Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
paman Joni yang bercerita



"Kamu tahu kan ayah kamu sangat tampan, dia terlahir sangat tampan. Mendiang ratu permaisuri adalah perempuan yang sangat cantik dan baik hati, tapi umur permaisuri tidaklah lama. Saat permaisuri tahu bahwa dia sakit parah dan tidak akan berumur panjang, dia mengizinkan raja menikah dengan selir. Permaisuri sendiri yang memilih selir, karena permaisuri ingin anaknya memiliki ibu sambung yang menyayangi ayah kamu. Sejak kecil ayah kamu banyak disukai perempuan yang ada di dunia peri ini, tapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa meluluhkan hati ayah kamu. Sampai akhirnya dia pergi ke dunia manusia dan bertemu dengan ibu kamu. Kata ayah kamu dulu, ibu kamu adalah perempuan yang sangat cantik dan baik hati seperti permaisuri. Ibu kamu memiliki senyum yang sangat indah, karena itu ayah kamu jatuh cinta pada ibu kamu" ucap paman Joni sambil menggambar dan tersenyum mengingat kejadian itu


"Ibunda memang memiliki senyum yang sangat indah, ibunda juga perempuan yang sangat cantik dan baik hati" ucapku sambil tersenyum


"Itu sebabnya kamu terlihat sangat cantik, dan baik hati" ucap paman Joni sambil tersenyum


"Paman terlalu berlebihan, aku seperti ini juga karena didikan dan kasih sayang dari orang tua" ucapku sambil tersenyum


"Haha kamu benar, apa kamu sudah memiliki calon suami?" Ucap paman Joni sambil tersenyum


"Kenapa paman tanya seperti itu" tanyaku pada paman Joni


"Kamu adalah perempuan yang baik dan cantik, paman ingin menjadikan kamu sebagai menantu paman" ucap paman Joni sambil tersenyum


"Maaf paman, tapi aku sudah mencintai seseorang. Ayah tahu siapa yang aku cintai" ucapku merasa bersalah


"Haha tidak apa-apa nak, santai saja. Kamu tetap ingin jadi Putri paman?" Ucap paman sambil tersenyum


"Boleh paman" ucapku sambil tersenyum


"Ayah kamu lama sekali ke kamar mandi, gambar kamu sudah hampir selesai, tapi ayah kamu masih belum kembali" ucap paman terlihat khawatir


"Mungkin ayah ada urusan lain, terus lupa kembali ke sini" ucapku sambil tersenyum


"Memang ayah akan jadi raja ya paman?" Tanyaku penasaran


"Kamu tidak tahu kabar ini, ayah kamu tidak memberi tahu kamu?" Ucap paman Joni padaku


"Ayah tidak mengatakan apapun tentang hal ini, apa ayah sengaja merahasiakannya?" Ucapku pada paman Joni


"Paman juga tidak tahu, sebenarnya ayah kamu tidak ingin menjadi raja. Tapi kakek kamu lebih percaya kepada ayah kamu, karena itu kakek kamu ingin ayah kamu jadi raja" ucap paman Joni kepadaku


"Nanti aku tanyakan sama ayah, kenapa ayah merahasiakan hal ini dariku" ucapku pada paman Joni


"Paman setuju, lebih baik kamu tanya sendiri sama ayah kamu. Gambar kamu di buku silsilah keluarga sudah selesai dibuat, kamu mau lihat hasilnya?" Ucap paman Joni sambil tersenyum


"Boleh paman, aku ingin melihat gambar aku di buku silsilah keluarga" ucapku sambil tersenyum


Paman datang mendekat kearah aku, paman menunjukkan gambar yang digambar. Hasilnya sangat mirip seperti aku, bahkan jauh lebih cantik.


"Gambar paman sangat bagus, aku terlihat jauh lebih cantik di gambar ini. Terima kasih paman" ucapku pada paman Joni


"Kamu tidak perlu berterima kasih, ini sudah menjadi tugas paman. Syukurlah jika kamu menyukai gambar paman, ayah kamu tidak perlu bawel setelah melihat gambar ini" ucap paman sambil tertawa kecil


"Ayah lama sekali, aku harus pergi sekarang" ucapku lirih