
AMORA PART
Aku terbangun di suatu tempat yang terasa asing, tempat ini terlihat seperti taman. Taman dengan banyak bunga cantik yang bermekaran, di taman ini juga ada banyak kupu-kupu yang indah. Aku terus berjalan menyusuri taman ini, hingga aku bertemu dengan seorang laki-laki yang terlihat aneh, aku hanya melihat punggungnya. Di punggungnya ada sayap yang berkilau seperti emas, tubuhnya di kelilingi oleh cahaya putih.
Aku bertanya "permisi, boleh saya bertanya sesuatu pada anda?"
Dia menoleh ke arah aku, dia terlihat sangat tampan. Dia tersenyum pada aku, aku bingung dengan semua ini. Aku bingung, aku ada dimana, dan siapa dia.
Dia mengatakan "hai putri Amora, silahkan jika kamu ingin bertanya"
Aku menjawab "kamu kenal aku?, Aku ada dimana?, Dan siapa kamu?"
Dia tertawa, aku semakin bingung. Dia mengatakan "kamu lucu sekali putri Amora, kamu belum bisa ingat diri kamu yang sebenarnya"
Aku menjawab "maksud kamu apa?, Aku tahu siapa aku sebenarnya"
Dia tertawa lagi, dia mengatakan "jika kamu tahu diri kamu yang sesungguhnya, maka kamu akan ingat siapa aku"
Aku menjawab "tolong jangan bermain teka teki dengan aku, aku sungguh tidak tahu siapa kamu"
Dia menjawab "baiklah putri Amora, mungkin sekarang bukan waktunya kita untuk bersama kembali. Tapi suatu hari nanti pasti kita bisa bersama, sekarang kembalilah" (ucapnya sambil tersenyum)
Aku menjawab "bagaimana caranya aku kembali?"
Dia mengatakan "wilayah ini adalah milik kamu, kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan"
Aku bertanya "maksud kamu?"
Dia menjawab "ingat namaku adalah Ammar, ini adalah wilayah kamu. Tutup saja mata kamu, maka kamu akan berada dimana tubuh kamu berada" (ucapnya sambil tersenyum)
Aku menutup mata aku, saat aku membuka mata aku, aku berada di dunia duyung. Aku melihat ibunda, Romo, Kenan dan dayang. Aku melihat ibunda sangat mencemaskan aku, aku tersenyum, agar ibunda tidak khawatir lagi.
Aku mengatakan "kita ada dimana?, Bukannya tadi sedang ada di tempat peperangan?"
Ibunda menjawab "kita ada di penginapan di batas desa, yang sejak pagi kita sewa untuk beristirahat"
Aku mengatakan "oh begitu, aku harus kembali ke dunia manusia. Kak Riko pasti mencemaskan aku, jika aku tidak kembali"
Ibunda menjawab "tapi kamu sedang terluka, sebaiknya kamu istirahat, kembali besok pagi saja"
Aku mengatakan "aku tidak ingin membuat kak Riko khawatir, aku sudah bilang ke kak Riko bahwa aku akan kembali saat makan malam"
Ibunda menjawab "baiklah kamu boleh kembali ke dunia manusia, tapi setelah makan malam harus kembali ke dunia duyung. Kamu harus diobati tabib Kenan, bangsa manusia tidak akan mampu mengobati luka kamu" (ucap ibunda dengan wajah khawatir)
Aku mengatakan "baik ibunda, setelah makan malam, aku akan kembali ke dunia duyung" (ucapku sambil tersenyum)
Aku berdiri dengan susah payah, Kenan membantu aku berdiri, Kenan memberi aku obat.
Kenan mengatakan "minumlah obat ini tuan putri, obat ini akan menghilangkan rasa sakit untuk sementara waktu, saat tuan putri berada di dunia manusia" (ucap Kenan sambil tersenyum)
Aku meminum obatnya dan menjawab "terima kasih Kenan" (ucapku sambil tersenyum)
Romo mengatakan "Kenan, dan semua prajurit, antar Amora ke perbatasan. Kalian jaga Amora baik-baik, jangan sampai dia terluka lagi. Kalian cepat kembali lagi kesini setelah mengantar Amora, nyawa Amora adalah tanggung jawab kalian" (ucap Romo dengan tegas)
Kenan dan prajurit menjawab "baik yang mulia raja"