Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
Ingin bertemu Ayah



Saat Kenan sudah memasukkan obat ke dalam botol, dayang membawa wadah kotor bekas membuat obat-obatan ke dapur untuk dibersihkan. Aku mengatakan "semua dayang tunggu di luar, aku ingin mengobrol berdua saja dengan Kenan".


Dayang menjawab "baik tuan putri, kami permisi".


semua dayang pergi keluar kamar, aku mengatakan "mana obatnya Kenan?".


Kenan berjalan mendekati aku, dan mengatakan "ini obatnya Amora, kamu jadi pergi mencari ayah kamu hari ini?".


Aku menjawab "iya, siang ini aku akan pergi mencari ayah, kamu jangan bilang apapun ke Romo dan ibunda".


Kenan menjawab "iya Amora".


Aku berdiri dan mengatakan "ayo temani aku mencari Romo dan Ibunda".


Kenan menjawab "okay".


kami keluar kamar dan aku bertanya pada pengawal "dimana Romo dan ibunda?".


Pengawal menjawab "yang mulia raja dan yang mulia tuan putri berada di aula depan".


Aku menoleh ke arah Kenan, dan mengatakan "ayo kita pergi ke aula depan".


Kenan menganggukan kepalanya, kami berjalan menuju aula depan. Saat sampai di aula depan, aku melihat Romo dan Ibunda. Aku mengatakan "selamat pagi Romo, selamat pagi ibunda".


Romo dan Ibunda menoleh ke arah aku, ibunda menjawab "pagi sayang" (ucap ibunda dengan tersenyum).


Aku menghampiri ibunda dan mengatakan "ibunda aku mau pulang".


Ibunda menjawab "baiklah sayang, kamu hati-hati di jalan".


Aku menoleh ke arah Romo dan mengatakan "sampai jumpa Romo" (ucapku sambil tersenyum).


Romo tersenyum padaku dan mengatakan " hati-hati Amora".


Aku berjalan ke luar istana, aku berjalan menuju gerbang pembatas dan memikirkan kamar mandi di kamar. Tidak lama, aku sudah berada di kamar mandi. Aku mandi, kemudian mengganti handuk dengan seragam sekolah. Aku mengoleskan obat kemudian meminum obat, setelah itu aku turun ke bawah dan mengatakan "selamat pagi" (ucapku dengan tersenyum).


Mama, papa dan kak Riko menoleh ke arah aku, aku melihat wajah mereka sangat khawatir. Mereka berlari menghampiri aku dan memeluk aku, aku bertanya "ada apa? Kenapa kalian terlihat khawatir?".


Mama mengatakan "kamu kemana saja, kami semua dari tadi mencari kamu".


Aku menjawab "aku di kamar dari tadi".


Mama mengatakan "kamu jangan berbohong, kami semua dari tadi sudah mencari kamu di kamar, di kamar tamu, di dapur, di taman bahkan di gudang".


Dengan ragu aku menjawab "sebenarnya aku dari kemarin malam pergi dari rumah".


Papa mengatakan "bagaimana mungkin bisa, kamu keluar masuk rumah tanpa ada orang yang tahu?".


Aku menjawab "maaf pa, ma, kak Riko. Aku punya rahasia, yang belum bisa aku katakan pada kalian. Jika kalian mencari aku, dan kalian tidak bisa menemukan aku. Percayalah, aku pasti akan pulang kembali dengan selamat ke rumah ini".


Mereka terlihat marah dan sedih dengan ucapan aku, mama mengatakan "maksud kamu berbicara seperti itu apa? Rahasia apa yang kamu sembunyikan dari kami? Kamu tidak dalam bahaya kan?".


Aku menjawab "untuk sekarang aku belum bisa mengatakan rahasia itu, dan aku tidak dalam bahaya. Papa, mama sama kak Riko tenang saja" (ucapku sambil tersenyum).


Tiba-tiba perut aku berbunyi yang menandakan bahwa aku sudah kelaparan, mereka semua tertawa mendengar suara perut aku. Kak Riko mengatakan "ayo kita makan, kasian ini princess kecil kelaparan" (ucap kak Riko sambil tertawa dan mengusap rambut aku).


Kami berjalan menuju meja makan, kami sarapan bersama dengan tawa bahagia seperti biasanya.