
Kak Riko mejawab “BS itu singkatan dari bakti sosial”.
Aku dan kak Riko turun dari mobil, saat masuk butik, kami disambut pelayan butik. Saat melihat-lihat baju, aku melihat ada long dress yang sangat cantik. Aku berjalan mendekati baju tersebut dan kak Riko mengatakan “cobalah baju itu, sepertinya baju itu cocok untuk kamu”.
Para pelayan mengambilkan baju tersebut untuk ku, long dress berwarna biru yang terlihat manis dan elegan jika dipakai. Aku masuk ke ruang ganti dan memakai baju tersebut, setelah memakai pakaian itu aku keluar dan aku melihat semua orang menatap aku. Aku bertanya “apa baju ini terlihat tidak cocok untuk ku, apa aku terlihat jelek?”.
Kak Riko menjawab “tidak, kamu cantik pakai baju ini”.
Lalu kak Riko memanggil pelayan dan mengatakan “pelayan, tolong rias gadis ini secantik mungkin. Aku tinggal dulu mau ganti baju, nanti aku datang kembali dia harus terlihat tambah cantik lagi”.
Pelayan butik menjawab “siap tuan, kami akan membuat nona ini terlihat sangat cantik”.
Kemudian kak riko pergi, para pelayan butik ini sibuk merias aku. Ada yang sibuk dengan merias wajah, ada yang sibuk dengan rambut, ada yang sibuk dengan menghias kuku tangan ku. Tiba-tiba pelayan yang mengurus rambut aku mengatakan “anda beruntung nona, dicintai oleh tuan yang sebaik itu. Dia sangat mencintai anda, dari tatapan matanya sudah terlihat cinta yang begitu dalam untuk anda”.
Aku tertawa dan menjawab “kalian salah, kak riko hanya kakak ku dan mana mungkin kak riko mencintai aku”.
Pelayan yang mengurus kuku tangan mengatakan “anda pasti berbohong, sudah jelas tuan tadi mencintai nona. Dari tatapan matanya saja sudah terlihat cinta yang sangat besar dan dalam untuk anda”.
Pelayan yang merias wajah ku mengatakan “semua orang yang melihat pasti tahu bahwa tuan sangat mencintai anda”.
Aku tidak menjawab perkataan para pelayan tersebut dan hanya tersenyum saja, satu jam berlalu dan para pelayan itu mengatakan “akhirnya selesai juga, sekarang saatnya memilih tas dan sepatu untuk nona”.
aku memilih tas berwarna hitam yang berukuran kecil namun terlihat elegan, mereka memilihkan sepatu high heels yang sangat tinggi, katanya haknya delapan centimeter. Aku mengatakan pada mereka “aku tidak mau memakai sepatu high heels, apa tidak ada sepatu wedges?”.
Pelayan butik menjawab “ada nona, mari ikut kami”.
Aku melihat ada wedges berwarna hitam yang sangat elegan yang akan cocok dengan tas yang aku pilih tadi “aku mau coba sepatu wedges ini yang ukuran empat puluh”.
Pelayan butik mengatakan “selera nona sangat bagus, pantas tuan sangat mencintai nona” (kata mereka sambil tertawa).
Aku menegaskan pada pelayan butik tentang hubungan aku dan kak riko “dia beneran kakak ku bukan kekasih ku, kak Riko juga tidak mungkin mencintai aku seperti yang kalian semua katakan”.
Mereka tidak percaya dan mengatakan “apapun yang nona katakan kami tidak percaya, dimata tuan tadi terlihat kalau tuan sangat mencintai nona”.
Aku pasrah dan mengatakan “sudahlah terserah kalian mau pikir gimana”.