Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Aku bukan keturunan abadi



Aku mengatakan "maaf ayah, aku tidak bisa ikut ayah makan sekarang. Aku harus kembali ke dunia manusia, jika mereka semua tahu aku menghilang maka mereka akan khawatir pada aku".


Ayah mengatakan "sampai sekarang kamu masih hidup di dunia manusia?".


Aku menjawab "iya ayah, Ibunda dan Romo mengizinkan aku tinggal di dunia manusia asal aku setiap malam menginap di dunia duyung".


Ayah mengatakan "apa kamu tidak ingin tinggal selamanya bersama keluarga kandung kamu?"


Aku menjawab "mama, papa dan kak Riko adalah keluarga aku juga. Selamanya mereka akan menjadi keluarga aku, aku tidak akan pernah meninggalkan mereka. Mereka yang merawat aku sejak aku lahir, mereka sangat menyayangi aku. Aku sudah pernah mengatakan kepada Romo dan Ibunda bahwa jangan pernah menyuruh aku pergi meninggalkan bangsa manusia, jadi aku minta ayah bisa mengerti juga".


Ayah menarik nafas dan mengatakan "baiklah, ayah tidak akan melarang kamu hidup di dunia manusia, tapi jangan sampai orang lain tahu tentang identitas kamu. Jika manusia sampai tahu identitas asli kamu, maka kamu bisa dalam bahaya".


Aku menjawab "iya ayah, aku akan berhati-hati. Sekarang aku harus kembali ke dunia manusia, aku pamit sama kakek dan paman ya".


Ayah berdiri dan mengatakan "ayo kita temui kakek dan paman kamu, mungkin mereka masih ada di aula depan".


Aku berdiri, dan kami berjalan menuju aula depan. Kami masuk ke dalam aula depan, ternyata memang benar ada kakek dan paman. Ayah masuk dan mengatakan "ayah, kakak, Amora ingin pamit pulang pada kalian".


Kakek berdiri dan mengatakan "kenapa kamu pamit sama kakek, kan kamu bisa langsung pulang".


Aku menjawab "kakek adalah kakek aku, kakek adalah keluarga aku, jadi aku harus pamit sama kakek. Aku akan selalu menjaga dan menyayangi kakek selamanya, aku harap kakek percaya bahwa aku bukan seorang keturunan abadi. Aku janji tidak akan menyakiti ayah, kakek, paman dan semua orang bangsa peri".


Aku memeluk kakek dan mengatakan "terima kasih kakek sudah percaya padaku" (ucapku sambil tersenyum).


Kakek melepaskan pelukannya dan mengatakan "kamu adalah cucu aku, aku bisa merasakan bahwa kamu adalah anak yang baik. Besok kamu datang ke sini lagi kan?".


Aku menjawab "iya kakek, besok Amora akan datang lagi kesini, tapi Amora datangnya malam hari, jika pagi hari Amora harus ke sekolah".


Kakek mengatakan "sekolah? Apa itu sekolah?".


Aku menjawab "sekolah itu tempat untuk mencari ilmu di dunia manusia, semua manusia pergi ke sekolah".


Kakek mengatakan "kamu hidup dengan bangsa manusia?".


Aku menjawab "iya kakek, aku hidup bersama bangsa manusia. Bagaimanapun mereka yang merawat aku sejak aku dilahirkan, mereka adalah keluarga aku. Aku harap kakek bisa mengerti".


Kakek mengatakan "terserah kamu, yang penting kamu harus berhati-hati dengan manusia. Banyak bangsa manusia yang punya sifat kejam".


Aku menjawab "iya kakek ku tersayang, kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa kakek, ayah, paman" (ucapku sambil melambaikan tangan).


Aku melihat ekspresi paman dan berfikir "sejak awal aku datang ke dunia peri, aku selalu melihat kebencian di wajah paman, senyum yang ditunjukkan itu palsu. Siapa orang yang paman benci? Apakah paman membenci ayah?. Ah sudahlah, lebih baik aku kembali ke dunia manusia, sebelum pelajaran olahraga berakhir".