Amora'S True Love Part 1

Amora'S True Love Part 1
menolong



Romo mengatakan "kalian bagi menjadi dua pasukan, beberapa orang ikut dengan saya dan putri Amora untuk mencari putri Afra, dan pasukan lainnya hentikan peperangan"


Pasukan terbagi menjadi dua, aku, Romo, jendral dan beberapa prajurit mencari keberadaan ibunda. Beberapa menit kemudian, aku melihat ibunda sedang bersama Kenan mengobati orang yang terluka. Aku, Romo dan yang lainnya menghampiri ibunda.


Aku mengatakan "ibunda..."


Ibunda menoleh ke arah aku, ibunda terkejut melihat aku. Ibunda menjawab "Amora kenapa kamu disini?"


Aku mengatakan "aku mengkhawatirkan ibunda, itu sebabnya aku dan Romo ke sini" (ucapku sambil tersenyum)


Ibunda menjawab "ibunda kan sudah menyuruh kamu untuk tetap di istana, kamu benar-benar keras kepala"


Aku mengatakan "aku kan anak ibunda dan ayah, jadi sifat aku pasti sama seperti ibunda dan ayah" (ucapku sambil tersenyum)


Ibunda menjawab "kamu ini persis seperti ibunda dan ayah kamu dahulu" (ucap ibunda sambil tersenyum)


DUARRR.....


Terdengar suara ledakan dari arah belakang, semua orang menjadi panik. Ibunda mengatakan "kamu cepat pergi dari sini"


Aku menjawab "aku tidak akan pergi dari sini, aku tidak akan membiarkan ibunda dan Romo terluka"


Romo mengatakan "Amora, Afra, kalian cepat pergi dari sini!!!" (Ucap Romo dengan nada tinggi)


Ibunda menjawab "aku tidak akan pergi dari sini Romo, Romo dan Amora yang lebih baik pergi dari sini" (ucap ibunda dengan nada cemas)


Aku mengatakan "cukup, aku tidak akan pergi jika Romo dan ibunda tidak pergi"


Romo menjawab "Amora sekarang kamu pergi bersama ibumu, kalian harus pergi dari sini!"


DUARRRR.....


Suara ledakan kedua berbunyi, aku mengatakan "kita semua pergi dari sini, kita cari tempat yang aman"


Kami bersembunyi di tempat yang aman, aku mengatakan "aku keluar, aku akan menyelesaikan masalah ini"


Ibunda menjawab "ibunda tidak setuju, terlalu berbahaya jika kamu keluar"


Aku mengatakan "aku akan baik-baik saja, dan aku akan selesaikan masalah ini" (ucapku sambil tersenyum)


Ibunda menjawab "ibunda tidak mengizinkan kamu pergi menghadapi mereka, ibunda tidak akan membiarkan kamu terluka"


Aku mengatakan "ibunda harus percaya sama aku, aku tidak akan terluka" (ucapku sambil tersenyum)


Ibunda menjawab "baiklah, kamu harus berhati-hati"


Aku tersenyum, aku melangkah ke depan, aku mendekati pasukan dari kedua desa yang sedang bertempur. Aku melihat seseorang yang akan tertembak, aku berlari menuju orang itu.


DOR....


Aku mendengar suara tembakan, aku merasakan sesuatu yang dingin menembus perutku. Aku melihat ke arah perut aku, aku melihat ada darah yang keluar dari perut aku.


"AMORAAAAAAAA" teriak ibunda dengan wajah sedih, aku melihat ke arah ibunda dan semakin lama, aku merasa semakin lemas.


Tubuh aku terasa semakin lemah, aku tidak sanggup berdiri lagi, aku terjatuh. Aku melihat ibunda, Romo, dan Kenan terlihat sedih dan khawatir. Aku mencoba tersenyum dan menahan rasa sakit di perut aku. Semakin lama aku merasa semakin dingin dan mengantuk.


Ibunda, Romo dan Kenan berlari mendekat ke arah aku. Kenan berusaha menolong aku, dia mengambil peluru yang ada di perut aku. Aku menahan rasa sakit sambil tersenyum, aku melihat ibunda menangis.


Romo berdiri dan mengatakan "tangkap dan bunuh orang yang menembak Amora, jangan biarkan dia hidup" (ucap Romo dengan wajah penuh amarah)


Jenderal menjawab "baik yang mulia raja"


Aku ingin mengatakan untuk tidak membunuh orang yang telah menembak aku, tapi aku tidak kuat untuk berbicara. Aku melihat jenderal dan prajurit menangkap semua orang, jenderal membunuh orang yang menembak aku. Aku jatuh pingsan, karena rasa sakit tertembak peluru.