
Kami masuk ke dalam cafe, kami ke kasir untuk memesan makanan, aku memesan ice chocolate dan black pepper chicken sticks, sementara kak Riko memesan orange juice dan fried rice. Kak Riko membayar makanan tersebut dan kami memilih tempat duduk no sembilan, tempat duduk yang dekat dengan jendela dan ada banyak tanaman hias yang cantik.
Kami duduk di meja no sembilan, sambil menunggu makanan datang, kak Riko mengatakan "bagaimana menurut kamu cafe ini?"
Aku menjawab "cafe ini cantik, aku juga bingung kenapa kak Riko dan teman-teman kak Riko suka nongkrong disini?"
Kak Riko mengatakan "jadi dahulu kita membeli barang terus balik ke kampus, nah dalam perjalanan kita semua kelaparan, kita lihat ada cafe ini, terus kita coba menu makanan disini dan ya semua makanan disini rasanya enak. Bahkan kadang-kadang Bimo sama Andi suka makan 2 porsi" (ucap kak Riko tertawa)
Aku tersenyum dan kak Riko mengatakan "disini suasananya juga enak, santai, dan banyak bunga yang indah. Kami juga sering ngerjain tugas disini, karena disini bisa untuk tempat nongkrong"
Aku menjawab "oh begitu"
Makanan yang kami pesan, akhirnya datang. Kami mencoba makanan tersebut, aku merasa bahwa memang steak ini rasanya enak. Tiba-tiba kak Riko bertanya "cerita dong tentang sahabat dan keluarga kandung kamu sayang, aku penasaran"
Aku menjawab "kakak sudah tahu kan siapa kedua orang tua aku, aku sudah bercerita tentang ibunda dan Romo, maka aku akan ceritakan tentang ayah kandung aku"
Kak Riko mengatakan "ayo ceritakan, ayah kandung kamu pasti lebih tampan dari aku ya"
Aku menjawab "ayah memang sangat tampan, nama ayah kandung aku adalah Rama Yoviene, dan nama asli aku adalah Amora Yoviene. Ayah adalah anak dari istri pertama kakek dan istri kedua memiliki anak bernama Rafa Yoviene, tapi paman Rafa seperti membenci aku dan juga ayah, padahal ayah sangat menyayangi paman Rafa. Setelah bertemu kakek, ayah, dan paman Rafa, aku mengetahui bahwa aku ditakdirkan sebagai perusak, tapi aku akan buktikan bahwa itu semua salah"
Kak Riko mengatakan "jadi nama asli kamu itu Amora Yoviene, dan maksud kamu sebagai perusak apa?"
Kak Riko bertanya "jadi jika kamu marah maka kamu akan jadi perusak seperti ramalan itu?"
Aku menjawab "iya aku akan merusak apapun ketika aku sangat marah, dan tidak mampu mengendalikan amarah aku sendiri"
Kak Riko mengatakan "oh jadi begitu"
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak kak Riko dan mengatakan "hayo lagi ngapain, kok serius banget"
Aku dan kak Riko menoleh ke arah tersebut dan kami melihat kak Andi, kak Bimo dan kak Farel. Kak Riko bertanya "kenapa kalian disini, bukannya tugas kalian belum selesai?"
Kak Andi menjawab "si Bimo mengajak kesini, tadi kami sudah telepon kamu berkali-kali tapi tidak kamu angkat"
Kak Riko mengatakan "maaf, handphone aku ketinggalan di kamar" (ucapnya sambil tersenyum)
Kak Bimo menjawab "dasar Riko, kita boleh gabung tidak?"
Kak Riko mengatakan "boleh, gabung saja"
Kak Riko pindah ke samping aku, kak Farel dan kak Bimo memindahkan meja dan kursi, sementara kak Andi memesan makanan untuk kak Farel dan kak Bimo.