan sangat lambat karena rasa sakit di perut aku ini, mereka bertiga menyadari aku berjalan lambat dan mereka kembali ke arah aku. Aku mengatakan "maaf ya teman-teman, aku berjalan sangat lambat karena luka di perut aku".


Jesika mengatakan "no problem, kita kan sahabat jadi kita akan selalu bersama, iya kan guys?".


Siska menjawab "selamanya kita akan jadi sahabat dan akan selalu bersama".


Kami berpelukan, aku mengatakan "terima kasih teman-teman".


Rani mengatakan "ayo kita pergi ke kantin, aku sudah lapar banget nih".


Siska menjawab "dasar Rani, pikirannya makan terus".


Aku mengatakan "ya sudah, ayo kita ke kantin".


Jesika menjawab "cepat kita jalan, sebelum Rani semakin marah karena kelaparan".


Kami berjalan menuju kantin, saat sampai kantin tiba-tiba ada seseorang yang menabrak aku dari belakang. Aku mengatakan "aduh".


Aku menoleh dan ternyata yang menabrak aku adalah ELVANO SANTOSO, Elvano Santoso adalah teman sekelas aku saat SMP.