
Salah satu prajurit itu mengatakan "yang mulia raja sedang berperang di sana" (sambil menunjuk ke arah Romo).
Aku mengatakan "sebagian prajurit ikut aku berperang dan sebagian istirahat di tenda".
Sebagian ikut aku menuju Medan perang, sejujurnya aku takut dengan perang ini, tapi aku tidak mungkin diam saja dan melihat Romo berperang sendiri. Aku menguatkan hati ku agar tidak takut pada apapun. Aku melawan musuh ku satu persatu, dan akhirnya aku bisa mengalahkan mereka, aku bisa membunuhnya. Aku semakin berani menghadapi semua musuh, saat aku melihat ke arah Romo. Aku melihat ada seseorang yang ingin menyerang Romo dari belakang, aku berteriak "Romo, awas dibelakang Romo ada orang".
Romo tidak mendengar aku, aku segera menuju ke arah Romo. Aku berdiri tepat di belakang punggung Romo dan tidak lama, pedang musuh menancap di perut aku. Aku merasakan rasa sakit yang luar biasa untuk pertama kalinya, aku melihat wajah Romo yang khawatir dan penuh amarah. Romo memanggil prajurit untuk datang kemari, Romo mengatakan sesuatu padaku "kamu tunggu disini sebentar, Romo akan membunuh semua musuh dan mendapatkan kemenangan untuk kamu".
Aku tidak mampu berbicara apapun, rasanya sangat menyakitkan, aku hanya tersenyum untuk romo. Romo berpesan pada prajurit " lima orang di sini jaga putri ku, sisanya ikut aku mengalahkan semua musuh".
Aku melihat Romo mengalahkan semua musuh dan memenangkan perang ini, aku bahagia karena Romo bisa menang dan tidak terluka. Tapi semakin lama, rasanya aku sudah tidak bisa menahan rasa sakit ini. Aku melihat Romo berjalan mendekati aku dengan wajah yang bahagia tapi aku sudah tidak mampu membuka mata aku lebih lama lagi.
Romo mengatakan "kamu harus bertahan, kamu harus kuat, sekarang kita pulang ke istana. Sampai di istana kamu akan diobati oleh tabib yang hebat dan kamu pasti akan sembuh".
Aku hanya tersenyum karena aku tidak mampu untuk berbicara, aku berfikir "apakah waktu aku untuk hidup sudah habis? Apakah aku akan meninggal di dunia duyung? Apakah aku tidak bisa mengucapkan kata perpisahan pada papa, mama dan kak Riko? Apakah aku tidak akan pernah bertemu dengan ayah kandung ku? Apakah aku tidak akan pernah tahu bagaimana wajah ayah kandung aku?".
Aku benar-benar sudah tidak sanggup membuka mata aku, semakin lama aku merasa semakin sakit dan semakin mengantuk. Rasanya aku ingin tidur sekarang, aku memejamkan mata aku dan saat aku membuka mata aku, aku berada di sebuah taman yang penuh dengan bunga yang sangat cantik, aku melihat dan menyentuh bunga itu, saat aku ingin memetik bunga itu tiba-tiba ada yang mengatakan "hai putri ku, putri AMORA YOVIENE selamat datang di dunia kamu, aku ayah kamu".
Aku berbalik ke belakang dan melihat ada seorang laki-laki yang sangat tampan tapi dia terlihat sudah berumur dan bukan laki-laki muda lagi, aku berfikir "tadi dia bilang putri ku, apa mungkin dia ayah aku?".